
"Ada apa Kiara? kau seakan - akan begitu sinis dengan ku pada hari ini?"
Hendra yang merasakan Kiara hari ini berbeda mengatakan terus terang kepada Kiara.
"Hen, aku hanya heran kepada mu, kenapa kau begitu peduli dengan Helen?"
Deg
Pertanyaan Kiara hanya di tatap Hendra dengan tatapannya yang tajam.
"Apa maksud mu mengatakan hal itu Kiara?"
"Ayo ikut aku Hendra."
Setelah mengatakan hal tersebut Kiara mengajak Hendra masuk ke dalam ruang kerjanya, sadar bahwa toko buku adalah tempat umum untuk berbicara lebih dalam, Kiara mengajak Hendra masuk ke dalam ruangan kerjanya.
"Kau tau Hen, sikap mu kepada Helen, membuat aku menderita!"
__ADS_1
"Menderita seperti apa Kiara, selama ini aku hanya ingin membantu mu!"
Hendra yang sampai detik ini belum mengerti apa yang di maksud oleh Kiara kembali mengatakan hal tersebut.
"Helen akan membandingkan aku dengan mu, Helen akan merasa lebih di sayang oleh mu dibandingkan dengan ku, Helen akan lebih merasa di perhatikan oleh mu daripada aku, dan hal itu yang selama ini membuat aku tidak pernah akur dengan Helen!"
Pagi ini pada akhirnya Kiara mengatakan semua isi yang sudah lama dia pendam.
"Jadi aku mohon Hendra menyingkirkan lah dari kehidupan ku dengan Helen, kehadiran mu yang kau anggap menolong, sama sekali tidak ada efeknya untuk ku!"
Deg
"Jangan ganggu kami Hen, kau memiliki segalanya, perjalanan hidup mu juga tidak seperti ku, kau tidak pernah merasakan apa yang aku rasakan Hendra!"
Kiara mengatakan hal tersebut dengan wajahnya yang merah padam menahan amarahnya.
"Kau kira aku adalah penyebab dari semua yang terjadi, jadi kau kira aku adalah orang yang memisahkan mu dengan Helen? sungguh Kiara pikiran mu picik sekali!"
__ADS_1
Deg
Baru kali ini Kiara mendengarkan Hendra mengeluarkan kata - kata kasar.
"Yang selalu aku tidak pernah bosan katakan kepada mu, Helen bukanlah anak kecil lagi, dia tau semua yang terjadi di rumah ini, ya semuanya termasuk perselingkuhan mu dengan CEO rumah produksi tersebut."
Deg
Kiara hanya bisa terdiam dengan semua hal yang yang saat ini dituduhkan kepadanya.
"Setiap Helen datang kepada ku, kau tau betapa banyak air matanya yang keluar di setiap sela - sela ceritanya, kau tau betapa hancur hati Helen saat melihat kau dan Adria masuk ke dalam kamar dan tidak keluar cukup lama."
"Atau saat diam - diam Helen melihat mu diantar pulang oleh Adrian pada larut malam dalam keadaan mabuk!"
"Kiara satu hal yang ingin aku tanyakan kepada mu, di mana harga diri mu? Kali ini harga diri di hadapan anak mu sendiri?"
"Semua hal yang sudah kau lakukan terekam jelas di dalam otaknya Helen, Helen diam karena dia masih sayang dan sangat menghargai mu karena kau adalah ibu kandungnya, apakah kau pernah berpikir sampai sejauh ini Kiara? Aku rasa kau tidak pernah memikirkan sampai sejauh ini."
__ADS_1
"Yang kau pikirkan adalah tiba - tiba Helen semakin jauh darimu dan aku adalah penyebabnya, seharusnya kau mengkoreksi diri mu sendiri mengapa sampai putri kandung yang paling kau cintai tiba - tiba merasa jijik jika dengan dengan mu."