
Sentak pria tua itu setelah dia melempar batu ke arah Rubiana, dia sangat membenci apapun yang berhubungan dengan kerajaan Istvan saat ini. Apalagi saat ia mendengar bahwa Rubiana adalah calon permaisuri Hyacinth.
Pria tua itu sendiri adalah Geordo Tan, orang yang pernah memilki hubungan baik dengan mendiang Ratu Liliana dan juga Raja Maximilian. Dan putrinya yang bernama Lizzy, dia adalah teman baik Liliana.
Rubiana syok saat batu itu menghantam kepala Lucas dan membuat kepala ksatria itu terluka. Guesta langsung maju ke depan, dia mengeluarkan pedangnya dan bersiap menebas siapapun yang berani menyakiti Rubiana, tentu atas perintah Hyacinth. Siapa lagi?
"Jadi kau adalah calon Permaisuri Raja laknat itu?!" serka Geordo penuh kemarahan pada Rubiana.
"Jaga sopan santunmu, PAK TUA!" Guesta hendak melayangkan pedangnya ke kepala Geordo, namun Rubiana menghentikannya..
"Hentikan itu sir Guesta!" bentak Rubiana pada Guesta.
"Nona, pria tua ini sudah berani ingin melukai nona bahkan menghina Baginda dan saya tidak bisa tinggal diam!" seru Guesta dengan posisi siap siaganya.
__ADS_1
"Tidak apa-apa! Aku akan bicara dengannya,"
"Nona..."
"Kau berani membantah ku? Apa kau mau aku mengadukanmu pada Baginda?" ancam Rubiana pada Guesta yang hendak membantahnya.
"Baik nona." jawab Guesta lalu pria itu menurunkan pedangnya, tangannya terkepal geram menahan amarah. Kepalanya menunduk patuh, entah kenapa Rubiana, wanita yang diketahui berasal dari kalangan biasa itu bisa membuatnya terintimidasi ini.
Sialan! Beraninya pelacur ini memerintahku dan kenapa dia memiliki aura seperti ini?
Sesampainya didalam rumah sederhana milik Geordo, Rubiana terlebih dahulu ingin mengobati luka di kepala Lucas. Ia meminta pada Magenta untuk membawakan kotak obat guna mengobati luka di kepala Lucas.
"Nona, anda tidak perlu melakukan ini." ucap Lucas pada Rubiana yang akan mengobati luka di keningnya dengan obat merah dan perban.
__ADS_1
"Diamlah! Ini semua terjadi karena ku dan aku harus bertanggungjawab." seloroh Rubiana seraya mengobati luka di kening Lucas.
Padahal aku bisa menyembuhkan luka ini dengan mudah, tapi aku harus membiarkannya terluka agar terlihat seperti manusia. Lucas membatin.
Pria itu kini hanya diam saja dan membiarkan Rubiana mengobati lukanya. Diam-diam dia menatap manik mata Rubiana yang berwarna merah seperti baru Ruby, seperti namanya itu. Cantik dan menarik, walaupun sebenarnya dia lebih menyukai wujud Selena. Tapi setalah dilihat-lihat, wajah Rubiana sama cantiknya dengan wajah Selena dulu.
Usai mengobati luka Lucas, Rubiana meminta agar Lucas menunggu di luar. Dia akan bicara dengan Geordo dan Magenta secara pribadi. Lucas menurut dan pergi keluar.
"Mau apa anda kesini? Pergilah!" Geordo mengusir Rubiana dengan tidak sopan, walau dia tau bahwa Rubiana adalah calon permaisuri.
"Tuan Geordo..." Rubiana menatap dalam ke arah Geordo.
"Kenapa kau tau namaku? Jangan panggil aku seperti itu!" sentak pria tua itu marah.
__ADS_1
"Tuan Geordo, Magenta, sebenarnya ada yang ingin aku beritahu pada kalian tentang kebenaran. Aku...adalah putri Selena." jelas Rubiana yang sontak membuat Magenta dan Geordo tercengang tak percaya.
...****...