Asmara Di Usia 17 Tahun

Asmara Di Usia 17 Tahun
ADU17 BAB 49 - 21 Tahun


__ADS_3

Waktu terus bergulir dan tak bisa di cegah.


Gala benar-benar masuk di universitas Harvard. Giselle, Lili dan Anjas pun menggapai mimpinya untuk kuliah di Universitas Indonesia.


Usman dan Robby kuliah di Universitas Padjadjaran Bandung.


Sementara Arumi pun melanjutkan di universitas yang sama dengan Giselle, Universitas Indonesia. Tapi kini Arumi pjalan sendiri dengan teman-temannya yang baru, tudak lagi bersama dengan Giselle, Lili dan Anjas.


Bahkan terkesan asing, tidak saling mengenal. Tapi Giselle dan Lili sungguh tidak peduli.


Orang baik mereka akan lebih baik, orang jahat ya terserah.


Di kelas yang sedang sepi, tiba-tiba dering ponsel Giselle yang seperti toa mengagetkan semua orang.


Sang dosen di depan sana bahkan langsung menajamkan mata ke arah gadis cantik itu, sedangkan Giselle langsung menjawab panggilan video call itu, mengecilkan volume suaranta hingga habis dan memperlihatkan suasana kelas pada di penelpon, Gala.


Lili dan Anjas hanya saling pandang lalu geleng-geleng kepala.


Di Amerika sudah malam, karena itulah kini Gala menemani Giselle untuk kuliah pagi.


"Giselle! sekali lagi ponselmu hidup di kelas saya, kamu tidak saya izinkan masuk lagi."

__ADS_1


"Maaf Pak," jawab Giselle lirih.


Semasa kuliah ini, Giselle masih tetap saja jadi gadis pembuat masalah.


Sudah 3 tahun waktu berlalu dan mereka terus seperti itu.


Jarak yang membentang jauh diantara Gala dan Giselle tidak membuat mereka pun menjauh, malah terasa semakin dekat dan ingin meraih mimpi bersama-sama.


Hingga nanti di usia ke 25, mereka akan menikah setelah meraih mimpi-mimpi mereka.


"Sekarang tidurlah, disana sudah jam 10 malam kan, besok kamu kuliah pagi," ucap Giselle setelah kelasnya usai. Anjas dan Lili pergi ke kantin lebih dulu, meninggalkan Giselle yang sedang terhubung panggilan dengan Gala.


"Sekarang berapa usiamu?" tanya Gala, dia mulai merebahkan tubuhnya diatas ranjang namun tetap menatap Giselle lekat. Giselle nampak lebih dewasa dan semakin cantik di matanya.


"Kamu semakin cantik," balas Gala di ujung sana, buat kedua pipi Giselle langsung merona.


"Aku tau."


Gala terkekeh, Giselle memang selalu percaya diri dan Gala menyukai itu.


"Hari ini pulang sore?" tanya Gala dan Giselle mengangguk.

__ADS_1


"Musim hujan kan? jangan pernah sampai tertinggal payungmu, jangan berpikir untuk hujan-hujanan."


"Tidak," Jawab Giselle dengan terkekeh. Sekarang dia sudah malu jika basah kuyup karena hujan.


Panggilan itu terus terhubung, sampai akhirnya Gala mengakhiri lebih dulu, karena jika tidak diakhiri mereka tidak akan bisa berhenti.


Dan benar seperti dugaan Gala, sore ini saat waktunya pulang kuliah, tiba-tiba turun hujan.


Anjas dan Lili menggunakan motor berdua, sementara Giselle akan naik bus untuk pulang ke rumah.


"Kalian hati-hati yaa!" teriak Giselle, Anjas dan Lili tadi menemaninya untuk sampai di halte.


"Iya, WA kalau sudah sampai di rumah!" balas Lili pula dengan berteriak, dan Giselle menjawabnya dengan anggukan di kepala.


10 menit menunggu dan akhirnya bus Giselle datang.


Dia duduk di dekat jendela dan melihat air hujan yang menjatuhi kaca dengan begitu deras.


Giselle memeluk tubuhnya sendiri, membayangkan Gala dan berhasil membuatnya merasa hangat.


4 tahun lagi, mereka akan bertemu.

__ADS_1


Waktu yang terbilang lama, namun dengan cinta semuanya akan terasa cepat.


__ADS_2