
Suster Dian mengatakan hal tersebut kepada Hendra yang sejak tadi hanya mengenggam erat ke dua tangannya.
Emosi yang sama sekali tidak bis tersalurkan karena dirinya mengetahui posisinya saat ini.
"Lepaskan Kiara Hendra, dia bukan wanita yang baik untuk bisa menjadi pendamping hidup mu, mungkin kau tetap bisa menjadikan dirinya sebagai saudara namun kau harus betul - betul berpikir ketika akan menjadikan dirinya sebagai istri."
"Maafkan aku yang harus mengatakan hal ini kepada mu Hendra, sungguh aku sama sekali tidak memiliki maksud apapun saat mengatakan hal ini, sama sekali tidak, sebagai sahabat aku hanya ingin memberikan masukan untuk mu saja Hendra."
Suasana hening ketika suster Dian selesai berbicara.
"Terima kasih Dian saran dari mu akan aku pikirkan dan juga akan aku pertimbangkan, namun saat ini aku sama sekali belum bisa berpikir banyak."
Selesai mengatakan hal tersebut Hendra langsung berdiri dari tem duduknya.
"Aku harus pergi Dian, sepertinya aku butuh untuk menenangkan hati ku terlebih dahulu."
__ADS_1
"Hati - hati Hendra."
Dan Hendra pada akhirnya hanya bisa mengangguk kepalanya saat mendengarkan ucapan suster Dian.
Kini suster Dian hanya bisa melihat langkah kaki Hendra saat membuka pintu dan Hendra menghilang dari pandangan matanya.
"Maafkan aku Hendra, mungkin aku adalah satu - satunya wanita yang tidak akan pernah rela jika kau bersanding dengan Kiara, aku tidak mempermasalahkan jika pada akhirnya kau menolak ku, namun aku sangat ingin kau mendapatkan wanita yang terbaik di dalam hidup mu, bukan seperti Kiara."
Suster Dian mengatakan hal tersebut dengan perlahan, sungguh saat ini dirinya sangat tidak rela jika Hendra tetap mencintai wanita seperti Kiara..
Siang itu pada akhirnya Hendra memilih satu cafe untuk tempatnya merenung.
Sambil meneguk kopi Hendra mengatakan hal tersebut di dalam hatinya, sungguh saat ini Hendra sedang berperang di dalam hatinya sendiri.
Hendra dengan sekuat tenaga berusaha untuk menghapus adegan demi adegan ranjang Kiara dan Adrian yang ada di dalam media sosial, dan sungguh membuat hati Hendra tak kuasa untuk menahannya lagi.
__ADS_1
Sementara itu di dalam apartemen saat ini Adrian sedang berbicara dengan Dave.
"Dave kau adalah orang yang saat bisa aku percaya, untuk sementara aku tidak akan pergi ke kantor terlebih dahulu, namun kau tidak perlu khawatir, Meira akan kembali untuk memimpinnya."
"Pak Adrian apakah sungguh - sungguh dengan keputusan pas Adrian?"
Dengan mantap Adrian langsung menganggukkan kepalanya.
"Ya Dave, tangan dingin Meira akan kembali lagi bersama dengan kalian semua, jangan pernah meragukan istri ku, karena dia adalah wanita yang hebat."
Dave yang tidak bisa berkata-kata hanya bisa menganggukkan kepalanya.
"Baiklah pak Adrian, namun apakah aku boleh menanyakan sesuatu?"
"Katakan saja Dave apa yang ingin kau ketahui dari ku?"
__ADS_1
"Saya tau saat ini di luar sana sedang ramai dengan kasus ini, namun apakah pak Adrian tidak berniat untuk menyelidiki sampai tuntas?"
"Maafkan aku jika ikut campur urusan pak Adrian, namun negara kita adalah negara hukum, dan semua ini ada aturannya, ada undang-undang yang khusus mengatur hal - hal seperti ini."