ANYELIR ( KIARA)

ANYELIR ( KIARA)
KETAKUTAN KIARA


__ADS_3

Sementara itu di lain sisi, saat ini ada satu orang wanita yang dulunya seorang ibu rumah tangga biasa, kini sudah berubah kembali menjadi wanita karir.


"Setelah sekian lama aku tidak pernah merias wajah ku seperti ini lagi, kini aku harus kembali berkutat dengan hal yang sebenarnya tidak aku sukai."


Meira mengatakan hal tersebut di depan meja riasnya, dengan sapuan riasan tipis dan baju yang modis sosok wanita yang sederhana kini berubah menjadi wanita karir yang berkelas.


"Sayang maafkan mama, maafkan mama yang tidak bisa menepati janji mama sendiri, mama yang sebenarnya hanya ingin menjadi ibu rumah tangga kini harus kembali meninggalkan mu untuk bekerja."


Meira mengatakan hal tersebut sambil memeluk erat foto Michelle, bagaimana pun hany Michelle yang kini bisa membuatnya lebih kuat lagi.


"Mama berangkat ya sayang."


Setelah mengatakan hal tersebut Meira beranjak dari tempat duduknya dan langsung mengambil kunci mobil.


Wangi parfum mahal menjadi bekas ketajaman wanita cantik yang kini kembali mengeluarkan taringnya.


Sementara itu di kantor polisi saat ini Kiara yang sudah tiba langsung di serbu oleh banyak awak media.

__ADS_1


Berbagai awak media mengambil fotonya, berbagai awak media mengambil hal itu tanpa seizin Kiara, dan tidak ada yang bisa dilakukan oleh Kiara selain pasrah dengan apa yang mereka lakukan terhadapnya.


"Baiklah ibu Kiara kita mulai saja."


Setelah sampai di dalam ruangan salah satu aparat langsung duduk di depan Meira dan mulai memberikan banyak pertanyaan.


Satu per satu pertanyaan tersebut di jawab oleh Kiara, seolah - olah mendapatkan kekuatan Kiara sama sekali tidak ada rasa takut di dalam menjawabnya.


"Baiklah ibu Kiara, saya harap anda bersikap kooperatif terhadap kami, agar kami bisa menyelidiki kasus ini dengan cepat, esok hari kami akan memanggil bapak Adrian untuk datang ke kantor polisi."


Setelah mengatakan hal tersebut Kiara langsung beranjak dari tempat duduknya dan bersalaman dengan aparat yang telah melakukan pemeriksaan terhadapnya.


Saat - saat terberat bagi Kiara adalah bukan saat dirinya harus berhadapan dengan para aparat, namun saat sebentar lagi dirinya harus keluar dari ruangan ini dan berhadapan dengan para awak media.


Dengan langkah kaki yang mantap pada akhirnya Kiara keluar dari ruangan dan benar begitu Meira keluar banyak camera langsung mengarahkan kepadanya.


"Ayo mbak Kiara saya bantu."

__ADS_1


Satu aparat tiba- tiba saja keluar dan mengantar Kiara menuju ke parkiran mobil.


"Terimakasih pak, bantuan bapak sungguh sangat berharga."


Sungguh hal sederhana yang dilakukan aparat membuat Kiara sangat tertolong, segera saja Kiara masuk ke dalam mobil.


Begitu Kiara masuk, air matanya langsung mengalir dengan sangat deras.


"Tuhan aku takut, aku takut untuk menghadapi semuanya, Tuhan sungguh aku tidak akan kuat tanpa Mu Tuhan."


Di tengah - tengah hancur hati, Kiara mengatakan hal tersebut sambil menangis.


Bagaimana tidak untuk ke dua kalinya Kiara harus berhadapan dengan hukum, untuk ke dua kalinya Kiara harus menjalani pemeriksaan di kantor polisi.


Satu tempat yang sangat Kiara hindari di dalam kehidupannya saat ini, namun di saat yang sama Kiara harus tetap datang untuk memenuhi panggilan dari para aparat.


Dengan penuh air mata Kiara pada akhirnya melajukan kembali mobil tersebut.

__ADS_1


__ADS_2