Balas Dendam Putri Bulan

Balas Dendam Putri Bulan
Bab 27. Masih di penjara


__ADS_3

Tidak butuh waktu lama bagi Lucas untuk mengetahui keberadaan Rubiana. Dia adalah raja serigala, tentu dia tidak lemah dan hanya lemah akan kelemahannya. Hanya dengan tebakan beruntung saja, Lucas berhasil mengetahui keberadaan Rubiana di istana Gallahan. Tentunya Lucas tidak akan memberitahukan hal ini kepada Hyacinth.


Di celah kecil penjara bawah tanah tempat Rubiana berada, disanalah ia melihat dan mendengar penyiksaan yang dilakukan oleh pengawal di penjara itu kepada Rubiana. Lucas sedikit menyesalkan kenapa Rubiana tidak memberitahu tentang identitasnya pada Aiden atau Rosela. Gadis itu memilih bungkam dan menerima semuanya. Lucas menyebutnya bodoh.


"Kalau kau tidak mau memberitahukannya, lalu aku harus berbuat apa? Haruskah aku diam dan mengikuti alur yang kau inginkan? Selena...apa maumu?" gumam Lucas mendesahh bingung, dia harus bagaimana. Dia tidak tega melihat Rubiana tersiksa dengan kebodohannya itu. Tapi dia juga tidak mau menggagalkan rencananya.


****


Di dalam penjara dalam keadaan terikat dan wajah lebam-lebam, Rubiana menangis meratapi nasibnya. Ia pikir Hyacinth akan datang untuk segera menyelamatkannya, tapi dia juga tidak berharap begitu. Namun ini artinya Hyacinth tidak cukup mencintainya.


"Dasar...aku sudah tau kau memang iblis, kau tidak akan bisa mencintai seseorang." gumam Rubiana dengan senyuman pahit dibibirnya.


Di kerajaan Istvan...

__ADS_1


Dugaan Rubiana salah, nyatanya Hyacinth sangat mencemaskannya. 2 hari tidak bertemu bahkan tau bagaimana kabar gadis itu, membuat Hyacinth ketar-ketir. Apalagi tidak ada kabar dari Lucas tentang keadaan Rubiana. Hyacinth murka, ia pun memutuskan untuk pergi ke Gallahan. Feelingnya mengatakan dengan kuat, bahwa Rubiana berasal disana.


"Kau tidak bisa menghalangiku lagi Barack! Kalau kau berani menghalangiku, kau akan MATI!" teriak Hyacinth pada ajudan setianya yang lagi-lagi menghalangi dirinya untuk menyelamatkan Rubiana.


"Yang Mulia...saya mohon jangan bertindak gegabah. Bagaimana dengan kerajaan ini bila--"


Sret!


Hyacinth yang sudah kelewat emosi akhirnya melukai wajah Barack dengan belatinya, hingga pipi si ajudan itu terluka. "Yang mulia...anda..." geram Barack kesal.


"Yang Mulia...anda akan membunuh saya karena perempuan itu?"


Sontak saja Hyacinth menghunuskan pedang ke leher Barack saat mendengar ucapan lancang yang keluar dari bibir pria itu. Ia tidak terima calon ratunya disebut dengan nama perempuan itu. "JAGA KATA-KATAMU BARACK! Bukan perempuan itu, tapi permaisuri!" sentak Hyacinth emosi.

__ADS_1


Dada Barack bergemuruh, ia kesal pada Hyacinth tapi dia tetap tidak bisa meninggalkan pria yang sudah seperti sahabat baiknya itu. "Baiklah Yang Mulia, saya akan membantu yang mulia untuk mencari Baginda permaisuri." kata Barack yang berusaha sabar menahan keras kepala Hyacinth, rajanya itu.


Ya, ini semua aku lakukan bukan untuk gadis itu melainkan Yang Mulia raja dan kerajaan ini. Tidak baik membuat istana ini terbengkalai karena seorang wanita.


"Baiklah, bantu aku temukan dia!" kata Hyacinth dengan karena Barack akan membantunya. Mereka pun bergegas pergi ke negeri Gallahan untuk mencari Rubiana.


****


Penjara bawah tanah kerajaan Gallahan, Rubiana terlihat sedang tertunduk lesu seperti biasanya. Dia belum makan dan minum selama 2 hari ini, perutnya mulai terasa perih.


Tiba-tiba saja dia kedatangan tamu tak terduga ke penjara dan membawakan makanan untuknya.


"Apa kau baik-baik saja? Makanlah."

__ADS_1


Air mata Rubiana mengalir deras, disertai dengan senyuman tipis dibibirnya. Dia tidak percaya melihat sosok perempuan cantik itu didepannya.


...****...


__ADS_2