Asmara Di Usia 17 Tahun

Asmara Di Usia 17 Tahun
ADU17 BAB 52 - Wawancara Kerja


__ADS_3

"Arumi Hasim."


Panggil seseorang yang keluar dari ruang HRD itu. Arumi yang namanya dipanggil pun langsung bangkit, dengan senyum percaya dirinya Arumi memasuki ruang wawancara itu.


Sementara Giselle makin berdebar menunggu gilirannya.


15 menit kemudian, Arumi keluar dengan senyumnya yang lebar. Makin membuat perasaan Giselle tak menentu. Sebagian orang-orang pun membicarakan Arumi, mengatakan jika sepertinya wanita cantik itu pastu terpilih menjadi salah satu sekretaris.


"Tenang Sell, kamu sama Arumi statusnya sama, sama-sama cari kerja, nggak usah pesimis duluan," bisik Lili pula.


Arumi kembali duduk di kursinya, karena pengumuman tentang diterimanya 10 besar calon sekretaris akan diumumkan hari ini juga.


Kini sudah ada lagi yang masuknke ruang HRD.


"Aku bukan pesimis, cuma gugup, takut gagap pas jawab pertanyaan yang wawancara di dalam sana," jawab Giselle, bicara sama pelannya seperti Lili.


Hingga akhirnya 1 jam kemudian nama Giselle dipanggil.


"Giselle Arindra."


"Saya Bu!" sahut Giselle mantap, dia benar-benar jadi gagap. Bahkan reaksinya itu menyulut tawa sebagian orang. Termasuk Arumi yang menatapnya remeh.

__ADS_1


Tapi Giselle bukan gadis lemah, asal dia punya tekat kuat semuanya mampu dia gapai.


Setelah menormalkan kegugupannta Giselle pun masuk ke dalam ruangan itu.


3 orang pewawancara sudah menunggu kedatangannya.


"Silahkan duduk," ucap seseorang yang memanggil nama Giselle tadi.


Giselle duduk dihadapan mereka bertiga, duduk dengan tegap dan duduk.


"Giselle Arindra?" tanya salah satu pewawancara, seorang pria yang usianya nampak masih muda. Sekitar usia kakaknya Giselle, Gilang.


"Kamu masukan lamaran untuk di posisi apa? kita memang butuh 3 sekretaris, 1 sekretaris pribadi dan 2 sekretaris kantor, kamu yang mana?" tanya orang yang sama, setelah dia membaca surat lamaran pekerjaan Giselle yang tak ada pilihan posisi.


"Maaf Pak, saya di posisi manapun bisa," jawab Giselle mantap, daripada ragu dan mengakui kesalahan, dia lebih memilih untuk percaya diri seperti ini.


"Kamu tahu beda sekretaris pribadi dan sekretaris kantor?" tanya pewawancara yang lain, seorang ibu-ibu mirip bu Tuti.


Seketika jantung Giselle bergemuruh hebat, mulai merasa jika dia pasti salah memberikan jawaban.


Namun Giselle tak ingin kegugupannya ini membuat dia terlihat bodoh. Dengan lugas Giselle pun menjawab tahu tentang perbedaan kedua posisi itu.

__ADS_1


Sekretaris kantor atau umum adalah sekretaris yang berfungsi sebagai office manager karena secara formal menjalankan fungsi manajer yang ruang lingkupnya meliputi semua aspek kegiatan di kantor. 


Sementara ekretaris Pribadi merupakan tangan kanan pimpinan. Ia harus mampu mencegah pimpinan agar jangan sampai kelebihan beban atau persoalan kecil yang kurang penting, sehingga pimpinan dapat berkonsentrasi pada persoalan yang lebih penting. Oleh karena itu sekretaris pribadi harus berusaha mengenal sifat dan pribadi pimpinannya, kebisaaannya, kegemarannya, kelebihan dan kekurangan dan melindungi pimpinan agar jangan sampai terjerumus, cara dan kemampuan kerjanya, keperluan dalam melaksanakan tugasnya sehingga pekerjaanya menjadi lebih baik.


Jelas Giselle panjang lebar.


Namun mampu membuat semua orang pewawancara di dalam sana merasa puas.


Tak ada pertanyaan lain, setelahnya Giselle dipersilahkan untuk keluar.


Jam 4 sore serangkaian wawancara itu akhirnya usai, kini petugas HRD menyebutkan 10 nama yang akan kembali mengikuti seleksi besok.


Giselle dan Arumi menjadi dua yang lolos, satu teman Arumi bernama Mona pun ikut masuk juga.


Giselle girang, dia dan Lili bahkan sampai memeluk erat.


"Norak," ucap Arumi, menyindir kedua gadis itu.


Giselle ingin sekali mencabik mulutnya, namun dengan segera Lili tahan.


"Kita udah bukan bocah lagi Sell, inget umur," ucap Lili, lalu segera menarik sang sahabat untuk keluar dari perusahaan yang memiliki 20 lantai itu.

__ADS_1


__ADS_2