
Setelah mempersilahkan sang suami untuk duduk. Ia lalu pergi ke kamar mandi untuk berganti pakaian, sedangkan Rafa bukannya duduk justru menelusuri setiap jejak langkah kaki dengan tatapan mata mengedarkan pandangan ke setiap sudut ruangan hingga terpatri pada sebuah foto yang sangat familiar.
"Bukankah itu foto Kimmy, trus kenapa ada di dalam kamar ini? Mungkinkah dia salah satu pelatih atau hanya sekedar sering singgah di sini." Tanda tanya yang menguasai pikiran pemuda itu benar-benar tidak masuk akal.
Padahal ia sendiri tahu, jika Kimmy adalah seorang guru olahraga yang juga memiliki beberapa keahlian tapi setelah mengetahui hal itu. Mendadak amnesia seperti tidak tahu apapun. Kesibukannya mengamati isi kamar masih berlanjut, sedangkan anggota timnya memilih pulang meninggalkan mansion.
Berbeda lagi dengan Naumi. Gadis itu baru saja memberikan tugas pada semua pelayan yang bekerja di mansion untuk menyiapkan segala sesuatunya karena tidak mungkin anak-anak tinggal tanpa persiapan makanan dan lain sebagainya. Apalagi semua yang terjadi di mansion menjadi tanggung jawabnya.
Meski dia juga seorang guru pelatih, tetap saja hanya seorang asisten yang sekaligus merangkap menjadi tangan kanan Kimmy. Maka ia juga tinggal dan memiliki kamar sendiri di dalam mansion. "Oke, kalian bisa pergi dan kembali melakukan pekerjaan masing-masing. Kuharap besok semua sudah siap di saat anak-anak datang."
"Satu lagi, tolong ingatkan mereka ketika melakukan hal yang tidak seharusnya. Anggap saja semua itu adalah peraturan yang harus ditaati dan untuk itu. Kalian juga harus berhati-hati untuk mencontohkan sesuatu."
Naumi begitu tegas ketika memberikan tanggung jawab pembagian pekerjaan kepada setiap pelayan. Para pelayan sendiri tidak ada yang berani membantah karena mereka juga menghormati gadis itu sama seperti mereka menghormati sang majikan. Meskipun Nona muda sendiri lebih banyak diam.
Andaikan tidak menyukai sesuatu hanya memberikan isyarat atau tatapan mata tajam yang menenggelamkan. Apalagi sikap dingin yang selalu mengeluarkan aura kuat mengintimidasi. Siapapun pasti berpikir dua kali tetapi sisi lain kehidupan normal Kimmy tak diketahui para pelayan.
__ADS_1
Naumi merasa semua pelayan sudah memahami tugas Masing-masing sehingga ia memilih pergi meninggalkan ruang pertemuan dadakan untuk melanjutkan pekerjaannya lagi. Lagi pula selain mengurus rumah, ia juga memiliki tanggung jawab untuk mengatur jadwal yang dimiliki oleh Kimmy.
Di luar sana, orang tidak akan mengenal dia karena selama ini selalu bekerja di balik layar. Hanya saja orang lebih tidak mengenal siapa sang sahabat yang kini juga menjadi bosnya. Setiap hubungan yang memiliki tempat masing-masing dengan jalan cerita berbeda.
Kimmy Rosella, nama yang indah tetapi kepribadiannya tak semua orang tahu bahkan bisa memahami. Selama ini orang-orang melihat wanita itu selalu dingin dan humble. Sayangnya tingkat aura dari sikap dingin sang sahabat tak mudah dipahami. Apakah itu amarah, kekecewaan atau hanya diam menyimak karena terlalu sulit untuk menjabarkan.
"Sepertinya sudah beres semua, tapi apa aku harus mengkonfirmasi dulu? Ya udahlah, dia blum pulang ini, jadi aku datang ke kamarnya saja." celoteh Naumi yang berpikir sejenak. Setelah menyelesaikan pekerjaan lain yang dianggap penting.
Menghela napas panjang lalu memutuskan untuk menemui Kimmy. Langkah kakinya yang kembali menyusuri lorong semakin mendekati kamar sang sahabat yang merupakan kamar utama di mansion. Kemudian ia mengetuk pintu beberapa kali tetapi tidak ada jawaban. Apa mungkin sahabatnya sudah tidur?
Suara panggilan itu menghentikan aktivitas kedua insan di dalam kamar yang sedang menikmati manisnya pagutan karena pengaruh suasana. Siapa sangka satu pertanyaan berakhir menyatukan kedua bibir yang tak ingin dilepaskan.
Rafa melepaskan diri dari kekuasaannya, "Bukalah! Aku akan pergi ke kamar mandi dan diam di sana," pemuda itu tak lupa mengelap bibir basah sang istri yang bersambut dengan pipi bersemu merah menahan malu.
Langkah kaki Rafa berjalan memasuki kamar mandi, sedangkan langkah Kimmy berjalan menghampiri pintu kamar. Suara Naumi yang familiar membuat gadis itu mengatur ekspresi wajahnya sebelum membuka pintu dengan perasaan tenang tapi baru saja memutar knop sudah disambut tatapan menyelidik dari sang sahabat.
__ADS_1
"Baru bangun tidur ya, Kim?" tanya Naumi tanpa mengurangi rasa ingin tahu di dalam hatinya.
Pertanyaan Naumi membuat Kimmy melepaskan tangannya dari knop pintu. Lalu berbalik melangkahkan kaki menjauh dari sahabatnya, "Aku gak tidur. Apa kamu mau ngomong sesuatu?"
"Sebenarnya cuma mau lihat kamu lagi apa, tapi sekalian laporan kalau semua sudah mulai di siapkan. Kira-kira ada pekerjaan lain lagi tidak? Kalau enggak, pengen jalan sama do'i." timpal Naumi terus terang karena ia juga membutuhkan quality time bersama sang kekasih hati.
Selama ini Kimmy memang tidak melarangnya di luar jam kerja mau melakukan apa. Hanya saja mengingat kehidupan sang sahabat sangat tertutup, ia tidak ingin bertindak gegabah. Privasi harus tetap dijaga apapun yang terjadi.
"Pergi saja, malam ini aku nginep disini. Jangan khawatir, lihat saja di meja banyak berkas yang harus diselesaikan." Kimmy yang sibuk mengoleskan body lotion tak memperhatikan Rafa yang mengintip dari secercah lubang pintu kamar mandi.
Obrolan keduanya masih berlanjut basa-basi selama beberapa menit hingga Naumi berpamitan, lalu menutup pintu kamar dengan suara salam perpisahan. Suara langkah kaki yang terdengar menjauh membuat Rafa menghela napas lega, kemudian keluar dari dalam kamar mandi. Pemuda itu membiarkan Kimmy melanjutkan kesibukan merawat kulit, sedangkan ia kembali mengunci pintu kamar.
Begitu berbalik tatapan mata terpana tak sanggup berkedip melihat pemandangan yang ada di depannya. Paha mulus yang terlihat begitu terawat menguasai pikirannya. Kimmy benar-benar menguji jiwanya sebagai lelaki. Tak ingin berpikir lebih jauh lagi, pemuda itu berbalik menghadap ke pintu meski di bawah mulai terasa pergerakan yang melakukan pemberontakan.
"Jangan sekarang, bisa khilap aku. Diem ya, nurut sama aku." keluh Rafa begitu lirih mencoba menetralkan pemikiran yang mulai travelling kemana-mana.
__ADS_1