Balas Dendam Putri Bulan

Balas Dendam Putri Bulan
Bab 39. Drama dimulai


__ADS_3

...🍀🍀🍀...


Di taman yang tak jauh dari istana Ratu, Rubiana dan Barack berada. Permaisuri kerajaan Istvan itu tengah duduk di kursi, ditemani dua cangkir teh disana. Sementara Barack masih berdiri disana dengan tegak.


"Duduklah! Bukankah kau mengajakku bicara, tuan Barack?" tanya Rubiana dengan sorot mata yang tajam, tapi elegan.


"Tidak, saya disini saja Yang Mulia,"


"Apa kau menolak seorang ratu? Aku sedang memerintahmu dan kau menolak? Kau berani?" ancam Rubiana kesal pada Barack yang masih tetap saja angkuh, disaat kepercayaan Hyacinth pada pria itu mulai goyah.


"Saya tidak bermaksud untuk--"


BRAK!


"Duduk! Sebelum ku lempar cangkir ini ke wajahmu!" teriak Rubiana seraya menggebrak meja itu. Dia terlihat marah.


Tanpa berkata apapun, Barack duduk di kursi kosong yang berhadapan dengan Rubiana. Dia tersenyum sinis, tanpa rasa takut.

__ADS_1


"Jadi ini sifat aslimu? Jangan kau kira, aku tidak tau siapa kau sebenarnya," ucap Barack dengan bahasa yang informal dan tidak sopan pada Rubiana yang statusnya lebih tinggi darinya.


"Ya, aku yakin kau tau benar siapa aku sebenarnya. Karena kau lebih peka darinya," ujar Rubiana dengan santai, mengiyakan tentang identitasnya.


"Menjauhlah dari Yang Mulia raja, sebelum kau hancur di tanganku!" ujar Barack mengancam.


"Hahaha..." gadis itu tertawa mengejek Barack. "Kau pikir kau bisa menghancurkanku? Kau bahkan tidak akan bisa menyentuhku, seujung kukumu. Dan, sebaiknya aku yang memberimu peringatan. Pergilah dari Hyacinth, sebelum kau ikut hancur dengannya!" ancam Rubiana dengan sorot mata tajam pada Barack.


"Heh! Kau sangat sombong. Kau hanya seorang wanita lemah yang pernah mati dan pasti akan mati lagi, ditangan Yang Mulia. Bila dia tau siapa kau sebenarnya,"


"Kau yakin dia akan percaya padamu,bahwa aku adalah Selena? Kau terlalu percaya diri." Lagi-lagi Rubiana mengejek dan berusaha menjatuhkan harga diri Barack.


"Ckckck, kau jangan menipu dirimu. Kau datang kemari karena Hyacinth tidak mempercayaimu. Dia memintamu meminta maaf padaku, sebelum dia menentukan hukuman yang tepat untukmu. Apa aku salah?" tanya Rubiana percaya diri. Barack tercengang, kenapa Rubiana sejajar tau semuanya.


"Kuberi kau kesempatan untuk menjauh darinya atau melarikan diri dari sini dimulai dari sekarang, sebelum kau hancur bersamanya. Aku tidak main-main!"


"Memangnya apa yang bisa seorang wanita lemah sepertimu lakukan padaku? Pada akhirnya kau yang akan mati, sama seperti sebelumnya. Jangan berpura-pura kuat," ketus Barack pada gadis itu.

__ADS_1


Wanita ini benar-benar licik! Seolah dia memiliki indra ke 7.


"Aku bisa melakukan hal yang tidak pernah kau duga sebelumnya. Kau lihat saja nanti! Jadi, lebih baik kau berlutut padaku sekarang! Bukankah itu tujuanmu datang kemari?"


"Cuih! Berlutut padamu? Aku tidak sudi!" seru Barack sambil berdecih didepan Rubiana. Dia bahkan meludah tepat ke depan Rubiana.


"Hiks...hiks...tuan Barack, kenapa kau sangat membenciku? Apa karena statusku ini?"


Barack terkejut saat melihat Rubiana tiba-tiba menangis. Tidak ada hujan tidak ada angin, wajahnya tiba-tiba memelas dan mengeluarkan air mata dalam sekejap.


"Jangan menangis! Dasar wanita penuh drama! Sialan!" teriak Barack kesal.


"BARACK!!" sentak seorang pria yang suaranya menggelegar sampai membuat Barack terkejut. Barack menoleh ke belakangnya dan dia melihat Hyacinth disana.


"Yang mulia..." Barack dan Rubiana menyapa Hyacinth.


Drama dimulai, Barack. Aku sudah memperingatkanmu.

__ADS_1


"Kau benar-benar keterlaluan BARACK!" murka Hyacinth pada orang kepercayaannya itu. Dia tidak percaya bahwa Barack akan bersikap seperti ini pada Rubiana.


...***...


__ADS_2