
Setiap keinginan Rubiana selalu dipenuhi oleh Hyacinth, tanpa terkecuali. Sepertinya jika gadis itu meminta dunia ini, dia juga pasti akan memberikannya.
Rubiana tidak peduli meski sekarang dia dijuluki sebagai rubah ekor sembilan, ular, ataupun wanita penggoda oleh orang banyak dan yang ia pikirkan hanyalah balas dendam pada Hyacinth, dengan cara menjadi Ratu.
"Baiklah, kalau begitu mari kita pergi kesana." ucap Hyacinth sambil tersenyum pada gadis yang kini tengah duduk di depannya itu.
"Tidak perlu!" sanggah Rubiana cepat.
"Apa maksudmu?" tanya Hyacinth heran dengan kalimat yang terasa seperti penolakan itu. "Kau menolakku?" lirikan pria itu begitu tajam dan dingin pada Rubiana. Dia memang lembut pada gadis itu, namun tetap saja ia tidak terima penolakan.
"Tidak Yang Mulia, maksud saya bukan begitu. Saya akan pergi sendiri, saya tau Yang Mulia sedang sibuk dengan urusan istana. Bukankah hari ini Yang mulia juga ada kunjungan ke sungai Istvan di perbatasan?" Rubiana selalu bisa mengalihkan perhatian.
Tidak bisa, Hyacinth tidak boleh ikut denganku. Aku harus bicara dengan tuan Geordo dan nona Lizzy disana.
"Aku masih bisa mengantarmu."
"Yang Mulia, anda tidak perlu mencemaskan saya. Saya tidak akan kabur dari Yang Mulia lagi, saya sudah menjadi milik Yang Mulia dan calon ratu dari negeri ini. Dan juga hati saya sudah ada disini bersama dengan Yang Mulia." tutur Rubiana seraya tersenyum pada pria itu. Hati Hyacinth gembira, seperti dipenuhi ribuan kupu-kupu saat Rubiana mengatakan itu.
__ADS_1
"Aku bisa membiarkanmu pergi, tanpa diriku. Tapi kau harus mendapatkan pengawalan dari kstaria terbaik di kerajaan ini. Kau tidak boleh menolaknya, Ruby."
"Saya tidak akan menolaknya Yang Mulia." jawab Rubiana.
"Baiklah, aku akan meminta kesatria terbaik untuk mengawalmu dan kau harus selalu berada dibawah pengawasannya. Pergi juga bersama dengan Karina, pelayanmu." kata Hyacinth mengingatkan.
"Terimakasih Yang Mulia, kemurahan hati anda sungguh tidak terhingga." gadis itu menundukkan kepalanya dengan penuh rasa hormat.
Hyacinth mendekati Rubiana, dia tersenyum lalu menaikkan dagu wanita itu. Hyacinth tiba-tiba saja mendekatkan wajahnya, tatapannya tertuju pada bibir merah Rubiana.
"Yang Mulia, anda sudah berjanji--bahwa kita tidak akan melakukan sentuhan fisik yang intim sebelum kita resmi menikah." Gadis itu menjauh dari Hyacinth, dia tidak sudi dicium olehnya.
"Maafkan aku, aku lupa karena melihatmu begitu cantik. Kau selalu bisa mengalihkan duniaku Ruby." rayu pria itu seraya memeluk Rubiana secara tiba-tiba. Rubiana sebenarnya enggan disentuh oleh Hyacinth, namun apa boleh buat? Dia harus menahannya, asal tidak ada ciuman.
"Aku mencintaimu, Ruby...aku tidak sabar dengan hari pernikahan kita nanti." lirih pria itu dengan tatapan penuh obsesi cinta pada Rubiana.
"Saya juga tidak sabar menantikannya Yang Mulia." gadis itu tersenyum palsu seperti biasanya.
__ADS_1
"Kalau begitu, ayo ku antar ke tempat kstaria itu." Hyacinth menggandeng tangan Rubiana, lalu dia membawa Rubiana ke tempat latihan kstaria.
Sesampainya disana, Rubiana terkejut melihat seseorang yang dikenalnya berada disana. Pria bertubuh kekar dengan telanjang dada dan otot-otot bispeknya tengah berlatih pedang bersama pada ksatria lain. Ya, dia adalah Lucas.
Kenapa dia ada disini? Oh ya--dia kan pengawal istana juga. Harusnya aku tidak heran. Rubiana sempat bertemu pandang dengan Lucas, pria itu begitu tampan bahkan dengan keringat membasahi wajahnya. Dia malah terlihat makin seksi. Bahkan terlihat beberapa pelayan sengaja berlama-lama disana untuk melihat Lucas.
"Hormat kami Yang Mulia!" sontak semua kstaria langsung memberikan hormat pada Hyacinth dan Rubiana begitu mereka berada disana. Otomatis latihan pedang pun dihentikan.
"Hari ini, kau dan kau harus mengawal permaisuriku kemanapun dia pergi." ucap Hyacinth seraya menunjuk pada dua orang pria yang di klaim sebagai kstaria terbaik. Dia adalah Lucas dan salah seorang ksatria berambut cokelat yang bernama Guesta.
"Siap melaksanakan titah dari Yang Mulia." sahut Lucas dan Guesta bersamaan, tanpa membantah perintah dari raja mereka.
"Dan kau yang berambut hitam, mulai serang kau adalah kstaria pribadi Permaisuri." tunjuk Hyacinth pada Lucas dengan tegas.
Lucas tersenyum tipis, dia melirik Rubiana sekilas. Ini memang yang dia inginkan, berada disamping Rubiana dari dekat.
...****...
__ADS_1