
Jangan lupa like dan komennya ya❤
Happy reading
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Teng teng teng!
Suara Bell jam masuk mata pelajaran terakhir telah berbunyi. Gala, Giselle dan semua teman-temannya segera bangkit dan berlari menuju kelas.
Mereka kocar kacir takut kalah cepat dengan guru yang pasti juga sudah berjalan menuju kelas. Apalagi kini mereka berada di taman belakang sekolah, taman paling jauh dari kelas.
Apalagi kelas Giselle dan Lili yang berada di ujung, kelas 3 E.
"Buruan!" teriak Usman, yang kakinya paling panjang dan berhasil berlari duluan. Disusul Robby yang bebas berlari tanpa memikirkan gebetan.
Lain halnya dengan Gala dan Anjas yang berlari menyeimbangi Giselle dan Lili. Sampai akhirnya Gisella dan Lili mendahului kedua pria itu.
Kedua gadis ini pun menjulurkan lidahnya, meledek Gala dan Anjas yang berada di belakang.
"Keong!" teriak Giselle dan Lili, lalu tergelak dan berlari semakin kencang.
Gala dan Anjas terperangah, benar-benar gadis yang tidak tahu diri! batin keduanya kompak. Sudah ditunggu malah meninggalkan dan meledek.
"Ayo Gal! tunjukan kekuatan kakimu!" ajak Anjas dan Gala mengangguk. Keduanya lantas benar-benar menunjukkan kemampuan berlarinya.
Hingga dalam sekejap saja Anjas dan Gala berhasil mengejar kedua gadis itu. Bukan melewati begitu saja, Gala dan Anjas meraih tangan gadis mereka, menggandengnya dan berlari bersama.
"Huu!" teriak Usman dan Robby saat melihat tingkah ke-4 sahabatnya itu. Namun semuanya tergelak, dengan kaki yang terus berlari.
Bukan hanya Anjas dan Gala yang mengantar Giselle dan Lili sampai ke kelasnya, namun Usman dan Robby pun ikut sampai di sana.
Lalu keempat murid ini segera berlari menuju kelasnya sendiri. Masuk bersamaan dengan guru mereka.
Dan duduk di kursi mereka masing-masing dengan nafas terengah-engah.
Giselle dan Lili membawa warna baru untuk kehidupan SMA mereka berempat. Terasa lebih menantang dari 2 tahun sebelumnya.
__ADS_1
Kelas 3 ini terasa lebih berarti bagi mereka, karena Giselle dan Lili pula mereka pun memiliki mimpi, memiliki tujuan yang ingin dicapai setelah lulus nanti.
Jam pelajaran pun berakhir, bunyi bell sebanyak 4 kali sudah dikumandangkan, tanda waktunya kini mereka pulang.
Seperti biasa, Gala dan teman-temannya akan langsung menyusul Giselle dan Lili di kelasnya. Namun kini langkah mereka sedikit terhenti saat Arumi memanggil.
"Gala!" panggil Arumi, seraya berlari dan menghampiri Gala. Membuat mereka semua berhenti di depan kelas 3 A.
Semenjak cintanya di tolak, Arumi memutuskan untuk menghindar. Berharap setelah menjauh Gala akan memintanya untuk kembali. Tapi bukannya kembali, Gala malah semakin dekat dengan Giselle. Membuat dia begitu berputus asa, lalu iri saat melihat mereka semua bersahabat dan saling peduli seperti ini.
Arumi, juga ingin jadi bagian diantara mereka. Mengesampingkan cinta dan mengutamakan persahabatan.
Karena itulah, kini Arumi ingin meminta maaf kepada Gala, atas pernyataan cintanya kala itu.
"Ada apa?" Anjas yang bertanya, karena Gala hanya diam dengan tatapannya yang dingin.
"Gala, aku mau minta maaf tentang dulu. Aku hanya ingin kita kembali berteman," jawab Arumi takut-takut, Gala semakin dingin kepadanya.
"Ya sudah, lupakan saja, tidak usah di bahas lagi." Anjas lagi yang menjawab, membuatnya mirip juru bicara Gala. Usman dan Robby pun tergelak.
Giselle dan Lili yang melihat ada Arumi pun menatap aneh, lalu keduanya kompak menatap ke arah Gala. Mencari jawaban dari pria itu, karena hanya Gala lah yang memiliki urusan dengan Arumi.
"Giselle, Lili, maafkan aku ya, selama ini aku selalu memusuhi kalian berdua," ucap Arumi lirih, menghadap ke arah Giselle dan Lili namun dengan sedikit menunduk.
Anjas, Usman dan Robby menganggukkan kepalanya kecil, memberi isyarat Giselle dan Lili untuk memaafkan Arumi saja. Lain halnya dengan Gala yang memilih acuh, bahkan melipat kedua tangannya di depan dada dan menatap ke arah lain.
"Bisakah kita kembali berteman seperti dulu?" tanya Arumi.
"Tapi dulu kita juga nggak temenan sih Ar_"
Ucapan Giselle terputus saat Lili menyikut lengannya. Giselle mendengus, lalu ikut-ikutan Gala memalingkan wajah.
Memaafkan sih memaafkan, tapi untuk berteman rasanya Giselle akan berpikir dua kali. Bagaimanapun Arumi pernah sempat memfitnahnya, lalu coba merebut Gala darinya.
Tapi Lili berpikir lain, dia dengan senang hati menerima Arumi. Lili meyakini bahwa saling memaafkan akan lebih baik, apalagi kini mereka sudah kelas 3, sebentar lagi berpisah dengan semuanya.
Setelah saling memaafkan itu, mereka semua menuju parkiran untuk pulang. Giselle pulang bersama dengan Gala, Lili bersama Anjas, sementara Usman se motor dengan Robby dan Arumi bingung.
__ADS_1
Pasalnya setahu dia rumahnya hanya searah dengan Gala. Namun rasanya tidak mungkin jika kini dia kembali meminta Gala untuk pulang bersamanya.
"Aku naik bus saja," ucap Arumi.
Dan semua orang menjawab OKE dengan kompak.
Membuat Arumi kehabisan kata-kata dan segera berlalu dari sana.
Pulang sekolah hari itu mereka tidak langsung pulang ke rumah, mereka semua memutuskan untuk pergi ke rumah Lili dan belajar bersama menyambut try out 2 minggu lagi.
Try Out adalah sebuah pelaksanaan ujian yang dilakukan sebagai tahap uji coba untuk mengetahui sejauh mana tingkat pemahaman peserta didik, yang didasarkan atas standar kompetensi lulusan (SKL) dan kisi-kisi Ujian Nasional.
Try Out dilaksanakan 3 bulan menjelang pelaksanaan Ujian Nasional dan dilakukan sebanyak 3 kali.
Sampai di rumah Lili mereka semua langsung berkumpul di bawah pohon rindang yang ada di halaman rumah. Di sana juga ada tempat duduk lebar dari bambu yang cukup untuk menampung meraka semua.
Sengaja memilih belajar disini daripada di dalam rumah. Sejuk dan semilir angin dapat mereka rasa dengan jelas.
Ibu Lili pun keluar dan menyapa semua teman anak-anaknya.
"Mana yang cemcemannya Lili?" Tanya ibu Asni, seraya menebak-nebak yang namanya Anjas.
Sebelum salah tunjuk, Anjas langsung menunjukkan dirinya. Membuat semua orang tergelak melihat tingkah percaya diri Anjas itu.
Tawa mereka semua reda saat Lili dan Giselle keluar dari dalam rumah dan menghampiri, dengan membawa se teko air es dan sepiring gorengan.
"Ya sudah belajar yang bener, kalau lapar makan saja di dapur," ucap ibu Lili dan anak-anak itu pun menganggukkan kepalanya dengan patuh.
Dan pelajaran pun di mulai, kini Gala yang memimpin jalannya belajar kali ini. Besok-besok pemimpin itu akan digilir biar adil.
"Gala, minum dulu," tawar Lili setelah Gala selesai menjelaskan.
Gala pun mengangguk dan meneguk air dari gelas Giselle, membuat semua orang menatapnya menggoda.
"Cie, CIUMAN!!!!" Teriak semua orang dengan tergelak, kecuali Giselle yang jadi merona.
Sementara Gala hanya terkekeh, dengan santainya dia terus meminum dari gelas yang sama dengan Giselle.
__ADS_1