Asmara Di Usia 17 Tahun

Asmara Di Usia 17 Tahun
ADU17 BAB 53 - Seleksi Hari ke-2


__ADS_3

Hari kedua wawancara.


Hari ini Giselle pergi sendiri, karena Lili tak bisa mengambil izin lagi.


Giselle tetap menggunakan baju kemeja putih dan celana span panjang berwarna hitam. Tubuhnya yang tinggi langsing membuatnya terlihat semakin menawan, meski hanya menggunakan baju sederhana itu.


Berbekal doa dari kedua orang tuanya, kakaknya dan sahabat-sahabatnya, Giselle pun menuju perusahaan itu seorang diri.


Dia datang lebih dulu dari Arumi dan Mona. Mengambil tempat duduk diantara teman-temannya yang lain. Tes mereka akan dilaksanakan jam 8 pagi, dan saat ini masih jam setengah 8.


"Kamu sudah menikah?" tanya wanita cantik disebelah Giselle, saat melihat Giselle memakai cincin yang sangat cantik di jari tangan kanannya.


Ya, 2 bulan terakhir ini Giselle memindahkan cincin itu, dari jari manis tangan kiri ke tangan kanan.


"Belum, ini pemberian kekasihku," jawab Giselle malu-malu.


"Kenapa dipakai di jari manis tangan kanan, nanti orang-orang mengira kamu sudah menikah," ucapnya lagi membuat Giselle jadi bingung harus menjawab apa.

__ADS_1


"Siapa namamu?" tanya Giselle mengalihkan pembicaraan, dia juga menutup jari-jari tangan kanannya menggunakan tangan kiri.


"Putri, namamu?"


"Giselle."


Mereka terus berbincang sampai akhirnya Arumi dan Mona datang dan mencuri perhatian semua orang. Kedua orang itu menggunakan baju yang sangat modis, bahkan terkesan sedikit seksi. Menggunakan rok span diatas lutut, dan baju kemeja dengan belahan dada.


"Cantik sekali mereka, apa kamu mengenalnya? sepertinya kalian dari kampus yang sama," tanya Putri dan Giselle mengangguk kecil.


"Yang kanan namanya Arumi, sebelahnya Mona. Kami saling tahu tapi tidak dekat."


Jam 8 pagi tepat, ke 10 calon sekretaris ini masuk ke sebuah ruangan khusus, kantor khusus sekretaris para petinggi di perusahaan ini. Disana juga ada banyak sekretaris senior.


Hari ini mereka semua akan langsung simulasi menjadi sekretaris sungguhan, siapa yang kerjanya cepat tepat dan rapi lah yang akan dipilih menjadi sekretaris baru disini.


Seperti bersiap mau perang, Giselle pun semangat 45.

__ADS_1


Untung aku pakai celana, ucap Giselle di dalam hati, dia tersenyum miring menatap Arumi. Giselle sangat yakin dengan rok dan heels tingginya itu Arumi akan kesusahan.


10 kandidat sekretaris duduk di kursi yang sudah disiapkan, berhadapan dengan komputer yang sudah menyala.


"Cari file Jadwal Pertemuan Direktur. Dimasing-masing komputer ada 10 file, pilih satu yang lengkap senin sampai minggu lalu cetak. Siapa yang pertama kali memberikannya pada saya, akan mendapat 1 poin. Mulai!"


Giselle dengan segera menggerakkan kursor, mengetikkan nama Jadwal Pertemuan Direktur di pencarian dokumen dan tersenyum saat 10 file itu langsung nampak dimatanya.


Giselle membuka satu per satu, yang tidak lengkap dia langsung hapus file itu hingga tak membuatnya pusing. Sementara teman-temannya yang lain tidak punya cukup keberanian untuk menghapus file, padahal file itu tidak benar-benar terhapus, karena masih bisa dipulihkan.


Tapi hanya jiwa barbar Giselle lah yang bisa berpikir sejauh itu.


Sampai akhirnya Giselle menemukan yang lengkap dan segera di cetak. Mesin cetakknya berbunyi dan berhasil membuat semua orang semakin gugup. Termasuk Arumi yang masih memilih File.


Setelah 4 lembar kertas itu tercetak, Giselle dengan langkah lebar dan anggun memberikannya pada sekretaris senior.


"Bagus!"

__ADS_1


Giselle tersenyum lebar.


Lalu disusul oleh putri, Arumi, Mona dan yang lain-lainnya.


__ADS_2