
Semudah itukah Rubiana akan menjadi seorang permaisuri? Tidak! Jelas semuanya tak mudah, status sosial diantara mereka terlalu jauh dan Rubiana tidak akan membuat hal ini simple, bukankah lebih baik bermain cantik? Tarik ulur,perlahan dan membuat Hyacinth tergila-gila kepadanya. Membuat pria itu mengejarnya, ini akan sangat bagus.
Rubiana dengan cepat melepaskan pelukan Hyacinth, dia masih bertahan dengan air mata palsu dan wajah sedihnya.Gadis itu semakin bermain drama dengan menundukkan kepalanya. Merendah untuk meroket adalah rencananya.
"Yang Mulia, apa yang anda katakan? Apa anda ingin membuat semua orang membenci saya?" tanya Rubiana dengan air mata yang berlinang.
"Rubiana aku tidak bermaksud begitu dan aku serius ingin menjadikanmu permaisuri! Aku ingin kau di sisiku." lugas pria itu dengan sorot mata dalam pada Rubiana.
"Yang mulia, saya rasa anda sedang tidak berpikir jernih...mungkin anda mabuk. Maafkan saya tapi saya tidak mungkin menjadi permaisuri, itu tidak akan pernah terjadi. Saya hanya wanita kotor dari tempat pelacuran, saya tidak pantas bersanding dengan Yang Mulia." seloroh gadis itu sembari mengusap air matanya.
Perasaan Hyacinth seperti ditusuk-tusuk sesuatu yang tajam di hatinya. Pria itu tidak terima dengan penolakan, tidak terima ada yang mematahkan hatinya.
Pria itu kembali memeluk paksa Rubiana. "Yang Mulia!" sentak Rubiana dengan mata yang melebar menatap sang raja. Dari kejauhan Rudolf yang tak sengaja lewat disana melihat itu semua. Dia jadi tau tentang wanita yang di rumorkan dapat merebut hati Raja.
"Kau akan tetap jadi permaisuriku Rubiana, tidak ada yang bisa menentang itu. Tidak peduli akan statusmu, status itu bisa dibeli...yang penting kau di sisiku."
'Tidak semudah itu Hyacinth, tidak!'
__ADS_1
"Yang Mulia, apa kata orang-orang nanti jika seandainya saya menjadi permaisuri. Ini sangat mustahil dan tidak bisa dibenarkan, Yang Mulia! Orang-orang akan memandang rendah pada anda karena saya. Lebih baik anda biarkan saya pergi dari sini..."
"Tidak! Kau tidak boleh pergi! Rubiana kau tenang saja, aku akan mengurus semuanya...kau hanya perlu duduk diam duduk manis di sampingku, di istana ini." kata Hyacinth lalu dia mendekatkan wajahnya pada wajah Ruhiana. Sontak gadis itu memalingkan wajahnya.
Sial! Aku tidak akan membiarkanmu menciumku.
Hyacinth melepaskan pelukannya, lalu dia menghela nafas panjang. Ia sadar tidak bisa memaksa Rubiana begitu saja dengan cara seperti ini. Hyacinth lalu memerintahkan agar pengawalnya membawa Rubiana pergi ke istana Permaisuri. Istana yang harusnya ditempati permaisuri secara resmi, namun Rubiana sudah boleh tinggal disana.
"Nona...apa sekarang saya harus memanggil saya yang mulia?" tanya Karina senang, karena orang yang dia ikuti akan menjadi Ratu negeri itu. Tak peduli apapun statusnya, yang jelas ia tau bahwa Rubiana dicintai sang raja.
Dia bukan jatuh cinta padaku, tapi dia terobsesi padaku. Batin Rubiana.
"Itu tidak benar nona, Baginda sangat tulus pada nona." ucap Karina menyanggah. "Saya dengar kedua pelayan itu mendapatkan hukuman karena sudah menjebak Nona datang ke taman itu dan mereka berniat jahat. Apa anda tau bahwa Baginda sampai mematahkan tangan mereka?"
Rubiana terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Karina, apa Hyacinth memang sebegitu cintanya pada Rubiana? Benarkah dia jatuh cinta pada pandangan pertama? Ya, apapun itu dia akan mencoba tarik ulur lagi.
Malam itu, Rubiana kembali melarikan diri dari istana. Anehnya dia dengan mudahnya dibantu oleh seorang pengawal istana untuk melarikan diri.
__ADS_1
"Hati-hati nona..." ucap pengawal itu sambil memegang tangan Rubiana, dia membantu gadis itu turun dari tembok istana.
"Terima kasih, aku tidak akan melupakan jasamu. Siapa namamu tuan?" tanya Rubiana setelah berhasil mendarat ke tanah bersama si pengawal yang memakai baju jirah sampai menutupi wajahnya itu.
"Lucas...aku Lucas."
"Baiklah tuan Lucas."
"Pastikan kau selalu mengingat namaku, karena pasti kita akan bertemu lagi." ucap pria itu yang membuat Rubiana menatap dalam kearahnya.
"Aku akan membalas budi." gadis itu pergi dari istana meninggalkan pria bernama Lucas seorang diri disana.
Tak lama kemudian, pria itu membuka topengnya dan memperlihatkan wajah tampannya, juga rambut peraknya. Ya, dia adalah raja serigala.
Rupanya kau disini Selena, kau berada dalam tubuh ini.
...****...
__ADS_1