
Manusia serakah terbiasa mengedepankan ego hingga lupa bahwa bukan hanya diri sendiri yang pantas bahagia. Semua orang yang hidup di dunia ini juga ingin merasakan senang dengan memiliki kehidupan sederhana, harmonis bersama keluarga. Akan tetapi segelintir orang terbiasa menuruti hawa napsu yang membuat orang lain jatuh dalam derita.
"Ay, Allah ndak tidur. Percayalah semua ini hanya ujian agar kita semakin mengingat Sang Pencipta. Jangan menyerah, apalagi putus asa. Ayah pasti bisa lewati semua ini karena ada bunda dan juga Rafa." ucap Keisha menenangkan suaminya yang terluka dari dalam hati.
Bagaimana tidak? Ketika harapan datang dengan pertemuan bersama sahabat lama, justru kawan yang selama ini berjuang bersama dalam pengembangan bisnis tega menusuk dari belakang. Bisnis yang dibangun dari nol kini menjadi taruhan sebagai ganti rugi atas kasus penggelapan dana.
Lion bukan pria yang memikirkan keuntungan hanya untuk dirinya sendiri tapi siapa sangka sang partner kerja justru menjadikan dirinya sebagai umpan untuk menerima proyek besar yang ternyata modal awal justru mengalir di rekening pribadi atas namanya.
Pihak bank telah mengkonfirmasi nomor rekening itu benar miliknya. Sehingga pihak ketiga mengajukan kasus ke pengadilan untuk menuntut ganti rugi atas dana proyek yang diberikan karena pembangunan apartemen tidak terselesaikan. Sementara uang yang dimaksud hilang entah kemana.
Rasanya benar-benar tidak habis pikir dengan cara licik sang partner yang memalsukan dokumen. Itu yang ada di dalam pikiran Lion sebulan lalu tapi setelah melakukan penyelidikan dan mencari semua bukti. Akhirnya tidak bisa berkutik lagi, sebab dokumen memang berasal dari dia meski didapatkan dengan cara curang.
__ADS_1
Dokumen yang dimaksud itu, seingatnya adalah surat pembelian lahan untuk perkebunan baru. Niat hati ingin membeli sebuah aset demi masa depan sang putra. Sayangnya hal itu dimanfaatkan dan berakhir penipuan secara berturut-turut yang dilakukan sang partner kerja. Ia tak menyangka wajah polos seorang Satrio justru bermuka dua.
Keisha melepaskan pelukan, lalu menghapus air mata yang membasahi kedua pipi suaminya. Lalu menangkup wajah tampan dengan tatapan lelah yang membutuhkan tempat bersandar, kemudian melantunkan sebuah surat dari kitab suci Al-Quran yang menjadi salah satu pengingat pentingnya seorang hamba bersabar di saat tertimpa musibah.
"Latublawunn fi 'amwalikum wa anfusikum walatasmaeunn min alladhin 'uwtuu alkitab min qablikum wamin alladhin 'ashrakuu 'adhan kathiran wa'iin tasbiruu watattaquu fa'inn dzalik min eazm al umur. (QS. Ali Imran: 186).
"Kamu pasti akan diuji dengan harta dan dirimu. Dan sungguh kamu pasti akan mendengar banyak hal yang menyakitkan hati dari orang-orang yang diberi Kitab sebelum kamu dan dari orang-orang musyrik. Dan jika kamu bersabar dan bertakwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk perkara yang patut diutamakan,”
Sebagai seorang istri, ia tidak terima atas pengkhianatan yang Satrio lakukan tapi sebagai seorang manusia biasa menyadari bahwa segala sesuatu sudah digariskan oleh Sang Pencipta. Sebagai hamba yang belajar ilmu agama meski hanya secuil, ia memiliki kewajiban untuk mengingatkan. Apalagi Lion merupakan kepala keluarga yang memiliki tanggung jawab besar, sehingga harus siap untuk setiap kemungkinan.
Benar yang dikatakan istrinya. Ujian hidup yang menjadi jalan untuk memperkuat iman, membuat manusia mengerti arti saling menghargai satu sama lain. Tentu saja ia merasa bersyukur memiliki istri yang bisa menenangkan hati ketika akal sehat melarikan diri. Apalagi kasus baru saja digelar secara terbuka bahkan pihak ketiga masih memberikan keringat dengan waktu pelunasan kerugian.
__ADS_1
Hubungan halal yang sehat adalah mendukung serta menguatkan satu sama lain. Seperti ikatan pernikahan Lion dan Keisha. Dimana keduanya selama ini selalu berusaha untuk membicarakan baik-baik ketika masalah datang menimpa keluarga mereka hanya saja kedua insan itu memilih menyembunyikan masalah rumah maupun bisnis dari sang putra.
Orang tua mana yang ingin melihat anak tunggalnya sibuk mengurus masalah bisnis. Yah begitulah pedoman yang bisa dikatakan salah satu tutorial memanjakan seorang anak dari beban hidup yang sangat memberikan pelayanan agar semakin dewasa. Meski begitu, Rafa bukan anak manja yang memiliki sikap sesuka hati ketika menginginkan sesuatu.
Suara klakson mobil membuat Keisha menoleh ke arah jendela, "Ay, Kimmy datang mengantar Rafa. Cuci muka dulu sana! Biar keduanya tidak curiga."
"Aku ke kamar saja, ya. Saat ini tidak memungkinkan untuk ngobrol, kamu temani mereka." pamit Lion yang memang merasa masih tidak baik. Perasaan di hati bercampur seperti es kopyor tanpa es.
Langkah kaki yang berjalan menjauh, membuat Kei merapikan penampilannya. Wanita itu juga mengambil tisu basah, lalu berpura-pura duduk seraya mengelap make up yang begitu tipis dari wajahnya. Sandiwara? Hanya sekedar penutup rasa yang tak mampu diutarakan.
"Assalamu'alaikum, bund. Maaf telat pulangnya," Rafa mempersilahkan Kimmy untuk masuk tanpa melepaskan gagang pintu hingga wanitanya menurut ikut ke dalam rumah.
__ADS_1