Asmara Di Usia 17 Tahun

Asmara Di Usia 17 Tahun
ADU17 BAB 38 - Siasat Arumi


__ADS_3

Bulan ini masuk musim hujan.


Semenjak Les di mulai, hujan selalu turun rutin setiap sore hari. Bukan hanya membawa mantel, Giselle dan Lili bahkan membawa payung lipat. Payung yang bisa dilipat-lipat dan di gulung jadi kecil, menyerupai botol minum.


Kelas baru di mulai dan di luar sana hujan mulai turun. Mereka jadi lebih menajamkan telinga agar bisa mendengar suara guru yang menjelaskan pelajaran di depan sana. Giselle dan Lili sama-sama fokus.


Sama-sama ingin berjuang dengan sungguh-sungguh untuk mendapatkan nilai yang bagus.


Giselle dan Lili bahkan aktif bertanya andai mereka kurang memahaminya.


Jam setengah 5 sore, mereka semua mulai keluar dari dalam kelas, tapi hujan masih juga belum reda. Berlari dari gedung satu ke gedung yang lainnya pun masih akan kebasahan jika memaksakan diri.


"Untung kita bawa payung," ucap Lili, dia mulai merogoh payungnya yang ada di dalam tas, Giselle pun melakukan hal yang sama.


"Belajar pakai mobil dong Sel, biar kalau les gini pakai mobil Ayah Bambang. Kita kan udah punya KTP, boleh belajar nyetir dan bawa mobil."


"Itu kan mobil Dinas Li, dipake kerja juga sama ayah."


"Iya juga sih." Lili cengir kuda. Setelah sama-sama memegang payung mereka semua segera berjalan menuju kelas 3A.


Gala dan yang lainnya pun sama ingin menghampiri Giselle dan Lili, hingga akhirnya mereka semua bertemu di tengah-tengah gedung kelas 3 itu.


"Hujan lagi," ucap Gala dan Giselle menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


"Lili dan Giselle pulang bersamaku saja, aku tadi bawa mobil," ucap Arumi hingga semua perhatian menuju ke arahnya.


"Serius? canggih!" seru Lili.


Sesaat Lili memang merasa kagum, namun kemudian merasa tak tega jika Anjas harus menembus hujan sendirian. Padahal biasanya mereka selalu bersama.


"Tapi Anjas_"


"Pulang lah bersama Arumi, jangan merepotkan ku saat hujan-hujan begini," potong Anjas dengan nada bercanda, dia bahkan mengacak rambut Lili dengan gemas.


Benar juga, kasian juga kalau Anjas harus mengantarku. Batin Lili.


Jadilah sore itu Giselle dan Lili pulang diantar oleh Arumi. Awalnya mereka mengantar Lili, kemudian terakhir Giselle.


"Sel, kamu dan Gala sudah pacaran ya?"


"Nggk kok, kita temenan doang. Tapi ya gitu, temen tapi anu," jawab Giselle lalu terbahak.


Dan Arumi yang melihat tawa keras itu hanya tersenyum kecil, melirik sekilas lalu kembali fokus menatap jalanan.


Rumah Lili dan Giselle tidak terlalu jauh, karena itulah Arumi memelankan laju mobilnya agar bisa berlama-lama memiliki waktu dengan Giselle.


"Ku kira kalian pacaran, tapi kalau tidak ya wajar saja waktu itu Gala tidak memberitahumu tentang niatnya untuk kuliah di Harvard."

__ADS_1


Mendengar ucapan Arumi itu tawa Giselle langsung mereda, menatap Arumi dan coba mencerna ucapannya barusan.


"Apa maksudmu?" tanya Giselle dengan raut wajah yang lebih serius.


"Karena kalian hanya teman, jadi Gala rasa tidak terlalu penting untuk memberitahumu. Lain halnya jika kamu adalah pacar Gala, dia pasti akan memberitahumu banyak hal, bahkan sebelum kamu bertanya."


Dan mendengar ucapan Arumi itu entar kenapa Giselle merasa tak suka.


Lain halnya dengan Arumi yang merasa senang saat melihat wajah Giselle tak seceria tadi. Arumi akan membuat Gisel mendesak Gala agar mereka menjadi sepasang kekasih.


Dengan begitu Gala akan muak dan menjauhi Giselle, sama seperti saat dia dulu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sapa Author :


Mohon dukungannya ya, ini temenku baru netes jadi penulis, yuk dibantu dukung karyanyaa.


Author kim.nana


Menggoda wanita dewasa


__ADS_1


__ADS_2