Asmara Di Usia 17 Tahun

Asmara Di Usia 17 Tahun
ADU17 BAB 62 - Kamu Siapa?


__ADS_3

"Gala!" panggil Arumi, dia bahkan langsung keluar dari mejanya dan sedikit berlari menghampiri Gala.


Pria yang 5 tahun silam dia cintai dan hingga kini cinta itu masih bersemi, terbukti dengan jantungnya yang kembali berdebar ketika melihat Gala.


"Gala, kamu kembali?" tanya Arumi, dia menatap Gala dengan kedua matanya yang berkaca-kaca. Arumi sungguh tidak menyangka pertemuan ini akan terjadi juga, setelah 5 tahun waktu berlalu.


Arumi tidak lagi melihat Giselle yang berdiri persis di sebelah Gala, yang Arumi lihat hanya Gala tidak ada yang lain.


"Kamu siapa?" tanya Gala, dia sebenarnya ingat namun sengaja memilih pura-pura tidak tahu, karena tidak ingin Arumi kembali mengganggu hubungannya dengan Giselle.


Cukup semasa SMA dulu dan kini Gala tidak mau lagi berurusan dengan Arumi. Terlebih selama ini Gala tahu semua perlakuan buruk Arumi pada teman-temannya. Semasa kuliah Arumi pura-pura tak mengenal mereka semua.


Gala tau semua itu, karena selama 5 tahun dia pergi Gala menggunakan Sean sebagai matanya.


Dan pertanyaan itu berhasil membuat dada Arumi sesak, seolah ditusuk tepat di ulu hati, sakit sekali. Betapa teganya Gala sampai tidak ingat dia.


"Aku Arumi, teman SMA mu." Arumi mengguncang lengang Gala, namun dengan segara Gala menepis tangan itu.


"Jaga sikap mu, kamu karyawan disini kan? jadi jangan melewati batas," ucap Gala dengan suaranya yang dingin.


Arumi membeku, dia bahkan langsung memundurkan kakinya selangkah.


Putri yang menyaksikan itu semua hanya menganga, dia juga menutup mulutnya itu agar tidak menjerit heboh. Dia bahkan melihat dengan jelas saat Direktur utama tampan itu menyentuh pinggang Giselle dan pergi dari sana.


Meninggalkan Arumi yang terlihat sangat syok.

__ADS_1


"Wah apa-apaan ini, apa yang terjadi? ini mimpi bukan sih?" ucap Putri, dia menepuk-nepuk pipinya sendiri dan terasa sakit.


"Aduh, sakit. Ya ampun, apa itu tadi, Giselle? tuan Gala? Arumi? aduh gemes, jangan-jangan pacarnya Gisele tuan Dirut, kyaa!! meleleh."


Putri heboh sendiri, dia bahkan sampai tak peduli pada Arumi yang kini memegangi dadanya yang sesak.


Di dalam lift.


Giselle langsung menatap Gala dengan tatapan tajam, tega sekali calon suaminya ini sampai tidak mengenali temannya sendiri.


Giselle pun terkejut dengan jawaban yang diberikan Gala.


"Kenapa menatapku seperti itu?" tanya Gala, heran.


"Kamu tega sekali, masa tidak mengenal Arumi, dia teman SMA kita."


Giselle mencebik, dia tidak langsung menjawab, namun ditanya tentang penting atau tidak, tentu saja tidak penting.


"Nggak penting sih," jawab Giselle lirih dan Gala langsung tersenyum.


"Memang, yang penting hanya kamu."


"Gombal!"


"Tapi seneng kan di gombali?"

__ADS_1


"Iissh!"


"Aw sakit, jangan dicubit, dicium saja."


"Gala!!" kesal Giselle.


Namun kekesalannya lenyap begitu saja, saat tiba-tiba Gala mendorongnya ke dinding dan melumaati bibirnya. Giselle tidak menolak, dia malah membalas seraya mencengkeram kuat jas yang dikenakan oleh Gala.


Menahan debar di dalam dadanya agar tidak sampai pecah.


"Aku tidak sabar menunggu besok," ucap Gala, setelah melepaskan ciumannya dia menempelkan dahi mereka, juga masih memeluk pinggang Giselle erat.


"Kenapa memangnya?"


"Karena besok kita akan menikah."


Giselle mendengus.


"Kamu tidak percaya?"


"Aku tidak mau menikah siri."


Gala terkekeh.


"Tidak, bukan nikah siri dan kita akan menikah."

__ADS_1


Ciuman kecil kembali Gala berikan sebelum akhirnya mereka keluar dari dalam lift itu.


__ADS_2