
"Ya saya adalah Anyelir pak!"
Dengan tegas Kiara mengatakan hal tersebut kepada pihak aparat yang saat ini ada di hadapannya.
"Ini kartu pengenal saya, nama asli saya adalah Kiara."
Kiara mengatakan hal tersebut sambil menunjukkan tanda pengenal kepada pihak kepolisian.
"Baiklah ibu Kiara tanpa butuh waktu yang berlama - lama, saat ini ibu harus ikut kami ke kantor kepolisian, ini suratnya."
Deg
Jantung Kiara berdegup dengan sangat kencang ketika mendengar apa yang dikatakan oleh pihak kepolisian.
"Ini surat apa pak?"
Kiara mengatakan hal tersebut sambil membuka surat yang diberikan kepadanya.
"Ibu Kiara di minta untuk datang ke kantor polisi sebagai saksi atas video yang saat ini sedang ramai dibicarakan oleh media sosial."
Dan di saat itulah Kiara pada akhirnya bisa mengerti apa yang dimaksudkan oleh pihak kepolisian yang pagi ini sudah berada di kediamannya.
__ADS_1
"Ya pak, saya akan pergi ke kantor polisi saat ini juga."
Kiara mengatakan hal tersebut dan menutup kembali lembar surat yang telah diberikan kepadanya.
"Mbak Kiara apakah betul mbak akan ikut sekarang juga tanpa pendampingan siapapun?"
Jean yang mencemaskan keadaan Kiara kembali menanyakan akan hal itu.
"Ya Jean aku yakin aku akan baik-baik saja di sana nanti."
Kiara mengatakan hal tersebut sambil menggenggam tangan Jean.
"Jaga toko, kalau memang ada banyak awak media yang mencoba untuk menghubungi mu, dan kau tidak kuat untuk menghadapi, kau boleh untuk menutup toko buku ini ya, pesan ku jangan paksakan diri."
Jean hanya bisa menganggukkan kepalanya dan melepaskan kepergian Kiara dengan berat hati.
Jean bisa melihat dengan jelas gurat ketakutan dan kekhawatiran dari Kiara, namun Kiara kini hanya bisa menutupi semua hal tersebut dengan mencoba untuk tetap bersikap tenang.
"Mari pak, saya akan mengendari mobil saya sendiri apakah diperbolehkan?"
"Tentu saja bu Kiara sangat diperbolehkan."
__ADS_1
"Mari pak."
Kiara dan para aparat pada akhirnya undur diri dari toko buku dan masuk ke dalam mobilnya masing-masing.
"Kiara kau harus tetap tenang ya, Kiara kau harus tetap tenang."
Di dalam mobil berkali-kali Kiara mengatakan hal tersebut kepada dirinya sendiri, bagaimanapun juga rasa takut tetap menghantuinya, apalagi saat ini dirinya akan di panggil menjadi saksi atas video porno yang sudah beredar luas di masyarakat.
sepanjang perjalanan tak henti - hentinya Kiara menarik nafas dalam - dalam agar lebih merasakan ketenangan.
Sementara itu di pagi yang sama Adrian saat ini sedang serius berbicara dengan satu orang di dalam panggilan ponselnya.
"Ya Dave aku mengerti, jika memang seperti itu, aku juga akan memenuhi panggilan kepolisian dan bertanggung jawab atas semua hal yang telah aku perbuat, kau siapkan saja pengacara untuk ku."
Setelah mengatakan hal tersebut Adrian menutup panggilan di dalam ponselnya dan kembali duduk di ruang tamu.
"Sungguh Tuhan ini adalah hal yang tidak pernah aku hadapi sebelumnya, Kiara apakah keadaan mu saat ini baik - baik saja?"
Adrian mengatakan hal tersebut sambil memandang ke arah langit- langit, bagaimana pun juga Adrian adalah laki - laki yang telah membuat Kiara masuk ke dalam perapian cinta terlarang yang seharusnya tidak perlu dia jalani.
"Semoga kita bisa menghadapi dengan baik Kiara."
__ADS_1
Hanya hal itu yang Adrian katakan ketika Adrian mengetahui hari ini Kiara di panggil oleh pihak berwenang untuk di minta keterangan.