Asmara Di Usia 17 Tahun

Asmara Di Usia 17 Tahun
ADU17 BAB 28 - Sikap Dingin Gala


__ADS_3

Happy reading💕


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pemandangan manis di lapangan basket saat jam istirahat itu tak lepas pula dari tatapan Arumi, dia pun kini sedang berjalan menuju pinggiran lapangan hendak menghampiri Giselle dan Lili.


"Giselle, Lili," panggil Arumi saat dia mulai dekat.


Kedua gadis yang namanya dipanggil pun langsung menoleh ke arah sumber suara.


Lalu tersenyum dan melambai untuk Arumi duduk di sebelah mereka.


Dan Arumi duduk di sebelah Lili, menjadikan Lili ada diantara Arumi dan Giselle.


"Kamu darimana? tadi saat kami ke kelasmu kamu tidak ada?" tanya Lili, tadi kedua gadis ini memang lebih dulu mendatangi kelas 3A, sebelum Gala dan yang lainnya menjemput mereka di kelas 3E.


"Aku di panggil bu Tuti."


"Kenapa? kamu di hukum?" potong Lili dengan cepat. Giselle pun ikut menatap penasaran ke arah Arumi.


"Bukan, bukan! bu Tuti memberikan beberapa saran untuk memilih tempat aku melanjutkan kuliah nanti," jawab Arumi apa adanya.


"Wah, kalau siswa pinter gitu ya, di arah-arahin masa depannya mau gimana, kalau kita mah dibiarin aja ya Sel," balas Lili sekaligus mengeluh.


"Hooh, padahal kita udah lumayan pinter ya Li," sahut Giselle pula.


"Eh bukan gitu, kata bu Tuti semua murid bakal di panggil kok, tapi dari kelas A dulu," jelas Arumi buru-buru tidak ingin Giselle dan Lili jadi salah paham.


"Oh!" sahut Giselle dan Lili bersamaan.


Ketiga gadis itu kembali berbincang, dengan Arumi yang jadi pusat perhatian. Membahas tentang Arumi dan bu Tuti tadi.


Bu Tuti menyarankan untuk Arumi melanjutkan kuliah di UI, universitas yang menjadi impian bagi Giselle dan Lili.


Bukan hanya itu, dengan nilai yang dimiliki sekarang, Arumi pun bisa langsung mengajukan beasiswa di universitas itu.


Giselle dan Lili tercengang, karena belum apa-apa Arumi sudah mendapatkan penawaran yang menggiurkan.


"Tapi semuanya juga tergantung nilai ujian nasional ku nanti. kalau aku dapat nilai jelek ya lain lagi ceritanya."

__ADS_1


"Tapi kamu pasti bisa dapat nilai yang bagus, karena kamu memang murid yang pandai," balas Giselle dan Lili mengangguk.


Semua murid di kelas 3A memang adalah murid-murid pilihan.


"Jadi bagaimana? kamu mau menerima tawaran Ibu Tuti itu untuk kuliah di UI?" kini Lili yang buka suara.


"Belum tahu aku masih ragu."


"Memangnya kamu punya Universitas incaran yang lain?"


dan Arumi menggelengkan kepalanya pelan menjawab dari pertanyaan Giselle itu.


"Cih! kamu seperti Gala yang belum menentukan kemana akan melanjutkan kuliah. Padahal kan tinggal pilih pilih saja, di Jakarta juga banyak universitas yang bagus," balas Lili.


Arumi hanya tersenyum kikuk, jauh didalam Lubuk hatinya yang paling dalam, ebenarnya dia ingin melanjutkan kuliah di tempat yang sama dengan Gala. Tapi hingga kini dia pun belum tahu Gala akan melanjutkan kuliah di mana.


Pembicaraan ketiga gadis ini teralihkan saat mendengar suara pria paruh baya memanggil nama Giselle dan Lili.


Pak Bas memanggil kedua gadis itu untuk bantu membawa beberapa perlengkapan olah raga ke ruang perlengkapan.


Mereka meninggalkan Arumi duduk disana sendiri.


Setelah lelah bermain bola basket adalah Gala, Anjas, Usman dan Robby memutuskan untuk menghentikan permainan mereka, diganti dengan teman-temannya yang lain. 4 murid ini lalu duduk di kursi yang kini ditempati oleh Arumi.


"Kemana Giselle dan Lili?" tanya Usman dengan suaranya yang terengah.


"Di panggil pak Bas, ke ruang perlengkapan."


Istirahat sejenak di sana, kemudian mereka semua memutuskan untuk kembali ke dalam kelas.


Di tengah perjalanan, Anjas mengatakan jika dia akan pergi ke toilet dulu, Usman dan Robby pun ikut hingga akhirnya hanya tinggal Arumi dan Gala yang berjalan bersama menuju kelas.


Arumi mendadak canggung karena Gala masih saja bersikap dingin kepada nya. Bahkan laki-laki itu seolah bersikap jika sekarang ini dia sedang jalan sendiri tidak ada Arumi di sampingnya.


Namun tidak ingin kecanggungan ini berlangsung lama, Arumi akhirnya memberanikan diri untuk buka suara terlebih dahulu.


"Gal," panggil Arumi.


Tapi Gala mencoba tuli tidak ingin mendengar panggilan itu.

__ADS_1


"Gal," panggil Arumi sekali lagi, membuat Gala berdecak kesal.


"Apa?" sahut Gala ketus, dia tetap tidak melihat ke arah Arumi, dia terus berjalan dan menatap ke depan.


"Nan-nanti setelah lulus kamu mau kuliah dimana?" tanya Arumi diantara kegugupannya.


Dulu Gala adalah sosok yang ramah baginya, tapi semenjak dia mengungkapkan perasaannya kepada Gala saat itu kini Gala jadi berubah total. Gala selalu bersikap dingin dan mengacuhkan Arumi.


Mendengar pertanyaan Arumi tentang mau kemana dia melanjutkan kuliah nanti, tiba-tiba Gala menghentikan langkahnya.


Dia jadi teringat tentang pertanyaan Robby Beberapa hari lalu.


Robby bertanya seperti itu kepada dia setelah sebelumnya pulang bersama dengan Arumi. Gala bisa menebak, pasti Robby berfikir seperti itu atas pengaruh dari Arumi.


"Kamu yang mengatakan kepada Robby jika aku akan kuliah di luar negeri?" tanya Gala Setelah dia menghentikan langkahnya. Kini dia menatap Arumi tapi dengan tatapan yang tajam.


Seketika tubuh Arumi membatu, mendadak wajahnya berubah jadi pias. lidahnya kelu tak kuasa untuk menjawab pertanyaan Gala itu, karena pertanyaan Gala adalah benar, bahwa dialah orang yang mengatakan jika Gala akan kuliah di luar negeri.


"Jangan asal bicara jika kamu tidak tahu apa-apa. berhenti menebak hidup yang dijalani oleh orang lain," Ucap Gala dengan sengit, inilah sisi lain Gala, memiliki sikap yang dingin.


"Ma-maafkan aku Gal."


"Kata maaf bagimu sudah tidak ada artinya lagi, karena kamu akan terus melakukan kesalahan yang sama, mencoba menghancurkan persahabatanku dengan yang lain."


"Bukan seperti itu Gal_"


"Aku tidak peduli dengan apa yang akan kamu ucapkan. Terserah mu jika kamu ingin dekat dengan Anjas, Usman, Robbi, Giselle ataupun Lili. Tapi jangan pernah coba untuk dekat denganku lagi."


Setelah mengatakan itu Gala berlalu lebih dulu dari sana. meninggalkan Arumi yang matanya mulai berkaca-kaca.


Hatinya berdesir tiap kali mendengar ucapan yang keluar dari mulut Gala, ucapan yang semuanya terdengar begitu menyakitkan bagi dirinya.


Tidak ingin mencuri perhatian semua teman-temannya, Arumi dengan segera mencoba menetralkan kembali perasaan kacau ini.


Lantas kembali melanjutkan langkahnya menuju kelas 3A.


...💕💕💕...


Jangan lupa like dan komen 😈

__ADS_1


__ADS_2