ANYELIR ( KIARA)

ANYELIR ( KIARA)
SIAPA OM ADRIAN MA?


__ADS_3

Hari ini pada akhirnya Meira lebih berkonsentrasi terhadap setiap pekerjaan lamanya, ya pekerjaan lama yang pada akhirnya berubah menjadi pekerjaan baru untuknya.


Sementara itu menjelang malam, Kiara baru saja menepikan mobilnya di rumah, sudah lebih dari satu hari Kiara memutuskan untuk tidak bertemu dulu dengan Helen yang saat ini entah apa yang sudah dia pikirkan tentang sang ibunda.


"Helen, mama tidak akan pernah tau apa yang saat ini sedang kau pikirkan nak, mama akan mencoba menerima setiap kemarahan mu, dan juga makian mu tentang mama, mama tau kau pasti sudah sangat menderita dengan setiap perbuatan yang telah mama lakukan."


Kiara mengatakan hal tersebut sambil menarik nafasnya dalam - dalam. Sungguh saat ini Kiara sedang mengumpulkan keberanian untuk menghadapi putri semata wayangnya tersebut, ya putri yang dulu dia lihat adalah seorang gadis kecil namun kini sudah tumbuh menjadi lebih dewasa.


Dengan langkah perlahan Kiara membuka pintu mobil dan langsung berjalan menuju ke pintu utama rumah yang selama ini menjadi tempat terhangat antara dirinya dengan Helen.


Dengan penuh keberanian Kiara mencoba untuk membuka pintu rumah dengan kunci duplikat yang dia miliki.


"Mama."


Deg

__ADS_1


Begitu Kiara masuk ke dalam rumah Kiara melihat lampu ruang tamu dinyalakan dan Helen berdiri di kaki tangga seolah-olah sedang menunggu kepulangannya.


"Helen, nak kamu masih belum tidur?"


Kiara mengatakan hal tersebut sambil mendekatkan diri ke arah Helen, namun dengan cepat Helen langsung menepis semuanya.


"Sayang, maafkan mama, pasti saat ini Helen sangat marah kepada mama, sayang Helen boleh memukul mama, Helen boleh memaki, mama akan menerima semuanya, karena mama memang bersalah nak."


Seketika itu juga air mata Kiara mengalir saat dirinya mengatakan hal tersebut, tanpa dipungkiri apa yang telah dia katakan mengingatkan dirinya dengan semua hal yang telah dia lakukan selama ini.


Deg


Kini ke dua mata Kiara hanya bisa memandang tajam ke arah Helen ketika Helen menanyakan perihal tentang Adrian kepadanya.


"Helen memang sedang tidak suka dengan mama, Helen juga tidak pernah setuju dengan semua sikap mama, namun sampai detik ini Helen percaya bahwa mama bukankah wanita yang dituduhkan oleh banyak media sosial, bukanlah wanita murahan seperti yang media sosial katakan."

__ADS_1


Helen ini ikut menangis dengan perkataannya sendiri, sesak perasaannya ketika setiap kata - kata ini keluar dari dalam mulutnya.


"Mama tau, hari ini Helen di panggil ke ruang kepala sekolah, karena Helen telah memukul teman Helen yang mengatakan mama adalah seorang pelacur."


"Helen akan terus membela mama ketika ada teman - teman Helen yang mencoba menghina mama kandung Helen sendiri."


Kini ibu dan anak saling bertatapan, ke duanya menangis dengan kepedihannya masing-masing.


"Satu hal yang Helen ingin tanyakan kepada mama, siapa sebenarnya om Adrian ma? mengapa mama sampai mengorbankan harga diri mama untuk laki-laki itu?"


Deg


Kini Air mata Kiara semakin mengalir dengan deras ketika Helen mencoba mengatakan hal tersebut.


Kini mau tau mau Kiara harus mencoba untuk berani terbuka dengan setiap kisah masa lalu di dalam perjalanan hidupnya.

__ADS_1


"Sayang, maafkan mama, maafkan mama yang selalu membuat masalah untuk Helen, ayo duduklah mama akan menceritakan segala sesuatunya kepada mu dan mama berjanji tidak akan ada lagi sesuatu hal yang akan mama sembunyikan dari mu."


__ADS_2