Bad Boy Karatan

Bad Boy Karatan
Part 22#Ujian Rafa, Kimmy Salut


__ADS_3

Sayang sekali si junior tak mau mendengarkan. Justru terus meronta yang membuat pemuda itu merasa tak nyaman dengan hawa panas yang menyebar menjalar ke seluruh tubuhnya. Alih-alih merasa baikan, Rafa memberanikan diri berbalik tetapi tiba-tiba tersentak membuat ia terhuyung ke belakang.


Bagaimana tidak? Kimmy yang mendadak berdiri di depannya seketika mengejutkan. Apalagi tatapan matanya jatuh tertuju pada bibir lembab merah muda nan menggoda. Rasanya ingin sekali merasakan bibir itu sekali lagi tapi buru-buru ia menggelengkan kepala seraya membatin merutuki kebodohannya sendiri.


Sementara Kimmy yang menyadari perubahan deru napas dengan tatapan Rafa yang mendambakan sentuhan karena kabut hasrat menyelimuti pandangan suaminya. Ia tak mungkin berpura-pura buta tidak melihat pergerakan di bawah sana yang terus meronta.


"Kemarilah!" ajak Kimmy berniat menggenggam tangan Rafa tetapi si suami justru melangkahkan kaki mundur.


Jelas sekali Rafa mencoba mengendalikan diri sendiri. Padahal mereka sudah sah menjadi suami istri dan akan berdosa jika melalaikan kewajiban masing-masing. Jujur saja salut dengan ketahanan mental pemuda itu. Dimana setelah menikah tapi hanya bisa memandang tanpa berani mendekat seperti pasangan lain.


"Kamu tidur saja, aku mau mandi." ujar Rafa menolak berniat melarikan diri dari Kimmy.


Sayangnya langkah kaki yang buru-buru justru membuat pemuda itu terhuyung ke depan karena tersandung kakinya sendiri. Sehingga ia tak sengaja mengecup aset terdepan yang tertutup balutan selembar kain penutup. Terkejut dengan apa yang terjadi, pemuda itu berusaha kembali berdiri tegak menahan rasa malu dan pikiran travelingnya.

__ADS_1


Sementara itu, Kimmy tanpa permisi menggandeng tangan Rafa. Kemudian mendudukkan pemuda itu di tepi ranjang. Keringat dingin, wajah pucat dengan tangan gemetar. Sepertinya sang suami mengalami rasa takut dan gugup. Melihat itu, ia bergegas memberikan segelas air putih yang langsung diminum tanpa jeda hingga tandas tak tersisa


"Rafa, apa yang membuatmu takut berduaan dengan istrimu sendiri?" tanya Kmmy duduk di sebelah pemuda yang kini menundukkan pandangan. "Sampai kapan menahan diri atas hak yang bisa kamu minta dengan hati? Aku bukan gadis remaja yang menunggu rayuan seorang pria, lalu senyum-senyum sendiri mengingat kejadian yang membuat bahagia."


"Istrimu ini seorang wanita yang sudah cukup dewasa untuk memahami kebutuhan seorang suami. Apa suamiku tidak bisa mengatakan secara terus terang? Kamu tidak kasihan dengan si junior yang kesakitan seperti itu?" Kimmy bicara to the point dan itu semakin membuat Rafa merasa malu


Namun sentuhan tangan yang membimbingnya untuk duduk saling berhadapan mengalirkan desir aneh yang memicu adrenalinnya. Tatapan mata saling bertautan menyiratkan sepucuk keinginan. Tak peduli lagi dengan hal lain, direngkuhnya dagu sang istri menyatukan kedua bibir yang saling mengharapkan kasih sayang.


Decak pergulatan terdengar mengawali perjalanan malam nan panjang. Rafa mencoba memulai sentuhan tetapi dia rasa pergerakannya masih sangat kaku. Ia cemas jika apa yang ingin dilakukannya justru mengingatkan masa lalu sang istri sehingga tiba-tiba saja menyudahi pagutan yang mulai menghantarkan rasa ingin lebih lagi.


"Kita sholat dulu," Rafa beranjak dari tempatnya tanpa ingin menunggu jawaban kimmy.


Langkah kaki yang menjauh membuat Kimmy tersenyum tulus. Siapa sangka ia menikahi pemuda yang tau caranya menghargai seorang wanita. Ia bersyukur meski hubungan mereka masih harus disembunyikan dari semua orang. Semua itu karena status Rafa yang masih pelajar SMA.

__ADS_1


Benar saja seperti yang dikatakan sang suami. Keduanya melaksanakan sholat berjamaah lalu dilanjutkan dengan doa bersama yang kali ini terdengar begitu panjang. Akan tetapi lebih baik karena bisa mengetahui harapan dan keinginan untuk masa depan mereka dan hubungan ke depan nanti.


Setelah selesai sholat, KImmy meminta pelayan mengirimkan makan malam ke kamar dengan porsi double dan hanya membutuhkan waktu lima belas menit sampai salah satu pelayan datang membawa nampan yang berisi tiga piring menu berbeda agar sang majikan tidak merasa bingung.


Apalagi mengeluh bosan dengan menu makanan yang sama. Rafa yang melihat isi nampan mengernyit, bukankah Kimmy tidak makan sebanyak itu? Pintu kamar kembali di kunci setelah meletakkan nampan ke atas meja.


Lalu ia kembali menghampiri Rafa yang sibuk menatap makanan di depan mata. "Ngapain cuma diliatin? Berdoa dulu trus makan."


"Kim, kita makan sepiring berdua aja ya, makanan sebanyak ini gak enak di makan sendirian." tukas Rafa tak mengharapkan penolakan dari sang istri.


Makan sepiring berdua salah satu cara mendekatkan hubungan yang membuat sepasang kekasih halal bisa berbagi rasa bahkan di negara India juga memiliki tradisi yang bisa dikatakan cukup unik. Meski bagi orang awam terlihat kurang sedap di pandang. Dimana makan dari bekas piring suaminya sendiri.


Tentu berbeda dengan makan sepiring berdua yang lebih di kenal berbagi secara bersama-sama. Seperti yang dilakukan Kimmy dan Rafa. Pasutri itu menikmati nasi padang ala rumahan dengan tenang. Rafa yang sibuk memisahkan mencuil daging rendang, lalu di letakkan ke sendok Kimmy.

__ADS_1


Perhatian itu hanya diterima sang istri tanpa protes, "Kim, apakah kita boleh melakukan itu?" tanyanya sedikit lirih dan ambigu.


__ADS_2