Balas Dendam Putri Bulan

Balas Dendam Putri Bulan
Bab 47. Bisa baca pikiran


__ADS_3

****


Setelah mendapatkan mimpi itu, Rubiana langsung mencari keberadaan Lucas. Sebab di mimpinya juga ada pria itu dan jelas Lucas tau seluk beluk hutan larangan karena dia penguasanya.


Ketika Rubiana mencari Lucas, dia tidak menemukannya. Gadis itu bingung, bukankah Lucas adalah pengawal pribadinya. Lalu kemana dia pergi? Harusnya dia stay disini saja bukannya pergi dan menghilang tanpa tau kemana.


"Ratuku, kenapa kau belum bersiap-siap?" tanya Hyacinth seraya tersenyum kepada istrinya yang tengah berdiri didepan pintu kamar.


"Bersiap-siap kemana Yang Mulia?" tanya Rubiana.


"Apa kau lupa? Hari ini adalah hari pernikahan Raja Aiden dari Gallahan dan kita harus menghadirinya." Kata Hyacinth yang mengingatkan Rubiana bahwa dia harus menghadiri pernikahan Kakaknya.


"Ah...iya, kau benar juga. Aku hampir lupa. Kalau begitu, aku akan bersiap-siap karena perjalanan kesana tidaklah sebentar," ucap Rubiana yang hampir saja lupa.


"Iya sudah ,kau bersiap-siaplah sayang. Aku ada rapat sebentar di aula. Aku tunggu kau disana," tiada hari tanpa kecupan di kening Rubiana dari Hyacinth. Mau menolak pun, jelas Rubiana tidak bisa.


Setelah itu Rubiana kembali masuk ke dalam kamar untuk bersiap-siap, mencocokan baju dengan baju yang dikenakan Hyacinth. Pria itu mengenakan stelan berwarna merah, maka ia pun akan mengenakan gaun yang sudah disediakan oleh pihak desainer istana. Dengan warna yang sama.


Rubiana di temani berdandan oleh Magenta dan Karina. Gadis itu tampak cantik dengan rambut peraknya yang di kepang ke depan dan mengenakan hiasan bunga-bunga di setiap kepangan rambutnya. Gaun berwarna merah itu juga terlihat sangat kontras pada kulitnya yang berwarna putih.


"Woah... Yang Mulia Ratu, anda sangat cantik." Magenta berbinar-binar menatap Rubiana yang sangat cantik. Meski ia berpikir bahwa tubuhnya sebagai Selena jauh lebih cantik. Ya, mungkin sama saja.

__ADS_1


"Benar, Yang mulia ratu seperti bidadari!" celetuk Karina yang juga memuji kecantikan ratunya itu.


"Terimakasih. Kalau begitu, aku akan pergi ke aula sekarang." Rubiana hanya tersenyum santai, lalu ia pun berjalan pergi diikuti oleh Magenta saja ke luar ruangan. Sebab Karina tidak akan ikut ke Gallahan. Rubiana melarangnya.


Saat sampai didepan pintu kamar, Rubiana melihat Lucas dan seorang pengawal yang entah siapa namanya sudah berada didepan pintu. Mereka menundukkan kepalanya, saat melihat Rubiana.


Ih! Ini dia... darimana saja dia? Kenapa baru muncul?


"Maafkan saya Yang Mulia, saya baru saja pergi dari barak kstaria hitam." jelas Lucas pada Rubiana pada gadis itu tidak bertanya padanya.


"Aku tidak bertanya padamu," tukas Rubiana dengan satu alis yang terangkat ke atas.


Cih dasar menyebalkan. Kenapa dia seolah bisa menebak pikiranku? Rubiana membatin.


Sontak saja mata Rubiana membelalak saat mendengar jawaban Lucas seolah menjawab apa yang ada didalam hatinya.


Rubiana tidak bicara lagi, lalu dia pun melangkah pergi dari sana tanpa mempedulikan Lucas. Tapi didalam hati, dia terus menggerutu kesal karena Lucas baru muncul.


Menyebalkan sekali, kenapa dia baru muncul? Padahal aku ingin menanyakan tentang hutan larangan itu.


Lucas terdiam setelah mendengar isi pikiran Rubiana. Langkahnya pun terhenti, ia lalu bicara pada Rubiana bahwa dia ingin bicara dengannya tentang pengawalan.

__ADS_1


Dan kini mereka berdua berada di sisi lain istana Ratu. Lucas menatap Rubiana dengan lekat.


"Apa yang ingin kau cari di hutan larangan?" tanya Lucas tanpa basa-basi.


"Hah? Kenapa kau tau aku sedang mencari sesuatu tentang hutan larangan? Apa kau bisa membaca pikiranku?" tanya Rubiana kaget karena tanpa dia mengucapkannya, Lucas sudah tau apa yang ia pikirkan.


"Bisa. Sejak aku mengimprint-mu, aku bisa mendengar pikiranmu. Tentu saja karena kau adalah pasanganku," jelas Lucas singkat.


"A-apa? Pasangan? Siapa yang pasanganmu?!" seru Rubiana yang sebenarnya belum paham apa arti imprint itu.


"Kita pasangan sejak ciuman waktu itu. Nah sekarang jangan bahas dulu tentang itu, tapi bahas tentang hutan larangan. Apa yang ingin kau cari disana?" tanya Lucas lagi seraya menatap tajam pada Rubiana.


Apa harus kukatakan tentang pedang suci dan mutiara hitam itu? Apa dia tau? Batin Rubiana.


"Kenapa kau harus mencari benda berbahaya itu? Mutiara hitam dan pedang suci?"


"Astaga...jadi kau benar-benar bisa membaca pikiranku!" pekik Rubiana kaget.


"Jawab aku! Kenapa kau mencari benda itu?"


"Ayah dan ibuku mengatakan, bahwa kedua hal itu bisa menghancurkan Hyacinth," jelas Rubiana serius. Lucas terdiam dengan raut wajah yang tidak dapat gadis itu artikan.

__ADS_1


****


__ADS_2