
...🍀🍀🍀...
"Dasar BODOH, dia bisa saja mati kalau terkena semua serangan itu." gerutu Lucas geram. Lucas baru saja menekan sedikit kekuatan Hyacinth secara diam-diam, walaupun dia agak terlambat. Tapi setidaknya Rubiana tidak terluka parah dan masih hidup.
Hyacinth membeku dan menghentikan serangannya pada sang raja Gallahan, saat ia menyadari Rubiana terluka karena terkena serangannya. Mode iblis didalam tubuhnya pun lenyap, ia berlari menghampiri Rubiana yang tubuhnya mulai roboh.
"RATUKU! Maafkan aku, aku tidak sengaja melukaimu...tapi kenapa kau melakukan ini sayang?" suara Hyacinth terdengar mencemaskan keadaan Rubiana. Tangannya juga memeluk erat Rubiana yang lemah saat ini.
"Saya...saya hanya...hanya tidak mau anda terluka." lirih Rubiana pelan.
"Ruby sayang, aku tidak akan terluka. Aku ini kuat! Tidak ada satu orangpun di dunia ini yang bisa membunuhku!" ujar Hyacinth sangat percaya diri. Hyacinth merasa terharu karena ia menyangka Rubiana rela mempertaruhkan nyawa demi dirinya. Padahal bukan itu tujuan Rubiana mengorbankan diri, ia melakukannya demi melindungi Aiden.
"Maaf...aku ha-hanya takut kehilanganmu..."ucap Rubiana yang mengundang simpati lebih banyak dari Hyacinth.
'Sial! Serangan Hyacinth kuat juga. Tubuhku seakan remuk, punggungku sakit' batin Rubiana.
__ADS_1
'Aku tidak menyangka bahwa ternyata Rubiana mencintaiku sedalam ini. Hyacinth terharu.
"Kumohon...ayo kita pulang...aku rindu istana kita Yang Mulia." rengek Rubiana dengan bulir air mata yang berlinang membasahi pipinya. Rubiana harap agar Hyacinth menghentikan serangannya dan kembali ke Istvan, jika ia dan pasukan iblis sialannya itu terus berada disini, yang ada Gallahan bisa hancur.
Sementara di sebrang sana, Aiden yang sudah terlihat lemah itu menatap Rubiana dengan tatapan penuh pertanyaan. Kenapa gadis itu menyelamatkannya? Gadis yang ia kurung berhari-hari di dalam penjara bawah tanah tanpa makan dan minum. Dan lagi, sekarang Rubiana terlihat menatap dirinya dengan penuh kerinduan. Apa dia tidak salah lihat?
Hyacinth pun menarik semua pasukan iblisnya, lalu pergi dari sana dengan membawa Rubiana didalam gendongannya. Ia tidak membiarkan gadis itu kelelahan. Jika bukan karena karena Rubiana,mungkin kerajaan Gallahan sudah hancur ditangan Hyacinth. Meski Aiden hebat, tapi Hyacinth juga tidak mudah untuk dikalahkannya.
Setelah peperangan itu berlangsung dengan hasil yang bisa dibilang Aiden kalah. Hyacinth kembali ke kerajaannya, dia tidak melepaskan Rubiana sama sekali dari pelukannya.
"Lucas, maaf karena aku sempat percaya padamu. Ratu sudah menceritakan semua tentangmu. Ternyata kau bisa diandalkan, setelah kita kembali ke Istvan, aku akan mengangkatmu menjadi kepala black knight dan kau bukan pengawal pribadi Ratu lagi." tutur Hyacinth yang sontak saja membuat Lucas terkejut bukan main. Dalam hati ia bertanya-tanya apa yang dikatakan oleh Rubiana tentangnya kepada Hyacinth.
"Tidak apa-apa Yang Mulia, saya senang dengan tugas mengawal Ratu. Ini adalah sebuah kehormatan untuk saya, tapi maaf saya tidak bisa menerima anugerah sebesar ini." jelas Lucas menolak dengan sopan.
"Tidak Lucas, kumohon jangan menolak. Sebab Ratu sendiri yang memintaku untuk memberikan anugerah ini kepadamu. Tolong jangan menolak, jangan biarkan raja ini memohon padamu." Hyacinth menepuk kedua pundak Lucas, lalu ia pun berjalan ke kamar Rubiana yang ada di kaal itu, untuk melihat kondisi kekasihnya. Ya, kini mereka berada di kapal laut yang akan menuju ke Istvan. Mereka naik kapal laut atas permintaan Rubiana.
__ADS_1
Lucas terdiam dan kehilangan kata-kata, dia menikmati hembusan angin malam dengan keadaan panas didalam hatinya.
"Kenapa kau berusaha menyingkirkanku Selena? Apa kau tidak suka dengan kehadiranku?" tanya Lucas terheran-heran. Lucas tenggelam dalam pikiran penuh pertanyaan, mengapa
Malam semakin larut, hingga tak terasa waktu sudah memasuki dini hari. Rubiana terbangun setelah ia diobati oleh tabib, dia merasakan tubuhnya sudah jauh lebih baik. Disaat semua orang mungkin sedang enak-enaknya tidur, ia malah pergi ke dek atas dengan memakai jubah tipis.
"Kebetulan, anda ada disini Yang Mulia. Bisakah kita bicara sebentar?" suara Lucas yang tiba-tiba itu membuat Rubiana menoleh ke arahnya. Pria itu ternyata masih belum tidur.
"Tidak mau." tolak Rubiana dengan ketus, lalu ia pun memalingkan wajah dari pria itu. Lucas jadi yakin ada sesuatu dengan Rubiana.
Tidak, kau tidak boleh ada di sampingku Lucas. Jika kau berada disini, cepat atau lambat Hyacinth akan tau siapa dirimu dan mengambil kekuatanmu juga.
Dengan berani Lucas memegang tangan Rubiana, ia tidak bisa tenang sebelum mendapatkan jawaban dari Rubiana. "Kau sangat kurang ajar! Lepaskan aku!"
"Aku tidak akan melepaskanmu sebelum mau menjawab pertanyaanku. Apa kau tidak dengan kehadiranku? Kenapa kau berusaha menyingkirkanku? Apa karena aku tidak sopan padamu?" pria itu mencecar Rubiana dengan banyak pertanyaan.
__ADS_1
"Tidak! Bukan karena itu, aku memang tidak ingin kau berada disisiku. Aku tidak suka kau ikut campur urusanku, aku tidak suka PADAMU." jelas Rubiana yang membuat Lucas mengernyitkan keningnya. Lucas jadi yakin Rubiana menyembunyikan sesuatu.
...****...