
Kiara harus membungkam mulutnya ketika Adrian mengeluarkan jurus - jurus dahsyatnya untuk menaklukkan wanita di atas tempat tidur.
Malam hari ini pada akhirnya Kiara kembali terlena di dalam pelukan Adrian, dan di malam yang sama Kiara mengambil keputusan gila dengan melakukan hubungan badan tersebut di dalam rumahnya sendiri.
Rumah yang selama ini dia tempati dengan Helen, rumah yang selama ini dia jaga, dan pada akhirnya malam ini Kiara menggunakan rumah tersebut untuk memadu cinta terlarang dengan laki -laki millik wanita lain
Hentakan demi hentakan, penyatuan penyatuan yang dilakukan oleh Adrian kepadanya membuat Kiara lupa akan setiap hal yang sejak dulu dia pegang, prinsip yang dia anut dan logika yang semakin kecil beradu dengan perasaan yang semakin besar.
Beberapa kali Adrian membiarkan cairan cintanya masuk kedalam rahim Kiara, Kiara sudah tidak peduli lagi jika hal tersebut bisa mengakibatkan dirinya hamil, saat ini Kiara hanya bisa pasrah dengan menyerahkan tubuhnya dibawah kendali Adrian.
Cukup lama permainan panas tersebut terjadi, rupanya baik Kiara dan Adrian memiliki stamina yang bagus untuk melakukan hal terlarang itu.
"Mas Adrian janji tidak akan pernah meninggalkan Kiara kan?"
Di akhir penyatuan Kiara membisikkan hal tersebut kedalam telinganya Adrian.
"Ya sayang, aku berjanji tidak akan pernah meninggalkan mu, kita jalani hubungan ini secara tersembunyi terlebih dahulu,berikan aku waktu untuk aku bisa mengatakan sebenarnya kepada Meira, setelah aku mengatakan semuanya, aku akan meninggalkan Meira dan kembali bersama dengan mu."
Kiara hanya bisa menganggukkan kepalanya sambil terus menikmati panasnya permainan ini, Adrian yang pada akhirnya menjadikan tubuh Kiara sebagai candu, terus menerus menyentuhnya tanpa membiarkan dirinya beristirahat.
Aku terlalu meremehkan kemampuan mu di atas ranjang Kiara, tubuh mu sungguh membuat ku ingin terus menyentuh mu.
Adrian pada akhirnya mengatakan hal tersebut ketika melihat Kiara kelelahan dan memejamkan ke dua matanya, dengan cepat Adrian mengambil selimut yang tergeletak di atas lantai, Adrian memakai selimut tersebut untuk menutup tubuh Kiara yang masih telanjang.
"Aku harus segera pulang, jika tidak ingin Meira curiga."
Setelah mengatakan hal tersebut Adrian bangkit dari tempat duduknya dan langsung memakai semua pakaiannya dengan tergesa - gesa, hari yang sudah semakin larut membuat Adrian harus segera kembali ke rumah.
Dengan cepat Adrian keluar dari ruang kerja Kiara dan menuju ke pintu keluar, Adrian masuk ke dalam mobil dan dengan sesegera mungkin melajukan mobil tersebut ke arah jalan raya.
Di satu sisi, Adrian sama sekali tidak menyadari jika daritadi ada sepasang mata yang terus menatapnya secara tersembunyi dari balik kaca jendela kamar, Adrian tidak pernah sadar jika sepasang mata tersebut juga memiliki sepasang telinga yang mendengarkan semua pembicaraan Kiara dan Adrian saat berada di ruang tamu.
Air mata mengalir dengan deras, namun dirinya tidak boleh sampai terdengar sedang menangis, pada akhirnya sepasang mata tersebut hanya bisa menarik selimut dan menyembunyikan semua tangisannya bersama dengan rasa lelah yang kini menghantam ke sekujur tubuhnya.
__ADS_1
"Mas baru pulang?"
Deg
Begitu Adrian sampai di teras rumah, Adrian masuk ke dalam dan menghidupkan lampu, tiba - tiba saja Adrian melihat Meira masih menunggunya di ruang tamu..
"Mei kau belum tidur?"
Adrian kembali bertanya dan mengusahakan agar suaranya terlihat datar, sesekali Adrian mengendorkan dasinya.
"Belum mas, aku tidak akan pernah bisa tidur sebelum mas Adrian pulang, hari ini mas Adrian tidak memberikan aku kabar akan pulang terlambat, jadi aku memutuskan untuk menunggu mas Adrian saja di ruang tamu."
"Maafkan aku sayang, tadi ada beberapa rapat yang harus aku selesaikan setelah jam pulang kantor."
Adrian mengatakan hal tersebut sambil mencium kening istrinya agar sang istri merasa tenang.
"Ayo mas mandi, sudah aku siapkan air hangat dan aroma terapi."
Dengan senyuman yang manis Meira mengatakan hal tersebut kepada Adrian dan Adrian hanya bisa menganggukkan kepalanya untuk membalas semua perkataan Meira.
Meira mengatakan hal tersebut sambil memberikan parfum kepada sekujur tubuhnya, rupanya saat Adrian berada di dalam kamar mandi, Meira mengganti pakaian tidurnya dengan pakaian tidur yang seksi, lekuk tubuhnya yang indah kini telah terlihat sangat sempurna.
"Aku yakin mas Adrian pasti menyukainya."
Dan di saat yang sama pintu kamar mandi terbuka, Adrian keluar dari dalam kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk pada pinggang.
"Mas Adrian kemari lah."
Deg
Di saat yang bersamaan Adrian langsung mengetahui apa yang sang istri mau darinya.
"Meira, malam ini kau berbeda sekali."
__ADS_1
Kata - kata yang mau tak mau harus Adrian ucapkan kepada Meira.
"Kau suka?"
Deg
untuk kesekian kalinya Adrian hanya memandang Meira, tidak ada lagi getar yang gemuruh saat dirinya melihat Meira menggunakan baju tidur yang seksi, kini ke dua matanya hanya memandang dengan biasa saja saat sang istri mencoba untuk menggodanya.
"Suka sayang, kau sungguh menggoda."
Adrian pada akhirnya hanya bisa berbohong untuk memuaskan hati sang istri yang malam ini sudah siap untuk melayaninya.
"Malam ini biarkan aku melayani mu mas."
Setelah mengatakan hal tersebut Meira mulai mengecup kening Adrian, Meira mulai mendaratkan ciuman bertubi-tubi di bibir Adrian, gairah Meira mulai naik, namun tidak dengan Adrian yang begitu dingin mendapatkan perlakuan istimewa daripada sang istri.
"Mas."
Sadar akan sikap dingin Andrian, Meira segera menghentikan semua aksinya.
"Mei, maafkan aku, sungguh maafkan aku, malam ini aku tidak bisa melakukannya, sungguh Mei aku lelah sekali."
Adrian mengatakan hal tersebut sambil menggenggam ke dua tangan Meira yang kini masih terletak di dada bidang miliknya.
Seketika itu juga Meira mulai mengendurkan pelukannya.
"Maafkan aku mas, sungguh aku bukan istri yang pengertian, aku bukan istri yang peka, aku kira ini bisa membuat mas Adrian bisa menjadi lebih rileks."
Hancur hati Meira ketika untuk pertama kalinya Adrian menolak ajakannya untuk bercinta.
Selama ini Meira sama sekali tidak pernah mendengarkan Adrian mengatakan hal itu, se lelah apapun Adrian, tetap dia akan memberikan yang terbaik untuk istrinya.
"Bukan salah mu Mei, namun aku yang lelah, lain kali kita coba lagi."
__ADS_1
Dengan nada yang datar Adrian mengatakan hal tersebut, Adrian kembali memakai celana pendeknya lalu meletakkan diri di atas tempat tidur dan langsung memejamkan ke dua matanya.
Malam ini sikap Adrian sangat dingin kepada Meira, Adrian sama sekali tidak peduli ketika Meira sejak tadi hanya menatapnya saja.