Balas Dendam Putri Bulan

Balas Dendam Putri Bulan
Bab 14. Sepertinya kita jodoh


__ADS_3

...🍀🍀🍀...


Hyacinth murka dan cemas karena Rubiana benar-benar melarikan diri dari istana dengan sangat mudahnya dia melewati penjagaan istana itu yang begitu ketat. Hyacinth menduga pasti ada orang dalam yang membantunya kabur. Karena Rubiana yang melarikan diri, ia pun melupakan tentang serigala putih yang disebutkan oleh Ron burung gagak hitam dan salah satu bawahan setianya selain Barack.


Karina juga dijebloskan ke dalam penjara bawah tanah,dimana disana dijaga oleh troll dan iblis tingkat bawah. Istana Istvan yang dulu menentang iblis, kini sudah berubah seperti sarang ibis.


"Yang Mulia, anda mau kemana?" tanya Barack yang melihat rajanya sudah memakai baju biasa untuk menyamar keluar istana.


"Mencari Rubiana." jawab Hyacinth singkat. Pria itu terlihat tampan, memakai baju apapun. Rambutnya yang berwarna gelap dan matanya tampak bersinar. Baju yang dipakainya juga kontras dengan warna kulitnya. Mungkin inilah sebabnya Selena jatuh cinta padanya.


"Kalau anda pergi bagaimana dengan istana, Yang Mulia? Anda pergi hanya untuk mencari nona itu? Yang Mulia, apa anda lupa dengan keinginan kedua orang tua anda!" seru Barack pada pria itu, dia selalu mengingatkan Hyacinth akan tujuan hidupnya. Sebelum meninggal, orang tuanya ingin Hyacinth untuk membalas dendam pada Liliana dan Maximilian, juga menjadi penguasa kerajaan Istvan.


...Jangan pernah kau jatuh cinta, jatuh cinta hanya akan membuatmu lemah. Wanita adalah racun dunia....


Itulah yang dikatakan oleh ayah Hyacinth yang merupakan iblis tingkat atas berwujud ular berkepala 12 yang dibunuh oleh Maximilian karena sudah menganggu ketenangan Rakyat dan selalu berbuat jahat. Sedangkan Hyacinth, dia sendiri lahir dari iblis setengah manusia. Ibu Hyacinth adalah seorang manusia dan jatuh cinta pada mahluk bernama iblis, ayah Hyacinth. Dia pun menjadi iblis sama sepertinya setelah melahirkan Hyacinth.


"Ya, aku tau dan aku tidak akan pernah lupa dengan apa yang dikatakan kedua orang tuaku. Aku telah mewujudkan keinginan mereka, namun--aku juga punya kehidupan sendiri. Aku berhak mendapatkan apa yang aku mau dan aku ingin bahagia bersama wanita yang kucintai. PAHAM?" seloroh Hyacinth dengan suara bariton berat penuh penekanan pada Barack. Tak lupa atensinya yang tajam tertuju pada pria itu.

__ADS_1


Barack terdiam dan tidak bisa mencegah apa yang diinginkan Hyacinth,memang benar Hyacinth berhak mendapatkan apa yang ia mau. Tapi menurutnya Rubiana bukan wanita yang cocok untuk Hyacinth. Kali ini Barack tidak bisa mencegah kepergian Hyacinth untuk mencari Rubiana.


"Yang Mulia, saya tidak akan membiarkan wanita dengan status rendahan berdampingan dengan anda. Saya akan mencarikan pasangan yang cocok untuk anda. Seseorang dengan karakter yang kuat!" tukas pria itu sambil mengepalkan tangannya.


****


Niat wanita itu memang kabur dari istana agar Hyacinth mengejarnya. Namun dia juga tak tahu mau kemana. Langkah kakinya entah mau kemana. "Aku kemana dulu ya? Aku bahkan tidak membawa uang sepeserpun, astaga Selena bodoh! Kenapa kau tidak memikirkan hal sepenting itu?" gadis itu memukul-mukul kepalanya dengan kepalan tangannya sendiri, merutuki kebodohannya dan kelupaannya untuk membawa uang.


Dia selalu ingat dengan pesan ibunya, jangan pernah bilang bahwa kita bisa hidup tanpa uang, sebab tanpa uang kita tak bisa hidup dan semua tidak ada yang gratis kecuali bernafas.


Saat Rubiana sedang berjalan, ia tak sengaja menginjak salah satu koin itu. "Eh? Kenapa bisa ada koin emas disini? Milik siapa? Ah--apa jangan-jangan si gelang ini mengabulkan permintaanku lagi?" gumam gadis itu sambil tersenyum pada gelang yang ia pakai saat ini.


Bodoh, gelang itu hanya bisa mengabulkan satu permintaan. Batin Lucas.


Rubiana memunguti koin emas itu dengan mata berbinar-binar. Dengan koin emas itu dia bisa pergi untuk mencari penginapan dan mencari makan juga. Tidak peduli uang itu uang siapa, yang jelas dia akan menggantinya nanti pada orang yang kehilangan uangnya.


Gadis berambut perak dengan tudung di kepalanya itu masuk ke dalam sebuah tempat penginapan. Dia duduk duduk dulu di restoran yang ada dibawahnya. "Saya pesan bir 3 botol dan mie!" ujar Rubiana pada si pelayan.

__ADS_1


"Baik nona tunggu sebentar." ucap si pelayan itu ramah, lalu pergi ke dapur untuk membuatkan pesanan Rubiana.


Tak jauh dari tempat Rubiana duduk, Lucas berada disana dan memperhatikannya diam-diam. Dia tidak mau terjadi sesuatu pada calon imprint-nya nanti. Satu hal yang Lucas sesalkan kenapa dia tidak datang lebih awal saat tau ramalan itu. Namun bukan salah Lucas juga karena Hyacinth memang datang lebih awal dari ramalan itu, sehingga Lucas tidak sempat menyelamatkan keluarga kerajaan Istvan dan Selena.


"Hey cantik, apa kau sendirian disini? Mau kami temani?" tawar seorang pria pada Rubiana yang duduk sendiri.


Kedua pria itu menatap Rubiana dengan genit. Tentu saja Rubiana kesal pada kedua pria yang mengganggunya ini. Dia mengacuhkannya.


Ketika salah seorang pria memegang tangan Rubiana, Lucas menghampiri mereka bertiga. Dia menepis tangan pria yang menyentuh Rubiana.


"Dia bersamaku, jangan ganggu dia!" sentak Lucas dengan suara bariton rendah miliknya dan tatapan tajam menghunus pada kedua pria itu yang mampu membuat mereka ngeri.


"Oh--kau?" Rubiana mendongak saat melihat wajah Lucas.


"Sepertinya kita memang jodoh, buktinya kita bertemu lagi."


...****...

__ADS_1


__ADS_2