ANYELIR ( KIARA)

ANYELIR ( KIARA)
PELUKAN HENDRA


__ADS_3

Dengan berani, pada malam hari ini untuk pertama kalinya Kiara membuka satu identitas masa lalu yang selama ini dia rahasiakan dari siapapun.


"Kiara ini sudah malam, dan aku sudah lelah, kau tidak sedang bercanda kan Kiara? Jika kau sedang bercanda karena hari ini adalah hari ulangtahun mu, sungguh Kiara candaan mu kali ini sangatlah tidak lucu."


Dengan cepat Kiara langsung menggelengkan kepalanya.


"Aku sedang tidak bercanda Hen, semua hal yang saat ini aku katakan itu adalah benar, aku adalah mantan narapidana yang pernah menjalani masa hukuman selama lima tahun."


Seketika itu juga ruangan menjadi hening, saat ini Hendra sama sekali tidak bisa mengatakan apapun kepada Kiara, satu wanita yang saat ini masih duduk di sampingnya sambil menangis.


"Kasus apa Kiara?"


Dengan berani pada akhirnya Hendra menanyakan atas kasus yang membuat Kiara harus di hukum.


"Pembunuhan Hen."


Deg


Sungguh saat ini Hendra kembali di buat sangat kaget, wanita yang hatinya sangat lembut ternyata pernah membunuh seseorang yang pada akhirnya membuatnya di hukum


"Aku membunuhnya, ya membunuh papa tiri dengan ke dua tangan ku sendiri."


"Atas dasar apa kau melakukan hal itu Kiara?"


Kedua tangan Kiara kini saling menggenggam saat Hendra menanyakan hal itu, karena mau tidak mau Kiara harus kembali mengingat - ingat kembali peristiwa di masa lalu.


"Jika saat ini kau belum siap untuk bercerita, aku tidak akan memaksa mu Kiara."


"Papa tiri ku mencoba untuk memperkosa, dan aku membunuhnya untuk melindungi diriku Hendra."


Kiara pada akhirnya kembali mengatakan hal tersebut dengan menundukkan kepalanya, saat ini Kiara sama sekali tidak berani untuk memandang wajah Hendra.


"Aku tidak tau apakah kau bisa merasakan hal yang aku rasakan, atau saat ini kau memberikan penghakiman terhadap ku, namun yang ingin aku ceritakan kepada mu, peristiwa itu terjadi saat aku berusia tujuh belas tahun."


Kiara kembali menangis nafas panjang ketika dirinya mencoba untuk menguatkan dirinya sendiri saat akan menceritakan kelanjutan cerita masa lalunya.


"Keluarga ku adalah keluarga yang sangat berantakan Hen, mama selalu mengalami kekerasan fisik oleh ayah tiri ku, dan bukan hanya mama yang dia inginkan menderita, aku juga sama ingin di buatnya menderita."


"Lalu sebenarnya siapa ayah kandung dari Helen? apakah peristiwa itu juga dia ketahui saat itu?"

__ADS_1


kini Hendra kembali menatap tajam ke arah Kiara.


"Ayah kandung Helen adalah guru ku di sekolah, ya sekolah putih abu -abu, waktu itu dia adalah guru baru di sekolah ku."


Kiara kembali terdiam, dan pada akhirnya kembali menceritakan satu demi satu bagaimana pertemuannya dengan Adrian ( ini bisa baca novel Silent Love yah😇)


"Kami melakukan itu hanya sekali, dan saat itu Adrian dalam keadaan mabuk, namun setelah itu aku keluar dari apartemennya dan tak lama setelah kejadian itu ada kasus percobaan pemerkosaan yang dilakukan oleh papa tiri."


"Saat itu Adrian pasti mengetahui jika aku pada akhirnya masuk kedalam penjara dan menjalani hukuman, namun di saat itu pada akhirnya aku tidak lagi bertemu dengan Adrian dan..."


Kiara kembali terdiam.


"Dan apa Kiara?"


"Adrian sama sekali tidak mengetahui bahwa selama di dalam tahanan aku sempat mengandung dan pada akhirnya melahirkan Helen, itulah sebabnya sampai saat ini Adrian sama sekali belum mengetahui jika dia memiliki seorang putri yang telah beranjak dewasa."


"Kau harus memberitahu Adrian Kiara, semua cerita ini."


dengan cepat Kiara langsung menggelengkan kepalanya.


"Untuk apa Hendra? Aku tidak akan menjamin jika Adrian pada akhirnya mengakui Helen sebagai anak kandungnya sendiri."


Kiara kembali terdiam dengan semua perkataan Hendra.


"Dalam hal ini Helen sama sekali tidak memiliki andil apapun, Helen adalah seorang anak yang berhak untuk mendapatkan kasih sayang ke dua orang tuanya, terlepas apapun status mereka saat ini, apakah masih bersama atau sudah berpisah."


"Entahlah Hen, sampai saat ini aku belum bis memberikan jawaban apapun tentang identitas Adrian terhadap Helen."


"Ya Kiara aku paham dengan apa yang saat ini sedang kau rasakan, namun sekali lagi dalam hal ini aku mohon untuk kau tidak memikirkan diri mu sendiri, kembalilah berkorban untuk Helen."


Adrian mengatakan hal tersebut sambil menggenggam tangan Kiara untuk memberikan kekuatan.


"Terima kasih Hendra."


"Sama - sama Kiara."


Hendra mengatakan hal tersebut sambil tersenyum ke arah Kiara.


"Maafkan aku yang telah membuat kacau semua rencana kejutan ini Hen."

__ADS_1


Kiara mengatakan hal tersebut sambil melihat kue ulang tahun untuknya yang saat ini masih tergeletak di ata meja.


"Tidak masalah Kiara, ulang tahun tidak hanya identik dengan lilin dan kue bukan?"


"Iya kau betul Hendra."


"Kiara apakah kau mengizinkan jika aku memeluk mu? Ah maafkan aku bukan maksud ku seperti itu, sebagai sahabat aku hanya ingin mengucapkan selamat ulang tahun dengan cara ku sendiri, namun jika kau tidak berkenan, maka aku tidak akan pernah memaksanya."


"Lakukan lah Hendra, aku sangat percaya kepada mu."


Setelah mengatakan hal tersebut Kiara merentangkan ke dua tangannya dan tubuh Kiara langsung di sambut oleh Hendra, kini Kiara tenggelam di dalam pelukan hangat sang dokter Psikiater.


"Selamat ulang tahun penulis novel Anyelir, selamat ulang tahun wanita kuat bernama Kiara, Tuhan akan terus menyertai mu, kebahagiaan akan terus bersama dengan mu."


"Amin Hendra."


Ada rasa sangat nyaman dari Kiara saat dirinya masuk ke dalam dekapan Hendra, sebuah rasa aman begitu kuat masuk ke dalam relung hati Kiara, perlindungan dari satu laki - laki dewasa yang selama ini tidak pernah dia rasakan kini untuk pertama kalinya dirasakan.


Pelukan dengan penuh kasih sayang Hendra berikan kepada Kiara, dan untuk sejenak Hendra membiarkan tubuhnya di peluk erat oleh Kiara.


"Kiara apakah aku sudah boleh pulang?"


Deg


Seketika itu juga Kiara sadar bahwa dirinya sudah terlalu lama memeluk Hendra.


"Hendra, maafkan aku bukan maksud ku."


"Sssst, sudah tidak perlu di jelaskan aku mengerti apa yang saat ini sedang kau hadapi."


Hendra mengatakan hal tersebut sambil mengambil jas dokter yang sejak tadi ada di kursi samping mereka.


"Jaga diri mu baik - baik Kiara, jika kau membutuhkan aku jangan pernah sungkan untuk menghubungi aku."


"Baik Hen."


Dan setelah mengatakan hal tersebut Hendra membuka pintu rumah Kiara dan langsung menghilang dari hadapan Kiara.


Dengan perlahan Hendra masuk ke dalam mobil dan kembali' melajukan mobil tersebut ke arah jalan raya.

__ADS_1


__ADS_2