
"Perih sekali."
Hal itu yang pada akhirnya Kiara katakan ketika akan berdiri dan melangkahkan kaki ke dalam kamar mandi.
Pertempuran tadi malam rupanya meninggalkan bekas yang sangat luar biasa bagi tubuh Kiara.
Dengan cepat Kiara membiarkan air dingin menyiram sekujur tubuhnya, ingin sekali rasanya Kiara tenggelam di dalam tangisan, namun hari ini terpaksa tidak bisa Kiara lakukan karena Kiara harus segera menuju ke lokasi syuting.
Setelah bersiap - siap Kiara segera mengambil kunci mobil tanpa menoleh lagi kebelakang, ke arah sofa yang semalam menjadi saksi keganasan daripada Adrian.
"Aku tidak boleh lemah, aku harus menanyakan kepada Adrian atas apa yang telah dia lakukan semalam terhadap ku, ya harus!"
Di dalam mobil hal itulah yang pada akhirnya keluar dari mulut Kiara, dengan kekuatan penuh Kiara melajukan mobilnya ke arah jalan raya untuk segera tiba di lokasi syuting.
"Pagi Dave, apa yang sebenarnya terjadi? mengapa pagi - pagi sekali kau meminta aku untuk pergi ke lokasi syuting?"
Pagi ini Adrian mengatakan hal tersebut dengan menggerutu kepada Dave, bukan tanpa sebab, namun sampai pagi ini Adrian sama sekali belum bisa memejamkan ke dua matanya.
"Lokasi syuting kita di cekal oleh warga pak!"
Deg
Seketika itu juga Adrian langsung mengernyitkan dahi
"Dicekal? bukankah kita sudah memiliki izin resmi untuk bisa tetap melakukan proses syuting di lokasi ini?"
"Itu betul pak, namun warga meminta kompensasi atas setiap kegaduhan yang mungkin akan terjadi sepanjang kita berada di lokasi syuting ini pak."
"Astaga Dave, sudah berapa lama kau bekerja dengan ku? hal kecil seperti ini seharusnya bisa kau tangani sendiri bukan? Kau tinggal bernegosiasi saja dengan warga berapa yang mereka minta, kau harus ingat Dave tidak ada waktu lagi untuk memindahkan lokasi syuting ke tempat lain, dari sinopsis yang aku baca ini adalah lokasi terbaik."
Adrian kali ini betul - betul tegas mengatakan hal ini kepada Dave.
"Ini adalah kota kecil, dan sudah seharusnya kita memberikan kompensasi terhadap warga, jadi apakah kau tau apa yang seharusnya kau lakukan Dave?"
"Baik pak akan saya lakukan dengan sebaik mungkin."
__ADS_1
Setelah mengatakan hal tersebut Dave segera pergi dari hadapan Adrian, sungguh pagi ini Adrian merasa sangat kesal ketika Dave menghubunginya hanya hal ini saja.
" Mas Adrian kita perlu bicara!"
Deg
Dari arah belakang Adrian mendengarkan suara satu orang wanita yang sudah lama dia kenal, dengan cepat Adrian menengok kebelakang dan mendapatkan Kiara senang memandangnya dengan tajam.
"Ikut aku mas!"
Setelah mengatakan hal tersebut Kiara meminta Adrian untuk mengikuti langkah kakinya menuju ke belakang rumah mewah di tengah taman.
"Katakan kepada ku mengapa kau tega melakukan hal itu semalam?"
Dengan suara perlahan namun sangat tegas Kiara mengatakan hal tersebut kepada Adrian.
"Kau gila mas, kau gila, apakah kau sadar jika kau sudah mengkhianati mbak Meira?"
Kiara mengatakan hal tersebut sambil memandang tajam kearah Kiara.
"Aku sadar atas apa yang telah aku lakukan semalam!"
"Sadar mas kau bilang? mas aku bukan pelacur!"
Sontak kata - kata itulah yang pada akhirnya keluar dari mulut Kiara.
"Aku bisa saja mengadukan hal ini kepada mbak Meira, agar dia mengetahui kelakuan bejat suaminya sendiri."
Kiara mengatakan hal tersebut dengan lantang namun ada rasa frustasi di dalamnya ketika Kiara melihat reaksi Adrian yang begitu santai menanggapinya.
"Dengarkan aku."
Adrian mengatakan hal tersebut sambil mendorong Kiara ke arah tembok dan menguncinya.
"Kau mengadukan semua hal ini kepada Meira, namun satu hal yang ingin aku tanyakan kepada mu saat ini, apakah kau yakin jika tidak memiliki perasaan cinta terhadap ku?"
__ADS_1
Deg
Kiara kini hanya bisa menatap dengan tajam wajah Adrian yang saat ini berada begitu dekat dengan wajahnya.
"Aku tidak pernah mencintai mu mas Adrian."
"Jika kau tidak mencintaiku, lalu mengapa semalam kau membiarkan diri mu di sentuh oleh ku?"
"Bukankah kau mengatakan jika kau bukan seorang pelacur? setau aku wanita yang bisa menyerahkan semuanya adalah wanita yang begitu mencintai laki - laki tersebut, jadi apakah kini kau masih menolaknya?"
Deg
Kini Kiara hanya bisa terdiam dengan setiap kata - kata yang telah di ucapkan oleh Adrian, sungguh saat ini Kiara tidak bisa mengatakan apa - apa lagi, karena dirinya sendiri masih belum mengetahui dengan pasti mengapa semalam dirinya bersedia di sentuh oleh Adrian.
"Lepaskan aku mas Adrian, atau semua orang yang ada di dalam lokasi syuting ini bisa melihat kita."
"Kiara, Kiara kau perlu ingat rumah produksi ini adalah milik ku, dan semua orang yang ada disini bisa aku bayar dengan harga tinggi untuk menutup mulutnya dari Meira, jadi aku tidak peduli jika semua orang disini tau apa yang kita lakukan."
"Aku masih mencintaimu mu Kiara, bertahun - tahun aku mencari keberadaan mu setelah kau keluar dari penjara, namun sampai saat ini, sampai aku pindah ke kota kecil ini barulah aku bertemu dengan mu."
"Aku memang menikah, dan juga memiliki anak, tapi semua hal yang telah diberikan Meira kepada ku tidak akan cukup mengantikan cinta ku kepada mu."
"Jika kau selalu bertanya kenapa pada saat itu sama sekali tidak mencari dan memperjuangkan mu, saat itu kondisi ekonomi keluarga ku sedang hancur, dan perusahaan yang dipimpin oleh keluarga ku gulung tikar."
"Aku berusaha bangkit dari setiap kemiskinan yang mulai menghampiri, dan untuk itulah aku tidak sepenuhnya mencurahkan waktu ku untuk mencari keberadaan mu."
"Saat aku bertemu dengan mu pertama kali rasanya aku ingin memeluk mu Kiara, namun saat itu nyali ku tidak cukup berani untuk melakukan hal itu."
"Mas, ma Adrian sudah menikah, dan mas Adrian tidak boleh melakukan hal ini."
Kini ke dua mata Kiara berkaca - kaca saat dirinya mengatakan hal tersebut kepada Adrian, Kiara pada akhirnya sadar jika dirinya masih memiliki rasa yang sama di balut dengan kebencian yang semakin mengisi relung hatinya.
"Aku tau cintai yang aku rasakan ini adalah cinta yang salah, namun akan menjadi tidak lebih baik ketika aku harus berbohong dan berpura - pura mencintai Meira, harus berpura-pura bahagia bersama dengan wanita yang tidak kita cintai itu lebih menyakiti hati Kiara."
Adrian kini mengatakan hal tersebut sambil menundukkan wajahnya.
__ADS_1
"Dan untuk itulah aku menurunkan semua harga diri ku agar aku bisa kembali merasakan cinta yang sudah lama tidak pernah aku rasakan lagi."
"Mas, aku, aku tidak tau harus mengatakan apa lagi kepada mas Adrian, aku bingung."