Asmara Di Usia 17 Tahun

Asmara Di Usia 17 Tahun
ADU17 BAB 29 - Konsultasi Bu Tuti (Gala)


__ADS_3

Happy reading


...💕...


Gala bukannya tidak tahu jika selama ini Arumi berusaha menjauhkan dirinya dengan Giselle.


Karena tidak ingin hubungannya dengan Giselle kembali menjauh seperti dulu Gala lebih baik menghindari Arumi, bersikap kasar kepada wanita itu agar berhenti mendekatinya.


Dan benar-benar menganggap Jika hubungan di antara mereka hanyalah sebagai teman.


Sampai di kelas, Gala langsung duduk di kursinya. Namun belum sempat menikmati sandarannya, seorang teman menghampiri Gala.


"Gal, kamu di panggil bu Tuti," ucap teman sekelas Gala itu.


"Apa tentang melanjutkan kuliah dimana?"


"Sepertinya begitu."


"Baiklah, aku akan ke ruangan hu Tuti. Terima kasih ya."


"Hem."


Gala bangkit dari duduknya dan di ambang pintu kelas itu dia kembali berpapasan dengan Arumi, namun Gala memilih Acuh dan terus melangkah.


Arumi yang kembali diacuhkan pun hanya mampu menghembuskan nafasnya pelan, lalu masuk ke dalam kelas dan duduk di kursinya sendiri.


Di persimpangan gedung dari gedung kelas 3 dan ruang guru Gala bertemu dengan ketiga temannya yang baru dari kamar mandi.


"Mau kemana lagi?" tanya Robby kepada Gala. Mereka semua berhenti sejenak.


"Di panggil bu Tuti."


"Oh, ya sudah sana," timpal Anjas, dia bahkan mendorong bahu Gala untuk segera berlalu dari hadapan mereka.


Dan Gala pun menganggukkan kepalanya, lalu segera menuju ke ruangan guru dan masuk ke ruang Bu Tuti.

__ADS_1


Kini Gala sudah duduk di kursi di hadapan Bu Tuti.


"Bagaimana Gal? Apa kamu sudah memutuskan untuk lanjut kuliah di mana?" tanya bu Tuti, dia memulai konsultasi tentang Universitas pilihan siswa kelas 3.


Gala tidak langsung menjawab, dia nampak berpikir dengan pikiran yang entah, karena tak ada arah yang dia tuju.


"Apa kamu akan ikut kedua orang tuamu?"


"Itu juga pilihan yang bagus, sangat bagus malah, ibu akan sangat mendukung jika kamu ingin melanjutkan kuliah di Harvard ..."


"Pihak sekolah juga akan selalu membantu persiapanmu jika ingin melanjutkan kuliah di sana ..."


Bu Tuti terus bicara, sementara Gala hanya diam, dia mendengarkan dengan pikirannya yang campur aduk.


"Apa yang membuatmu ragu?" tanya bu Tuti, entah sudah yang keberapa kali dia bertanya namun Gala belum juga menjawabnya.


Dan pertanyaan yang terakhir ini pun sepertinya Gala enggan untuk menjawab.


"Jangan sia-siakan masa depanmu Gal, Ibu percaya kamu bisa menjadi orang yang sukses di masa depan ..."


"Ini semua untuk masa depanmu Gal, Ibu bukannya ingin memaksa namun membantumu untuk menemukan jalan yang terbaik."


Gala menutup pintu ruangan ibu Tuti dengan pandangannya yang nampak kosong dan tatapannya buyar saat terdengar suara bel bunyi kelas masuk.


Gala pun segera kembali menuju kelasnya, di sepanjang perjalanan itu di ujung sana dia melihat Gisel dan lily yang sedang membawa beberapa tongkat bisbol di tangan, mereka berjalan menuju ruang perlengkapan dengan Pak Bas di depannya.


Seketika bibir Gala menyunggingkan senyum, kakinya pun berjalan lebih cepat menghampiri sang gadis, jalan cepat yang lama-lama jadi lari.


"Giselle!" panggil Gala.


Namun bukan hanya Giselle yangcmenoleh. Lili dan bahkan pak Basuki pun melakukan hal yang sama. Melihatvke arah Gala yang menghampiri mereke.


"Biar aku yang bawa," ucap Gala, dia mengambil 4 tongkat bisbol di tangan Giselle dan karung bola di tangan Lili.


"Jangan diambil semua, kita bawa sama-sama," jawab Giselle pula.

__ADS_1


"Udah ayo cepet, ini kelas udah masuk!" ucap pak Bas menengahi. Lili terkekeh, lalu tawanya disusul oleh Giselle dan Gala.


Ketiga murid ini lantas dengan cepat mengikuti langkah pak Bas menuju ruang perlengkapan.


Lalu segera kembali menuju kelas mereka. Gala lebih dulu mengantar Giselle dan Lili menuju kelas 3E.


"Gal, sana pergi ke kelas mu sendiri, ini sudah masuk, nanti kamu terlambat!" ketus Giselle karena Gala malah mengikuti langkahnya menuju kelas 3E.


Dan Lili pun menyetujui ucapan Giselle itu, mereka tidak tega jika Gala sampai di hukum. Tapi jika mereka berdua yang dihukum, Giselle dan Lili tidak akan keberatan, karena mereka sudah biasa.


"Sana pergi!" ucap Lili pula, dia bahkan mendorong tubuh Gala untuk menjauhi mereka.


Gala terkekeh, dia benar-benar merasa di usir oleh kedua gadis ini.


"Aku akan mengantar kalian hingga ke kelas."


"Tidak perlu! kami bisa pergi sendiri, sana cepat ke kelas mu, aku tidak mau kamu terlambat!" bantah Giselle.


"Tapi aku ingin lama-lama bersama mu."


"Huweck!" Giselle dan Lili langsung berlagak muntah dan Gala semakin terkekeh.


"Baiklah aku akan pergi," ucap Gala akhirnya. Namun sebelum benar-benar pergi dia mengusap kasar kedua kepala gadis ini. Lalu segera berlari menuju kelasnya sendiri.


Giselle dan Lili mendengus, wajar saja Gala berucap seperti itu, karena kini mereka sudah sampai di kelas 3E.


Giselle dan Lili masuk dan langsung ditatap tajam oleh guru mata pelajaran.


"Salahin pak Bas Bu, pak Bas suruh kami angkat-angkat olah raga," bela Giselle dan Lili menganggukkan kepalanya dengan setuju.


"Ya sudah sana duduk," titah bu guru itu, membuat Giselle dan Lili bernafas lega.


Sementara di kelas 3A, Gala langsung di izinkan duduk karena guru yang sedang mengajar disana tahu jika Gala baru saja dari ruangan bu Tuti.


...💕...

__ADS_1


Jangan lupa like dan komen 😈


__ADS_2