Asmara Di Usia 17 Tahun

Asmara Di Usia 17 Tahun
ADU17 BAB 36 - Tong Kosong Nyaring Bunyinya


__ADS_3

Happy reading


...💕...


Jam istirahat pertama Gala, Gisel dan semua teman-temannya termasuk Arumi kali ini tidak pergi ke kantin, mereka semua memutuskan untuk duduk di taman belakang sekolah.


Lini membawa banyak bekal buatan ibunya, 10 potong sandwich yang bisa mereka makan bersama-sama di sini. Usman dan Robby pun sebelumnya sudah membeli beberapa botol air mineral untuk mereka.


"Gala sama Giselle satu botol berdua kan? biar kayak ciuman gitu," goda Robby Seraya memberikan 1 botol air mineral di antara Gala dan Giselle.


Gala tidak memberikan respon apa-apa saat mendengar itu, lain halnya dengan Giselle yang langsung menepuk pundak Robby dengan kuat.


Bugh!


"Astaga! nyut-nyutan sel!"

__ADS_1


"Bodo amat!"


Lili dan yang lainnya tertawa, namun Arumi diam-diam mendengus kesal.


Tak sampai lama mereka berkumpul di sana, kemudian datang seorang adik kelas mereka dari kelas 2, memanggil Gala, Usman, Robby dan Anjas untuk menemui guru Pembina OSIS.


Akan ada rapat untuk membahas anak kelas 1 yang akan mengadakan kemah di sekolah.


Keempat pemuda itu pun pergi meninggalkan para gadis di taman belakang sana, Giselle, Lily dan Arumi.


"Tapi aku sudah kenyang Li untuk kamu saja," jawab Arumi.


"Baru makan satu bagaimana bisa kenyang, habiskan untukmu." Giselle pun ikut buka suara, kembali memberikan 1 potong sandwich itu kearah Arumi. Bukan apa-apa, dia hanya tidak ingin Arumi masih merasa lapar.


Dan Arumi pun tidak bisa menolak, meski sebenarnya dia sedang diet tapi tetap terpaksa memakan sandwich itu.

__ADS_1


"Arumi, setelah lulus sekolah nanti kamu mau melanjutkan kuliah di mana?" tanya Lili, memulai pembicaraan di antara mereka bertiga.


Arumi tidak langsung menjawab, Dia melirik Giselle sejenak kemudian nampak berpikir.


"Em, di Universitas Indonesia," jawab Arumi, bohong. Karena sebenarnya tujuannya adalah Harvard, di mana Gala akan melanjutkan kuliahnya kelak. Tapi dia tidak akan mengatakan yang sebenarnya kepada gak Giselle dan Lili.


"Hem bagus dong, aku sama Gisel juga rencananya ingin melanjutkan di UI, tapi untuk masuk ke sana juga susah, jadi entahlah lihat saja nanti," balas Lili, meskipun nilai try out-nya dan Giselle lumayan bagus, namun tetap saja rasanya masih belum percaya diri untuk bisa mampu masuk di Universitas Indonesia, terlebih seleksi disana sangat ketat.


"Seperti Gala dan Anjas aku juga akan membantu kalian untuk belajar," jawab Arumi, dengan begitu dia akan selalu berada di tengah-tengah Gala dan Giselle.


"Nggak mau lah, biar Gala sama Anjas aja yang ajari kita, biar sekalian pacaran, hahaha," balas Lili lalu tertawa keras, bercanda. Giselle pun ikut terkekeh, jawaban nyeleneh itu memang mereka benarkan juga.


Sementara Arumi hanya tersenyum kecil, rasanya benci sekali melihat tawa kedua gadis ini. Entahlah, Arumi sudah mencoba untuk memiliki hubungan yang baik dengan Giselle dan Lili. Namun tetap saja Arumi merasa tidak pernah menemukan kecocokan dengan mereka.


Arumi menilai Giselle dan Lili terlalu banyak membuang-buang waktu untuk bermain, melakukan hal yang tidak penting namun gaya-gayaan ingin memiliki cita-cita yang tinggi.

__ADS_1


Arumi merasa itu sangat lucu dan tidak masuk akal. Seperti tong kosong nyaring bunyinya.


__ADS_2