Asmara Di Usia 17 Tahun

Asmara Di Usia 17 Tahun
ADU17 BAB 35 - Tetap Cool


__ADS_3

Happy reading


...💕...


Jam 6.30 pagi Gisel dan semua keluarganya sudah duduk di meja makan.


Sebenarnya Gilang tidak ada kuliah pagi, tapi pagi-pagi ini dia merasa sangat lapar dan ikut bergabung bersama yang lain.


"Ih Abang jorok, belum mandi langsung makan pagi," keluh Giselle, dia sudah cantik rapi menggunakan baju sekolah, sementara kakaknya masih muka bantal rambutnya kering dan hanya memakai celana Boxer.


"Abang kuliahnya siang, tadi malem begadang periksa makalah adik tingkatnya." Bunda Saras yang menjawab.


Gilang lalu menjulurkan lidahnya pada sang adik dan mulai mengambil nasi untuk dimasukkan ke dalam piring nya.


Giselle mendengus kesal lalu mengambil roti untuk sarapannya, dicelupin dalam segelas susu hangat.


"Hari ini pengumuman TO ya Sell?"


"Iya Yah, doain ya semoga nilai Giselle bagus. Kalo nggak bagus ya seenggaknya lumayan lah, tetep masuk kriteria lulus."


"Aamiin!" Ayah Bambang, bunda Saras dan Gilang sama-sama mengucapkan aamiin.

__ADS_1


Tak berapa lama setelah sarapan itu usai, terdengar suara klakson dari luar sana. Mereka semua bisa menebak jika itu adalah suara klakson motor Gala.


Giselle pun berpamitan pada semua orang, namun sebelum benar-benar pergi bunda Saras memberi Gisel uang 100 ribu.


"Kasih uang ini buat Gala, buat isi bensin dia tiap hari anter jemput kamu."


Tanpa banyak berdebat Gisel pun menerima uang itu dan langsung memasukkannya ke dalam saku baju. lalu segera berlari keluar dan menghampiri Gala yang sudah menunggu.


Gisel berdiri disamping Gala dan memakai helm yang dia bawa dari dalam rumah, setelahnya memberikan uang dari bunda Saras untuk Gala.


"Kata bunda untuk beli bensin, karena setiap hari kamu anter jemput aku," ucap Gisel apa adanya karena memang seperti itulah pesan mama Saras tadi.


Tapi gala sungguh tak senang saat melihat uang merah 100 ribu itu. Gala ingin menolaknya, tapi Gala juga tahu, jika dia menolak pasti Giselle yang akan mengambilnya.


"Jangan, kalau kamu tidak mau berikan saja padaku."


Cletak! Gala menjitak helm gadis ini hingga Giselle merasa telinganya berdengung.


"Kembalikan pada bunda," ucap Gala dan akhirnya Giselle menganggukkan kepalanya dengan mendengus kesal.


Gala hanya tersenyum, lalu menarik tangan Giselle untuk segera naik ke atas motornya.

__ADS_1


Sampai di sekolah, kelas 3 sudah mulai ramai di mading (Majalah Dinding) / papan pengunguman. Nilai TO seminggu yang lalu sudah terpasang disana.


Lili, Anjas, Usman dan Robby belum sampai. Jadi hanya Giselle dan Gala yang ikut bergabung bersama teman-temannya yang lain untuk melihat nilai itu.


"Geser dong, gantian," ucap Giselle, menyelip masuk dan menarik Gala untuk mengikuti tubuhnya yang terhimpit-himpit.


Sampai akhirnya mereka berdua bisa berhasil sampai di depan, persis di hadapan papan pengumuman itu. Lima kertas HVS sudah tersusun rapi untuk tiap kelas, dari kelas A sampai E.


Gala tidak tertarik untuk melihat namanya sendiri di kertas kelas A, matanya langsung tertuju pada kelas E bersamaan dengan gerak mata Giselle.


Mereka berdua melihat nama Giselle ada di urutan pertama kelas itu, nilai terbaik di kelas E, lalu disusul oleh Lili.


"Aa!" Giselle menjerit kegirangan, pun Gala yang tersenyum senang. Nilai Giselle dan Lili cukup tinggi.


Saking bahagianya, Giselle bahkan langsung memeluk Gala dan Gala pun membalas pelukan itu sama eratnya.


Sampai akhirnya Giselle sadar jika ini terlalu intim, dengan canggung dia melepaskan, hingga tatapan keduanya bertemu.


Tatapan itu membuat keduanya merasa jika dunia ini hanya milik mereka berdua, sampai akhirnya banyak suara menyadarkan mereka.


"CIE ... CIEEE!!" teriak semua teman-temannya, hingga membuat Giselle dengan cepat melepaskan Gala lalu mendengus kesal pada teman-teman, malu.

__ADS_1


Lain halnya dengan Gala yang tetap cool dan tersenyum.


__ADS_2