Asmara Di Usia 17 Tahun

Asmara Di Usia 17 Tahun
ADU17 BAB 63 - JAHAT!


__ADS_3

"Aku telfon Lili dulu ya, biar dia sama Anjas nunggu diluar, sekarang mereka pasti masih kerja," ucap Giselle, tangannya pun mulai mengutak atik ponselnya sendiri.


Dan Gala hanya menganggukkan kepalanya sebagai tanggapan.


Giselle dan Lili bersepakat untuk langsung bertemu di salah satu cafe, letaknya tak jauh dari kantor Lili dan Anjas.


Selesai menghubungi Lili, Giselle juga buru-buru menghubungi Robby dan Usman, takut kedua temannya itu sudah kembali ke Bandung.


Tapi sayang, baik Robby ataupun Usman tidak ada satupun yang menjawab panggilannya.


"Nggak diangkat lagi Gal, jangan jangan mereka udah balik ke Bandung," ucap Giselle dengan sedikit mengeluh, mengadu.


"Jangan panggil namaku, panggil sayang," pinta Gala, bukannya menanggapi ucapan Giselle, Gala malah menuntut nama panggilannya.


"Cepat pangil aku sayang, aku rindu," pinta Gala sekali lagi.


Giselle bukannya tidak mau, tapi dia malu.


"Sayaang," panggil Gala dan makin malu lah Giselle dibuatnya.


"Jangan seperti itu, aku malu," jujur Giselle. Sebuah kejujuran yang terdengar sangat lucu bagi Gala.


Pria ini malah semakin bersemangat untuk menggodanya.


"Sayang, aku ingin mendengar kamu memanggilku dengan sebutan itu."


"Nanti saja."

__ADS_1


"Kapan?"


"Kalau sudah menikah."


Gala yang merasa gemas pun langsung mengusap puncak kepala Giselle, kembali menarik tengkuk sang gadis dan melumaat bibirnya sekilas, untung sekarang mereka sedang berhenti di lampu merah.


"Cium terus," ucap Giselle.


"Pengen yang lain tapi belum boleh."


Giselle mengulum senyum, menjilati bibirnya sendiri yang baru saja disesap oleh sang kekasih.


"Kamu dari tadi ngomong besok menikah terus, emang nikah beneran? emang bisa?" tanya Giselle, dia memiringkan kepalanya dan menatap Gala. Kini mobil mereka sudah kembali melaju.


"Tentu saja bisa, karena aku sudah mempersiapkannya dari kemarin."


"Jangan bohong." tuntut Giselle.


"Tapi aku tidak percaya."


"Lihat saja nanti."


Giselle mencebik, tidak mungkin kan besok mereka menikah? sementara mereka baru bertemu hari ini. Sangat sulit untuk dipercaya.


Beberapa menit kemudian mobil Gala berhenti di salah satu cafe, cafe yang sudah Giselle dan Lili sepakati.


Giselle agak heran, saat dia melihat pula motor besar milik Robby terparkir disebelah mobil Anjas.

__ADS_1


Robby dan Usman disini? um, mungkin Lili yang berhasil menghubungi mereka.


"Ayo masuk." ajak Gala, dia bahkan kembali memeluk pinggang sang calon istri dan mendekapnya erat sambil terus berjalan masuk.


"Harusnya aku yang bilang ayo masuk, kenapa kamu jadi seperti tuan rumah?" protes Giselle.


Dan Gala hanya menjulurkan lidahnya kecil sebagai jawaban.


Senyum Giselle terkembang saat dia mulai melihat teman-temannya di ujung sana, tak sabar lagi dia memperlihatkan Gala pada semua teman-teman.


"Lili!" teriak Giselle.


"Lihat aku datang bersama siapa," ucap Giselle antusias, dia memeluk lengan Gala dan memperlihatkan pada semua teman-temannya.


Tapi tidak ada satupun yang terkejut. Malah terkesan biasa saja.


"Ya sudah sini duduk," jawab Anjas dengan entengnya. Membuat senyum Giselle langsung surut dan dia jadi bimbang.


"Ini Gala, kenapa kalian diam saja? kalian masih marah? Gala sudah menepati janjinya untuk kembali lebih cepat," ucap Giselle, memberi penjelasan.


"Sini duduk, kami sudah bertemu dengan Gala, kemarin aku dan Usman yang menjemput dia di bandara," jawab Robby.


Ha? Giselle terperangah.


Apa-apaan ini?


Giselle langsung menatap Gala dengan tatapan tajam.

__ADS_1


"Jahat!" ketus Giselle.


"JAHAT JAHAT JAHAT JAHAT!!!" ulangnya bertubi.


__ADS_2