ANYELIR ( KIARA)

ANYELIR ( KIARA)
KEDATANGAN DAVE


__ADS_3

Kiara yang masih setengah tersadar tiba - tiba langsung tersentak begitu Jean memberitahukan hal itu.


"Ayo Jen."


Dengan cepat Kiara langsung keluar dari dalam ruangan dan menemui sang asisten dari rumah produksi tersebut.


"Apakah betul anda Anyelir?"


Satu laki - laki tampan mengatakan hal tersebut di hadapan Kiara.


"Ada apa mencari Anyelir?"


Kiara mengatakan hal tersebut dengan mendekapkan ke dua tangannya.


"Perkenalkan saya Dave dari rumah produksi Brilian Corp, saya datang kemari untuk mencari penulis Anyelir karena kami tertarik untuk mengadaptasi salah satu karya novelnya."


Deg


Seketika itu juga Kiara terdiam, untuk kesekian kalinya Kiara hanya bisa menatap sang laki - laki tampan tersebut.


"Apakah anda adalah penulis Anyelir?"


Kiara yang mendengarkan perkataan dari Dave kini kembali fokus.


"Ah lebih baik kita bicarakan ini di dalam saja."


Kiara yang sampai saat ini masih menjaga identitas kepenulisannya memilih untuk membicarakan hal ini di dalam ruangan tertutup.


"Duduklah, dan katakan kepada ku apa yang membuat rumah produksi ini sangat tertarik dengan karya novel penulis Anyelir."


Kiara mengatakan hal tersebut sambil meminta Dave untuk duduk di hadapannya.


"Sebelum aku menyebutkan, aku meminta klarifikasi dari anda, apakah anda penulis Anyelir itu? karena kami membutuhkan kepastian sebelum kami membicarakan hal ini lebih lanjut."


Kini Kiara kembali terdiam dengan apa yang telah Dave katakan.


"Ya aku adalah Anyelir."


Dengan menarik nafas panjang akhirnya Kiara mengaku bahwa dia adalah penulis Anyelir yang saat ini sedang di cari oleh rumah produksi ..


"Terima kasih, saya tau bahwa tidak semua penulis mau untuk di buka identitas aslinya."


"Ya dan saya berharap anda dapat tetap memanggil nama saya dengan Anyelir."


"Pasti Anyelir kami akan sangat melindungi identitas dari penulis."

__ADS_1


Dave mengatakan hal tersebut sambil berusaha untuk menyakinkan Kiara.


"Jadi apakah pertanyaan ku tadi bisa di jawab? apa yang membuat rumah produksi tertarik untuk meminang karya saya ?"


"Sederhana karena karya anda itu berbeda."


Dave mengatakan hal tersebut dengan tersenyum manis kepada Kiara.


"Karya novel apa yang ingin anda pinang?"


Kiara kembali mengatakan hal tersebut karena Kiara melihat Dave yang begitu percaya diri bahwa dirinya akan setuju.


"Karya novel cinta sang dokter, kami berminat untuk meminang karya novel itu Anyelir."


Dengan cepat Anyelir langsung menggelengkan kepalanya.


"Maafkan aku, tapi karya cinta sang dokter tidak akan aku izinkan untuk diambil oleh siapapun."


Seketika itu juga Dave langsung mengernyitkan dahi saat Kiara dengan langsung mengatakan hal itu kepadanya.


"Tapi Anyelir apakah anda betul-betul tidak ingin memberikan kesempatan karya anda di lihat lebih banyak orang ?"


"Maafkan aku namun untuk cinta sang dokter tidak aku izinkan untuk di pinang."


"Lalu karya apa yang bisa kami pertimbangkan untuk di pinang?"


"Masa lalu nona Mauren."


Dengan mantap Kiara mengatakan hal tersebut kepada Dave, sedangkan Dave kini hanya bisa mengernyitkan dahi ketika melihat karya novel yang diberikan oleh Kiara.


"Pembaca di dalam karya tersebut sedikit, dan akan menjadi kesulitan tersendiri ketika kami mengadaptasinya."


"Dan juga harus meminta maaf, karena hanya karya masa lalu nona Mauren yang bisa aku izinkan untuk di adaptasi, jika memang rumah produksi anda tidak tertarik, bagi ku tidak ada masalah silahkan anda pergi dari sini."


Dengan berani Kiara mengatakan hal itu kepada Dave.


"Anyelir, apakah kau tidak mau memikirkan hal ini untuk yang ke dua kalinya?"


Dengan cepat Kiara langsung menggelengkan kepalanya.


"Tidak, aku akan tetap pada pendirian ku, jika memang anda akan mengadaptasi, aku akan memberikan novel ku yang ini."


Setelah mengatakan hal tersebut Kiara berdiri dari tempat duduknya dan langsung mengambil beberapa kertas yang dia simpan dengan rapi.


"Ini adalah sinopsis dari novel masa lalu Mauren, anda bawa saja dulu dan bacalah perlahan, saran ku jangan pernah menilai sesuatu hal hanya dari luarnya saja sebelum anda mengetahui keseluruhan dari semua isinya."

__ADS_1


Dave yang menerima sinopsis dari masa lalu Mauren kini hanya terdiam, sungguh hatinya ingin berontak ketika Kiara tidak mengizinkan karya cinta sang dokter untuk diadaptasi.


"Baiklah Anyelir jika kau menginginkan karya ini yang akan di adaptasi aku akan memberikan langsung kepada CEO rumah produksi untuk di baca terlebih dahulu, karena beliau yang harus memutuskan akan hal ini."


"Silahkan."


Setelah mendengarkan perkataan dari Kiara, Dave langsung beranjak dari tempat duduknya dan langsung meninggalkan ruang kerja Kiara.


Kini tinggal Kiara seorang diri di dalam ruangan, dengan perlahan Kiara mengeluarkan satu foto dari dalam laci kerjanya.


"Apakah ini adalah jawaban dari Tuhan? jika memang ini jawaban dari Tuhan, maka jalan sempit ku akan tetap terbuka dengan lebar."


Air mata Kiara kini terjatuh pada album foto tersebut ketika dengan sengaja Kiara mengingat semua masa lalunya.


Hari itu menjadi hari yang tidak di duga - duga oleh Kiara ketika ada staf dari salah satu rumah produksi menghampirinya.


"Halo pak dokter."


Menjelang malam setelah menyelesaikan beberapa naskah Kiara tentunya tidak melupakan janjinya terhadap Hendra sang dokter tampan yang menjadi model di dalam novel cinta sang dokter.


"Kiara kau cantik sekali malam ini "


Sungguh malam itu Hendra di buat terpesona oleh tampilan wajah Kiara yang memancar cahaya tersendiri dari setiap wanita yang dia temui.


"Jangan kau gombal lagi Hen, aku belum mandi, setelah menutup toko buku aku langsung datang kemari."


Kiara mengatakan hal tersebut sambil duduk di samping Hendra.


"Nah itu lah membuat mu berbeda Kiara, kau tetap menjaga setiap penampilan mu meskipun keadaan mu sedang sangat sibuk."


"Ya menjaga penampilan dengan hanya menyisir rambut dan merapikan pakaian."


Setelah itu mereka berdua pun tertawa.


"Ayo Hendra apa yang akan kau makan malam ini, apakah aku perlu untuk memilih kan mu juga?"


"Jika memang Anyelir berkenan aku juga tidak akan menolaknya."


"Sssst pelan kan suara mu Hendra! sampai saat ini hanya kau yang mengetahui jika Anyelir dan Kiara adalah orang yang sama."


Kiara mengatakan hal tersebut sambil menatap tajam ke arah Hendra.


"Ya, ya maafkan aku Kiara, jadi malam ini pesan kan aku satu nasi goreng kambing dan es campur yang paling dingin."


"Baiklah Hendra."

__ADS_1


Dengan cepat Kiara menuliskan semua menu yang kini sudah dia pesan, dan begitu makanan datang, Kiara dan Hendra menyantapnya dengan sangat baik.


Malam hari ini Kiara dan Hendra saling bertukar pikiran tentang pekerjaannya masing - masing, ya dua profesi yang sangat berbeda kini sedang saling berhadapan.


__ADS_2