Bad Boy Karatan

Bad Boy Karatan
Part 10#Tanya Balik


__ADS_3

Teman? Di antara lawan jenis dengan perbedaan usia yang jelas memiliki kebutuhan berbeda. Meski keduanya hanya ingin memenuhi harapan keluarga. Bukan tidak bisa hanya saja jika mengiyakan maka itu berarti hubungan hanya terjalin karena kesepakatan bersama.


Sebagai seorang wanita yang memang di fase kehidupan yang membutuhkan pendamping. Kimmy tak lantas buru-buru menjadi pasangan hanya untuk menikah. Gadis itu masih menikmati kesendirian dengan kesibukan membangun pondasi kehidupan masa depan.


Apalagi di dunia ini, semua membutuhkan biaya yang tidak murah. Sebagai wanita ia tak ingin setelah menikah mengandalkan keuangan suaminya sendiri. Meski kewajiban nafkah lahir dan batin jatuh pada tanggung jawab seorang suami. Baginya hubungan harus lebih berdasarkan dari hati ke hati.


"Jika kamu ingin mencari teman, aku bisa berteman tapi bukan dengan cara perjodohan yang akan menjadi masa depan." Kimmy melemparkan pandangannya ke luar jendela menatap bahu jalan yang dipadati orang lalu lalang.


Helaan napas tertahan membuat wanita itu berpikir keras bagaimana caranya menjelaskan bahwa ia ingin pernikahan sekali seumur hidup. Tentunya keluarga kecil nan harmonis dengan limpahan kasih sayang dengan saling menghargai satu sama lain.


Benar juga yang dikatakan Kimmy. Hanya untuk berteman pastilah bisa dengan orang-orang yang selama ini berusaha mendekati dirinya, lalu apa bedanya dari hubungan mereka ketika hanya sekedar teman. Jika memikirkan semuanya dengan serius, maka jawaban sudah ada di depan mata.


"Bagaimana dengan ta'aruf? Apa bisa kita melakukan itu." cetus Rafa dengan ide yang entah datang dari mana.


Ta'aruf adalah salah satu cara mencari jodoh sesuai syariat Islam. Secara umum ta'aruf berarti melakukan perkenalan antara keluarga pria dan keluarga Wanita dengan tujuan menyatukan keduanya ke jenjang pernikahan. Tapi secara spesifik, istilah taaruf berasal dari kata ta'arafa-yata'arafu yang artinya adalah saling mengenal.


Kata taaruf di dalam Al-Quran disebutkan dalam surah al-Hujurat ayat ke 13. Berikut bunyinya:

__ADS_1


"Hai manusia sesungguhnya kami telah menciptakan kalian dari seorang pria dan seorang wanita, lalu menjadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kalian saling mengenal " (QS. al-Hujurat: 13)."


Permasalahannya adalah perjodohan mereka bukan ta'aruf melainkan ikatan perjanjian antara anak dan orang tua. Memang benar sebelum memutuskan diberi waktu untuk memikirkan baik dan buruk dari hubungan mereka nantinya. Orang tua kedua belah pihak hanya mengharap persetujuan tanpa paksaan.


Rasanya seperti sungkan. Mau langsung menolak tapi alasan tak cukup menjadi alibi tapi jika diteruskan. Apa sanggup menjalani biduk rumah tangga dalam pemahaman minim, kepercayaan setipis tisu, belum tentu akan ada kedamaian maupun kepahitan.


Kimmy menoleh memperhatikan Rafa yang fokus menyetir. Wajah tampan muridnya memang memiliki nilai plus dan itu menjadi omongan penghuni sekolah tempatnya mengajar. Seperti hari ini, beberapa siswa bergosip tentang leaders basket yang berhasil melakukan pertandingan seri dengan guru baru yaitu dirinya sendiri.


"Apa rencanamu untuk tiga tahun ke depan?" tanya Kimmy mulai mencoba membicarakan dari hal sederhana untuk melihat seberapa besar ia bisa menyeimbangkan hubungan ketika perjodohan memang harus diteruskan.


Tatapan mata fokus ke depan menatap jalanan. Kedua tangan sibuk memutar stir agar tetap stabil karena posisi mobil melaju di jalanan yang cukup ramai kendaraan lainnya. Ia mendengar pertanyaan dari guru penggantinya hanya saja memilih untuk diam sejenak.


"Rencana yang sempurna bagiku tetapi tidak sempurna bagi bunda dan ayah. Mereka khawatir karena aku selalu sendiri. Entah apa yang menjadi penyebab utama hingga akhirnya perjodohan berlangsung. Bagaimana dengan Bu Kim sendiri?" tanya balik Rafa sekilas melirik ke samping hingga tatapan matanya bertemu netra sang guru pengganti.


"Aku? Tidak ada rencana karena alhamdulillah semua sudah kudapatkan. Sekarang hanya menikmati pekerjaan dan sisa waktu untuk memanjakan diri sendiri atau berkumpul bersama papa dan mama." jawab Kimmy apa adanya.


Apa yang tidak bisa dikatakan masih bersembunyi di dalam hati tetapi apa yang sudah dikatakan hanyalah basa basi. Begitulah Kimmy, gadis yang santai ketika menghadapi masalah kehidupannya sendiri tetapi setiap kali di sekolah dan bertugas sebagai seorang guru. Maka seperti dunia jungkir balik.

__ADS_1


Humble but not for showing. Itulah motto hidup sang guru pengganti yang memiliki kehidupan complicated. Sementara Rafa merupakan pemuda santai di lingkungan sekolah, lebih tepatnya urakan karena di catatan sekolah memiliki point minus dari beberapa aspek. Catatan tanpa tulisan sebenarnya karena guru memberikan keringanan agar tetap bertahan dalam setiap kejuaraan di beberapa cabang lomba nasional.


Berkat kepintarannya, pemuda itu seperti memiliki kartu bebas langgar dengan izin tak terbatas. Pernah suatu hari di saat pelajaran sejarah, guru baru yang mengajar langsung kena mental karena membuat waktu tidur Rafa terganggu. Padahal mata baru saja terpejam setelah beberapa malam lembur menikmati soal latihan untuk olimpiade matematika.


Kehebohan itu membuat guru sejarah yang baru bekerja seminggu langsung resign dengan alasan tidak ingin mengajar murid kurang ajar seperti Rafa. Padahal meski dalam kondisi tidur, pemuda itu tetap mendengarkan pelajaran bahkan memberikan jawaban atas pertanyaan yang di ajukan si guru.


Tak terasa perjalanan telah berakhir begitu mobil memasuki halaman sebuah cafe Gemilang. Cafe yang berada di sisi lain jalan depan sebuah pusat perbelanjaan. Keduanya turun bersama, lalu berjalan menuju pintu masuk tanpa mempedulikan tatapan orang di sekelilingnya.


"Selamat sore, Ka, Dek. Mau pesan apa?" tanya pelayan dengan senyum ramah menyambut kedatangan Kimmy dan Rafa begitu melihat pelanggan datang.


"Kita pesan ruangan khusus saja, dan siapkan menu makan siang yang ringan. Bu Kim, mau minum hangat apa dingin?" tanyanya menoleh ke samping. Dimana sang guru pengganti tengah memperhatikan desain cafe tempat mereka akan menghabiskan waktu bersama. "Bu Kimmy!"


"Secangkir coklat dingin dengan tambahan ice cream vanilla." jawab Bu Kim santai membuat pelayan menuliskan pesanan.


Setelah melakukan pemesanan, Rafa mengajak Bu Kim ke ruangan yang sudah dipesan. Tentu saja kali ini memilih menjaga privasi, bagaimanapun ia tahu wanita yang bersamanya bukanlah anak sekolahan. Seorang guru dengan titel pemilik banyak penghargaan. Semua informasi didapatkan dari beberapa kenalan yang sengaja di kumpulkan.


Ruangan dengan meja di tengah, karpet bulu nan tebal sebagai alas untuk duduk, membuat kedua insan itu melepaskan alas kaki. Lalu tak lupa mencuci tangan di wastafel, kemudian mencari tempat duduk ternyaman. Dimana akhirnya memilih duduk saling berhadapan dengan meja sebagai pemisahnya.

__ADS_1


"Apa aku bisa memanggilmu Kimmy saja? Selama hanya ada kita berdua tentunya." Rafa memulai obrolan dengan mengubah nama panggilan. Tidak enak saja harus memanggil gadis yang dijodohkan dengan nama formal.


__ADS_2