Balas Dendam Putri Bulan

Balas Dendam Putri Bulan
Bab 50. Hyacinth vs Aiden


__ADS_3

🍀🍀🍀


Setelah mendengar bisikan gaib itu, Lucas tidak langsung percaya. Dia berusaha mencari orang yang sudah bicara tentang Selena.


"Bagaimana bisa aku percaya pada ucapanmu? Siapa tau kau berniat jahat padaku dan Selena?" tanya Lucas memancing orang itu untuk menunjukkan dirinya.


"Apa aku bisa berniat jahat padamu, wahai anakku..."


Sosok itu akhirnya menampakkan dirinya, dia seorang pria dengan rambut berwarna putih dan memakai jubah putih. Tubuhnya tampan bercahaya dan Lucas terpana melihatnya.


"A-ayah..." Lucas tercengang.


"Lucas, kita tidak punya banyak waktu. Bawalah pasanganmu datang kemari, ambil pedang itu. Hanya dia yang bisa melenyapkan raja setengah iblis itu."


"Baik ayah!" Padahal Lucas ingin mengobrol lama bersama ayahnya, tapi dia sadar waktu semakin menipis. Lucas pun berpamitan pergi, tapi sebelum itu ayahnya mengatakan sesuatu yang membuat langkahnya sempat terhenti.


"Lucas, dia sangat cantik. Ayah dan ibu menyukainya,"


Lucas hanya tersenyum mendengarnya, lalu ia pun pergi menghilang dari sana secepat mungkin. Dia menggunakan sihir teleportasi. Ayah Lucas melihat Lucas menghilang, ia berdoa agar Lucas dan Rubiana berhasil membunuh Hyacinth.


****


Sementara itu di istana dan negeri Gallahan, sedang terjadi pertarungan sengit antara iblis melawan manusia. Istvan era yang baru dalam menjajah kerajaan-kerajaan di benua itu. Aiden dibantu oleh para penyihir putih dan juga Theodore, temannya. Mereka memerangi Hyacinth yang saat ini menyerang Gallahan.

__ADS_1


"Ternyata apa kau prediksi memang benar, Raja Aiden. Untung saja kau sudah mengamankan rakyat ke tempat yang aman. Jika tidak--mungkin mereka tidak akan selamat!" kata Theo disela-sela pertarungan itu, dia bicara pada Aiden.


"Aku sudah menduga, dia akan melakukannya lagi." Aiden menatap sengit pada Hyacinth yang kini sedang berjalan menghampirinya.


"Raja Theodore, kau urus si hitam yang itu. Aku urus iblis yang satu ini," ujar Aiden pada Theodore, dia meminta Theo mengurus Barack. Ya, Barack! Pria yang katanya di pengasingan itu, ada disini sekarang dan membunuh beberapa pengawal kerajaan dengan bengis. Rupanya Hyacinth tidak benar-benar menghukumnya.


Theodore pun maju mendekati Barack, mereka lalu beradu pedang. Terdengar suara pedang beradu dengan sengitnya, sama seperti tatapan mereka yang tajam. Walau keadaan sudah kacau saat ini, tapi mereka tetap bertarung.


Sedangkan Aiden, kini sudah berhadapan dengan Hyacinth. Kilatan dendam dan amarah menyorot tajam dari netra Aiden kepada Hyacinth, dia ingat benar bagaimana keluarganya dibunuh oleh pria yang ada dihadapannya ini.


"Kau punya niat membunuh yang cukup kuat, tapi tubuhmu tidak akan cukup kuat melawanku, Raja Aiden...haha..." tawa Hyacinth terdengar menyeramkan, dia sangat percaya diri bahwa Aiden bukan apa-apanya dibandingkan dirinya.


"Jangan terlalu angkuh, darah iblis campuran. Kau tidak akan tau hasil akhirnya, sebelum bertarung!" Aiden mempersiapkan kuda-kudanya, dia mengacungkan pedangnya. Terlihat senyum dibibirnya, dia akan berjuang sampai titik darah penghabisan. Meski dia harus mati, Hyacinth juga harus mati.


"Baiklah, kita lihat. Siapa yang lebih unggul!" ujar Hyacinth yang kesal dan tersinggung disebut darah iblis campuran. Tak lama kemudian, terlihat cahaya hitam mengelilingi tubuh Hyacinth.


Wush~


Angin kencang tiba-tiba datang dan kini Hyacinth telah berubah menjadi makhluk mengerikan, monster iblis, tapi setengah wajahnya adalah manusia.


"Mari kita mulai!"


Hyacinth segera melancarkan serangannya pada Aiden, tentu saja Aiden membalasnya. Cahaya hitam dan putih berada diantara mereka berdua, si hitam lebih mendominasi dan kuat.

__ADS_1


Sial! Kenapa dia jauh lebih kuat saat berubah jadi iblis?


"HAHAHAHA... serahkanlah rakyat dan kerajaanmu dengan suka rela, lalu aku akan membiarkanmu hidup, Raja Aiden."


"TIDAK AKAN! Setelah apa yang kau lakukan pada keluargaku, kau pikir aku akan membiarkanmu hidup?" pria berstatus sebagai Raja Gallahan itu tentu tidak akan menyerah, dendamnya terlalu kuat untuk membuatnya menyerah.


BUGH!


Aakhhh!!


Aiden terlempar cukup jauh, hingga membuatnya terjatuh. Bisa disebut skor 0-1 saat ini. Aiden memegang dadanya, mulutnya mengeluarkan darah dan Hyacinth tertawa melihatnya.


****


Disisi lain, Rubiana tengah membantu Rosela, Doris yang lainnya secara diam-diam untuk menyelamatkan orang-orang di istana itu. Sebab iblis mengikuti mereka.


"Tenang saja, selama ada aku bersama kalian. Iblis iblis itu tidak akan menyakiti kalian," ucap Rubiana pada beberapa dayang istana Gallahan yang saat ini sedang ketakutan.


Benar saja, saat mereka berada di dekat Rubiana. Tidak ada iblis yang berani mendekat, itu karena mereka mengenali Rubiana sebagai pasangan dari Hyacinth, raja mereka.


"SELENA?!"


"Ya?" sontak saja Rubiana menoleh ke arah orang yang memanggilnya itu. Rubiana tersentak seketika saat melihat siapa yang memanggilnya. Dia adalah Rosela.

__ADS_1


Netra Rosela, Rubiana dan Doris saling bertemu pandang dengan cukup dalam. Mata mereka berkaca-kaca. Rosela berjalan mendekati Rubiana. "Jadi kau adalah Selena? Kau benar-benar Selena?" tanya Rosela yang membuat Rubiana terkejut dan kehilangan kata-kata.


...***...


__ADS_2