
...🍀🍀🍀...
Makan malam itu terasa tegang untuk Rubiana dan Abartia. Abartia merasa tegang karena Lucas yang sedari tadi menatapnya dan membuat ia tertekan. Sedangkan Rubiana, khawatir karena identitasnya akan ketahuan setelah ini. Namun Lucas sebelumnya sudah berjanji padanya, bahwa dia akan baik-baik saja.
Abartia benar-benar tidak menikmati makanannya, padahal banyak makanan enak disana. Tapi Abartia jadi tidak bernafsu, karena keadaan dan sorot Lucas yang menghunusnya. Seakan-akan pria itu bisa mencabut nyawanya kapan saja.
"Apa makanannya tidak enak? Tuan Abartia?" tanya Hyacinth pada pria tua itu, guna memecah keheningan. Sedari tadi ia merasakan Rubiana dan Abartia sama-sama terdiam. Hyacinth yakin ada sesuatu yang mereka sembunyikan.
"Ini sangat enak, Yang Mulia." jawab Abartia sekenanya, seraya tersenyum tipis. Ya, makanannya menang enak, tapi suasana sangat tidak enak.
"Yang Mulia Ratu, Yang Mulia Raja, saya permisi izin ke belakang," ujar Abartia pada pasangan raja dan ratu itu. Maksudnya ke belakang adalah ke toilet, atau kamar mandi
"Silahkan tuan," balas Hyacinth, sedangkan Rubiana hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Abartia benar-benar pergi dari ruangan itu, diam-diam Lucas mengikutinya.
Kini didalam aula istana yang megah tersebut, hanya ada Hyacinth dan Rubiana. Hyacinth yang masih curiga akan identitas istrinya, terlihat sedikit aneh dan lebih agresif. Rubiana berpikir, ini karena Hyacinth curiga padanya.
"Ratuku..."
"Ada apa yang Mulia?" tanya Rubiana sambil mempertahankan senyuman dibibirnya, agar pria itu tidak curiga.
Hyacinth tiba-tiba saja mendekatkan wajahnya, matanya menatap nanar pada bibir Rubiana. Ya, gadis itu sudah tau tujuan Hyacinth kemana.
__ADS_1
Aku harus bagaimana? Haruskah aku membiarkan dia menciumku? Tapi menghindar terus juga tidak bagus...
Saat bibir Hyacinth akan menyentuh bibir Rubiana, tiba-tiba saja seseorang masuk ke dalam ruangan itu dan menghentikan kegiatan yang akan Hyacinth lakukan.
Huftt! Rubiana menghela nafas lega, kehadiran pengawal ini membuatnya selamat dari Hyacinth.
"Apa kau mau mati? Beraninya kau masuk ke dalam ruanganku, tanpa izin?!" hardik Hyacinth pada pengawal yang tengah duduk berlutut dihadapan sang Raja.
"Yang Mulia, ampuni saya...ta-tapi ini masalah penting yang Mulia..."
"Ada apa?"
"Tuan Serwin, beliau ingin melaporkan tentang--"
"Ratuku, kau tunggulah disini sampai tuan Abartia kembali. Aku akan bicara sebentar dengan Count Serwin," ucap Hyacinth seraya mengecup kening Rubiana sebelum pergi. Hal itu selalu ia lakukan pada istrinya. Namun kali ini, ciuman itu terasa berbeda sebab ia merasa curiga.
****
Disisi lain istana itu, Abartia dan Lucas saling berhadapan dengan atensi yang begitu tajam. Lucas menyilangkan kedua tangannya di dada dan Abartia menundukkan kepalanya di depan Lucas.
"Kau serius akan menjalin kerjasama dengan darah setengah iblis itu? Kau tidak takut akan kutukan itu?" tanya Lucas penuh intimidasi pada pria itu.
__ADS_1
Tubuh Abartia gemetar saat Lucas mengingatkannya akan kutukan. Abartia, adalah penyihir hitam kelas atas. Dan dia takut pada Lucas, apa alasannya?
"Apa kau yakin ingin berurusan dengan ku dan pasanganku?" tanya Lucas lagi.
"Yang Mulia, ma-mana berani saya menyinggung Yang Mulia!"
"Tapi kau ada di pihak darah setengah iblis itu. Kau bahkan berniat menyentuh pasanganku, calon ratu serigala. Sepertinya kau mau mati, Abartia?!" decak Lucas dengan seringai diwajahnya, matanya yang berwarna biru menyala-nyala dengan tajam.
Abartia ingat dengan kutukan yang diberikan oleh serigala putih generasi sebelumnya, penyihir hitam dikutuk akan jadi abu bila berani menyentuh keturunan serigala. Termasuk pasangan yang sudah di imprint oleh serigala tersebut.
"Saya tidak ada di pihaknya. Jika saya tau bahwa Baginda permaisuri adalah pasangan Yang Mulia, saya tidak akan berani menyinggungnya."
"Ya...sekarang kau sudah tau bukan? Jadi kau juga pasti tau, apa yang harus kau katakan pada Raja setengah iblis rendahan itu!" tukas Lucas mengancam. Abartia menganggukkan kepalanya patuh, dia paham apa maksud Lucas.
"Baiklah, aku hanya ingin mengatakan itu. Jika kau melanggar, nyawamu sendiri taruhannya." cetus Lucas dengan senyum angkuhnya.
"Sa-saya mengerti Yang Mulia." Abartia tergagap.
Sial, ku kira keturunan serigala putih sudah musnah. Namun ternyata, dia masih hidup. Mungkin yang ada didepan ku ini adalah keturunan serigala putih yang terakhir.
Ketika Lucas akan pergi, Abartia kembali memanggilnya. Abartia mengatakan bahwa Hyacinth akan membangkitkan pasukan iblis dan menghancurkan semua kerajaan di benua ini. Lucas terkejut mendengarnya.
__ADS_1
...****...