
Malam ini Kiara pada akhirnya lebih banyak berbincang dengan Helen di dalam kamar Kiara.
Sesekali Kiara memeluk dan mencium Helen yang kini lebih manja daripada sebelumnya.
Sementara itu masih di malam yang sama dan di tempat yang lainnya, nampak satu laki - laki sedang tersenyum dengan semua hal yang saat ini sedang terjadi di dalam kehidupan dari Adrian dan Kiara.
"Selamat malam pak Erik."
Satu pengawal yang berpakaian serba hitam masuk ke dalam ruangan yang kini dipenuhi oleh asap rokok.
"Pak besok ada jadwal rapat di Jepang bagaimana pak apakah bapak akan tetap datang?"
"Batalkan saja rapat itu, aku masih tetap ingin berada di sini, karena tugas ku belum selesai."
"Baik pak Erik."
Satu pengawal tersebut kemudian sibuk dengan ponselnya untuk melakukan pembatalan.
__ADS_1
"Bagaimana apakah semua hal yang aku minta sudah dikerjakan?"
"Pak Erik tenang saja, esok hari semua berita terbaru akan naik kembali ke media sosial dan saya jamin ini akan membuat heboh para orang-orang yang akan membacanya."
"Ya dan bukan hanya orang-orang saja, namun Meira pasti akan syok dengan setiap berita yang pada akhirnya berhasil di kumpulkan oleh berita gosip."
Erik mengatakan hal tersebut dengan sangat tenang sambil sesekali masih menghisap rokoknya.
"Aku akan tetap disini sampai aku puas, ya puas untuk memberikan pembalasan kepada Adrian atas setiap hal yang telah dia lakukan kepada ku di masa lalu, kau boleh pergi!"
"Apa yang telah aku lakukan terhadap ku tidak akan pernah bisa terbalaskan meskipun aku melakukan banyak hal yang bisa membunuh mu Adrian, karena rasa sakit yang kau alami saat ini tidak akan sepadan dengan apa yang telah aku alami dulu."
Erik mengatakan hal tersebut sambil memandang sebuah foto dari dalam ponselnya..
Di foto tersebut nampak Adrian dengan wajah tampannya di masa muda, lalu di samping Adrian berdiri satu laki - laki bertumbuh gemuk dan berkulit gelap.
"Jika bukan karena kau, mungkin dulu aku masih bisa mendapatkan banyak yang aku inginkan, jika bukan karena kau lebih segalanya dari ku mungkin aku tidak akan pernah kehilangan Meira, dan arrrrh aku benci jika harus mengingat - ingat masa lalu ku sendiri."
__ADS_1
Setelah mengatakan hal tersebut Erik melemparkan ponselnya ke tembok, dan pecahlah ponsel tersebut.
"Kau harus menerimanya Adrian, sampai ke akar - akar aku akan menghancurkan mu!"
Setelah mengatakan hal tersebut, Erik kembali menuangkan minuman keras ke dalam gelasnya.
Saat ini minuman keras adalah teman setia yang selalu menemaninya.
Malam hari ini Erik memutuskan untuk minum sebanyak mungkin agar esok hari dia tidak perlu mengingat kembali masa lalu kelam yang membuatnya tega untuk melakukan semua hal ini.
"Ya halo Jen ada apa?"
Pagi ini tidur Kiara terbangun oleh dering ponselnya dan ketika Kiara melihat ternyata Jen sang karyawan yang sejak tadi menghubunginya.
"Kau yakin dengan apa yang telah kau lihat Jen?"
Kiara mengatakan hal tersebut sambil bergegas turun dari tempat tidurnya, sungguh saat ini wajah Kiara terlihat sangat serius.
__ADS_1