ANYELIR ( KIARA)

ANYELIR ( KIARA)
KATA MAAF


__ADS_3

Hanya itu yang pada akhirnya Kiara bisa lakukan di tengah - tengah setiap tangisan yang saat ini sedang terjadi antara dirinya dengan Helen.


"Ma, Helen butuh waktu untuk menerima semua ini, tidak gampang untuk Helen ma, mama tau kan dari dulu Helen selalu ingin bertemu dengan papa kandung Helen, hampir setiap Minggu Helen selalu bertanya kepada mama dan pada akhirnya selalu berakhir dengan perdebatan."


"Sekarang Helen sudah mengetahui semua hal yang ingin Helen ketahui, tapi ternyata bukan hanya papa kandung Helen saja yang harus Helen ketahui, tapi semua kehidupan masa lalu mama yang pada akhirnya ikut terkuak, Helen masih belum bisa untuk menerima semuanya dengan cepat ma."


Helen mengatakan hal tersebut sambil menggelengkan kepalanya, bagaimanapun juga Helen hanyalah gadis remaja yang saat ini berusia empat belas tahun dimana seharusnya masa -masa ini dilalui Helen dengan penuh kegembiraan.


"Mama mengerti sayang, mama sangat mengerti jika Helen pada akhirnya belum bisa menerima semua hal yang telah Helen dengar dengan cepat, Helen apakah membenci mama setelah mama berani berkata jujur kepada Helen?"


Kini ke dua mata Kiara kembali menatap ke arah Helen yang saat ini masih memandang tajam ke arah ibu kandungnya sendiri.

__ADS_1


"Helen tidak pernah membenci mama, sama sekali tidak, bagaimanapun juga mama yang yang telah melahirkan Helen, mama yang telah merawat Helen dan mama juga yang selama ini berjuang agar Helen bisa sampai seperti ini."


Dengan tenang Helen mengatakan hal tersebut kepada Kiara, sungguh pendewasaan diri dari seorang gadis berusia empat belas tahun yang kini harus masuk ke dalam permasalahan pelik orang dewasa.


"Terima kasih sayang, semua yang Helen katakan sangat berarti untuk mama saat ini."


Dan pada akhirnya Kiara mengatakan hal tersebut sambil memeluk erat putri tercintanya.


Hasil didikan Kiara, dan curahan hati yang selama ini Kiara berikan membuat Helen bisa berpikir lebih dewasa daripada usianya saat ini, dan hal inilah yang membuat Helen tidak pernah membenci sang ibunda.


Tiba - tiba saja terlintas pikiran akan hal ini dari sisi Kiara dan untuk pertama kalinya Kiara berani mengungkapkan pemikirannya itu.

__ADS_1


"Helen akan ikut kemanapun mama pergi, tapi satu yang Helen minta izinkan Helen untuk menyelesaikan sekolah Helen ma, nanti begitu tahun ajaran baru Helen bersedia."


Dengan cepat Kiara langsung menganggukkan kepalanya.


"Ya sayang mama setuju, terima kasih untuk setiap pengertian yang telah Helen berikan untuk mama, mama bangga sekali memiliki Helen."


Dan untuk kesekian kalinya Kiara memeluk erat kembali Helen yang kini hanya bisa terdiam dengan segala hal yang dilakukan oleh Kiara.


Hati Helen yang masih terluka dengan setiap hal yang telah Kiara sampaikan, tidak menutup Helen untuk tetap memberikan maaf terhadap sang ibunda tercinta.


Luka yang pada akhirnya membuat Helen sadar bahwa selama ini yang dialami oleh Kiara bukanlah sesuatu hal yang mudah.

__ADS_1


Selama ini Helen baru menyadari bahwa apa yang telah terjadi dengan ibundanya bukan lah hal yang biasa - biasa saja.


Dan untuk Kiara malam ini adalah hari paling indah, meskipun di luar sana saat ini banyak sekali orang yang sedang menghujatnya, namun bagi Kiara kata maaf dari putri kandungnya sangat berharga melebihi apapun yang saat ini sedang berlangsung.


__ADS_2