ANYELIR ( KIARA)

ANYELIR ( KIARA)
AKU MANTAN NARAPIDANA


__ADS_3

"Sekali lagi kawan Adrian, dimana kau saat itu semua terjadi kepada ku? Apakah kau tidak pernah malu melakukan hal itu, sungguh binatang lebih baik daripada kau Adrian!"


"Cukup Kiara, kau sudah cukup keterlaluan!"


Adrian yang mendengarkan beberapa kata umpatan Kiara kini sudah tidak tahan lagi.


"Ya aku akui aku salah, namun semua sudah terjadi, saat ini jika kau menuntut tanggung jawab dari ku, mana mungkin aku bisa memenuhinya, saat ini aku sudah menikah dan memiliki satu orang putri, jadi lupakan saja semuanya Kiara, karena jika kau ingat - ingat lagi pun percuma, tidak akan bisa untuk membalikkan keadaannya yang sudah terjadi!"


Adrian pada akhirnya kembali mengatakan hal itu seperti tidak terjadi apa - apa.


"Lantas kenapa kau meminta ku untuk mundur dari film itu, apakah kau terlalu takut jika cerita lama kita sampai terbongkar? Akhirnya kau sadar juga jika novel masa lalu Mauren itu adalah kisah kita berdua."


Kiara mengatakan hal tersebut dengan tersenyum sinis.


"Semua tidak ada hubungannya Kiara, aku hanya tidak ingin kembali melihat masa lalu ku saja."


Adrian mengatakan hal tersebut dan berusaha untuk menutupi kekhawatirannya terhadap kemungkinan demi kemungkinan yang dapat terjadi ketika cerita novel tersebut diangkat menjadi film layar lebar.


"Aku tidak akan pernah membatalkan kontrak yang telah aku setujui sendiri, dan aku harap kau menjadi laki - laki sejati dengan tidak bersikap seperti ini, segala sesuatu yang telah kita lakukan itu pasti memiliki konsekuensi dan semuanya itu harus dihadapi bukan lari."


Kiara mengatakan hal tersebut dengan berani kepada Adrian, dan setelah itu Kiara membuka pintu ruangan meninggalkan Adrian seorang diri di dalam ruangan.


"Sittt! arrrrh kenapa aku setakut ini, tak bisakah aku bersikap biasa saja!"


Adrian mengatakan hal tersebut dengan melemparkan badannya ke sofa, sungguh saat ini dirinya di hantui rasa takut yang teramat sangat luar biasa, Adrian begitu takut ketika setiap masa lalu yang dia miliki pada akhirnya terbongkar.


Sementara itu kini Kiara berlari dan masuk ke dalam mobilnya.


"Sampai matipun aku tidak akan pernah membatalkan kontrak untuk novel ini Adrian."


Dengan penuh dendam Kiara mengatakan hal tersebut dan langsung melakukan mobilnya dengan sangat kencang ke arah jalan raya, Kiara kini seolah - olah tidak peduli lagi dengan nyawanya.


"Selamat ulang tahun Kiara!"


Begitu Kiara tiba dan membuka pintu, terdengar tiupan terompet dan teriakan kebahagiaan dari satu laki - laki yang sejak tadi sudah menunggu kedatangannya.


"Hen, aku ulang tahun?"


Sungguh hati Kiara tersentak kaget ketika dirinya melihat banyak sekali hiasan demi hiasan lengkap dengan lilin dan juga kue ulang tahun untuknya.


"Ah Kiara mungkin kau terlalu capek saja, lihat ruangan ini, Helen yang menghiasnya untuk mu Kiara."


Hendra mengatakan hal tersebut sambil mengarahkan matanya kepada Helen yang sejak tadi hanya menundukkan wajahnya.


Kini kesadaran Kiara mulai kembali dan seketika itu juga Kiara langsung mendatangi Helen dan memeluknya.

__ADS_1


"Terima kasih sayang, terima kasih, mama tidak menyangka jika hiasan yang kau buat ini sungguh bagus."


"Ma, mama bau alkohol!"


Deg


Karena terlalu kaget Kiara melupakan sesuatu hal penting yang saat ini masih melekat erat di bajunya.


"Om Hendra mama bau alkohol, mama mabuk, Helen tidak mau dekat - dekat dengan mama dulu."


Helen mengatakan hal tersebut sambil mendekatkan diri kepada Hendra.


"Sayang, mama tadi ada acara bersama dengan kawan mama, mama hanya minum sedikit nak."


kini Kiara kembali mengatakan hal tersebut sambil memohon kepada Helen.


"Pergi ma, Helena tidak mau dekat - dekat dengan pemabuk, Helen tidak mau punya mama yang suka mabuk!"


Rasa sedih kembali hinggap di hati Kiara ketika mengetahui anaknya tidak mau untuk dekat lagi kepadanya.


"Helen, tidak baik seperti itu, bukannya tadi Helen yang menyarankan om Hendra untuk membuat kejutan mama ulang tahun?"


Hendra yang mengetahui bahwa Helen dan Kiara akan terlibat konflik panjang lagi mencoba untuk menengahinya.


"Iya om, tapi sekarang Helen mau masuk ke dalam kamar saja."


"Helen sayang maafkan mama, Helen.."


"Kiara."


Hendra memanggil nama Kiara sambil memberikan isyarat untuk diam.


"Hen, apakah sekarang kau juga akan marah kepada ku?"


Kiara mengatakan hal tersebut dengan pasrah sambil ke dua matanya mulai kembali basah.


"Ayo duduklah."


Dengan lembut Hendra mengandeng tangan Kiara dan mengajaknya untuk duduk di kursi tamu.


"Ini minumlah, air putih hangat akan membuat keadaan tubuh mu lebih baik."


Hendra mengatakan hal tersebut sambil memberikan segelas air mineral hangat ke tangan Kiara.


"Terima kasih Hen."

__ADS_1


Kiara langsung meminum air mineral hangat tersebut.


"Kiara sebenarnya apa yang terjadi? Maafkan aku jika aku tidak percaya apa baru saja kau katakan kepada Helen."


Kiara kembali terdiam, cukup lama Kiara menatap tajam ke arah Hendra, Kiara sedang menyakinkan dirinya sendiri apakah Hendra menjadi tempat cerita yang baik untuknya saat ini.


"Hari ini aku bertemu kembali dengan ayah kandung Helen."


Kata - kata yang pada akhirnya meluncur dari mulut Kiara beserta dengan tangisannya.


"Kau tau Hen, CEO yang akan mengadaptasi salah satu novel ku ini lah yang aku temui."


Sungguh kata - kata Kiara kini sangat terbata - bata.


"Tunggu Kiara, jadi yang kau maksudkan bahwa CEO tersebut ayah kandung daripada Helen?"


Dan kini Kiara hanya bisa menganggukkan kepalanya saja.


"Ya, ya aku mengerti sekarang!"


Hendra mencoba untuk memahami keadaan Kiara yang saat ini berani untuk terbuka kepadanya.


"Jadi kapan dia akan mengunjungi Helen?"


"Laki - laki itu tidak akan pernah mengunjungi Helen Hen."


"Apa yang kau maksudkan Kiara? bukankah dia adalah ayah kandung Helen?"


"Sampai saat ini laki - laki tersebut tidak pernah mengetahui bahwa dirinya memiliki anak dari ku."


Kiara mengatakan hal tersebut dengan suara yang sangat pelan, dan ke Hendra mencoba untuk lebih memahami lagi apa yang telah Kiara katakan.


"Kiara apakah kau berkenan untuk menceritakan semuanya? karena sungguh aku belum bisa mengerti cerita keseluruhan ini."


Kembali Kiara menetap ke arah Hendra.


"Laki - laki itu adalah laki - laki yang meninggalkan ku di masa - masa aku di dalam tahanan."


Deg


Sungguh saat ini ke dua mata Hendra terbelalak mendengarkan pengakuan Kiara..


"Kenapa Hen? apakah kau kaget dengan pengakuan ku? Ya wanita yang saat ini sedang menangis di hadapan mu adalah mantan narapidana."


Dengan penuh ketegaran Kiara pada akhirnya berani mengakui masa lalu yang selama ini dia simpan begitu rapat untuk dirinya sendiri.

__ADS_1


"Aku adalah narapidana yang mendapatkan lima tahun hukuman penjara."


__ADS_2