Balas Dendam Putri Bulan

Balas Dendam Putri Bulan
Bab 26. Rubiana di siksa


__ADS_3

...🍀🍀🍀...


Rubiana bahagia melihat salah satu saudaranya selain Rosela yang masih hidup. Pria itu dalam keadaan baik-baik saja dan berdiri di hadapannya saat ini. Ingin rasa hati memeluk Aiden, mengatakan pada pria itu bahwa dirinya adalah Selena. Akan tetapi untuk sekarang mustahil untuk dilakukan, dia masih berada dalam misi balas dendam pada Hyacinth.


Byurr!


Tanpa disangka-sangka Aiden menyiramkan pada wajah cantik Rubiana, beruntungnya air itu adalah air dingin dan bukan air panas. Kini wajah Rubiana telah basah oleh air tersebut. Seharusnya Rubiana tidak heran, Aiden pasti membencinya karena ia adalah bagian dari Hyacinth. Terkadang ia masih berpikir bahwa dirinya adalah Selena, bukan Rubiana.


"Selamat datang di neraka, calon Ratu Istvan!" ujar Aiden seraya tersenyum sinis pada gadis itu.


"Kau siapa? Aku dimana?" tanya Rubiana berpura-pura bingung dimana dirinya saat ini. Padahal dia sudah tau dimana dia sekarang, pastinya di kerajaan Gallahan.


"Kau tidak perlu siapa aku, yang perlu kau tau aku adalah malaikat maut yang bisa mencabut nyawamu kapan saja ku mau!" serka Aiden dengan tatapan yang menghunus tajam pada Rubiana. Aiden sakit hati, dengan mudahnya Hyacinth menikah setelah membunuh adiknya dengan kejam. Setelah membantai keluarga dan merebut kerajaan Istvan dari pewaris yang sah yaitu Arsen.


"Lepaskan aku! Kau siapa? Beraninya kau melakukan ini kepadaku?!" teriak Rubiana berpura-pura arogan didepan Aiden.


Plakk!


Aiden menampar Rubiana, tidak peduli orang yang berada didepannya ini adalah seorang wanita. Aiden memukul Rubiana sampai sudut bibirnya berdarah. Gadis itu tidak melawan karena memang tidak berniat untuk melawan, ia anggap pukulan Aiden sebagai balasan untuk jiwanya Selena karena wanita itu sudah mengabaikan Aiden dan memilih menikah dengan Hyacinth sebelumnya.


"Kenapa? Kenapa kau mengurungku? Apa salahku padamu, tuan?" tanya Rubiana dengan raut wajah takut dan buliran air mata yang mengalir di pipi. Andai saja tangannya tidak diikat, dia ingin memanfaatkan kesempatan untuk memeluk Aiden dengan erat. Namun sayang kedua tangan dan kedua kakinya dirantai kuat, seolah dia adalah tahanan dengan dosa paling banyak disana.

__ADS_1


"Salahmu? Salahmu adalah karena kau adalah wanita yang dicintai si iblis itu!" tangan Aiden memegang dagu Rubiana dengan kasar. Ketika dia melihat gadis itu, ada something di hatinya.


Kakak, aku sangat merindukanmu. Batin Rubiana saat melihat mata kakaknya menatapnya.


"Matamu...sangat menjijikkan!!" Aiden mendorong kasar wajah Rubiana ke samping.


"Kenapa kau melakukan ini tuan? Apa salahku? Siapa yang kau maksud dengan iblis itu?" tanya Rubiana pura-pura tidak tau dan memelas didepan Aiden, agar pria itu tidak curiga.


"Dengar aku nona! Calon suamimu si iblis itu, dia adalah iblis paling hina di muka bumi ini. Kau harusnya berterimakasih padaku karena sudah menyelamatkanmu dari jeratnya. Apa kau tau? Dia sudah membantai semua keluargaku, dia mengkhianati adikku yang polos itu lalu menghancurkannya. Manusia seperti dia, maksudku iblis seperti dia tidak akan pernah jatuh cinta." tutur Aiden dengan tatapan kebencian pada Rubiana.


"Jadi--apa kau melakukan semua ini demi adikmu?" pertanyaan itu meluncur begitu saja dari bibir Rubiana.


"Bukan urusanmu!" tukas Aiden kesal.


"Bukan."


"Apa kau menyayanginya? Adikmu itu...apa kau sayang padanya?" tanya Rubiana dengan penuh harapan pada pria itu. Dia menatap iras kakaknya dengan lekat, terlihat kesedihan di wajah Aiden.


"Ya, tentu saja. Kakak mana yang tidak sayang pada adiknya." kata Aiden sepenuh hatinya.


Air mata Rubiana kembali mengalir, mendengar ungkapan hati kakaknya. Padahal Aiden tidak pernah mengatakan pada Selena bahwa pria itu menyayanginya. Namun dia mendapatkan pengakuan itu lewat tubuhnya Rubiana.

__ADS_1


"Kalau kau melakukan ini untuk adikmu, maka tidak apa." ucap Rubiana dengan suara getir disertai isak tangis.


Kakak, ternyata Kakak menyayangiku. Aku pikir kakak hanya sayang pada Arsen saja. Aku pikir aku hanya pengganggu untukmu kak.


"Jangan harap aku akan lemah karena kau wanita, karena kau menangis! Dengar, aku tidak akan segan-segan padamu nona! Sebab orang yang berhubungan dengan iblis itu, akan aku lukai dan kalau perlu akan aku musnahkan." cetus Aiden tegas. Dia tidak suka melihat Rubiana menangis. Namun didalam hati, dia bertanya-tanya kenapa Rubiana menangis.


"Ed!"


"Ya, Yang Mulia." sahut Edward yang berada di depan pintu penjara itu. Dia menghampiri rajanya.


"Perintahkan pengawal penjara untuk melakukan penyiksaan tingkat awal untuknya. Dia adalah tahanan dan harus diperlakukan sebagai tahanan." kata Aiden memerintah.


Tidak akan aku biarkan wanita ini bernafas dengan baik.


"Baik, Yang Mulia." jawab Edward patuh.


Rubiana sama sekali tidak marah ataupun takut dengan apa yang akan dilakukan Aiden padanya. Dia masih terbaru dengan sikap Aiden, ternyata kakaknya itu juga sayang padanya. Terlepas dari hubungannya yang tidak dekat dengan Aiden.


Setelah itu Rubiana mengalami penyiksaan awal sebagai tahanan, dia tidak diberi minum dan makan selama satu hari itu. Bahkan tidak diperbolehkan pergi ke kamar mandi. Dia benar-benar terkurung disana.


Dari celah penjara itu, seseorang melihat Rubiana dengan sedih. "Apa kau bodoh? Kenapa kau tidak mengatakan bahwa kau adalah putri Selena? Haruskah kau menyiksa dirimu seperti ini?" gusar pria itu sambil memukul tembok.

__ADS_1


...****...


__ADS_2