
...🍀🍀🍀...
Abartia memperhatikan wajah Rubiana dengan cukup lama, dia juga mencium bau yang menyengat dari tubuh Rubiana. Bau serigala, bukan serigala biasa melainkan Raja serigala putih yang langka.
Abartia juga melihat jiwa asli dalam tubuh Rubiana, seperti apa yang dikatakan Hyacinth. Bahwa dia ingin memastikan bahwa Rubiana memiliki jiwa lain atau tidak.
Bagaimana bisa... bagaimana bisa dia memiliki bau raja serigala dan juga jiwanya bukan jiwa dari pemilik tubuh yang asli. Apakah dia sudah di imprint oleh Raja serigala? Dan bagaimana bisa Raja Hyacinth tidak bisa mencium bau serigala yang menyengat seperti ini? Apa karena dia bukan iblis murni dan hanya setengah iblis?
Begitu banyak pertanyaan didalam pikiran Abartia saat ini. Perlahan matanya melebar, saat melihat Lucas yang berdiri tak jauh dari sana. Lucas berdiri dibelakang Rubiana, lebih tepatnya di depan pintu ruangan istana utama itu.
Lucas menatap tajam bak elang kepada Abartia. Satu sudut bibirnya terangkat ke atas saat, ia melihat raut wajah ketakutan dari Abartia.
Raja serigala...dia benar-benar masih hidup dan aura ini. Dia telah menjadi sangat kuat.
Sementara Rubiana dan Hyacinth masih berdiri didepan Abartia yang melamun. Rubiana gelisah, dia takut identitasnya ketahuan. Namun beberapa saat yang lalu, Lucas mendatanginya dan melakukan sesuatu padanya.
#Flashback
"Apa kau bilang? Hyacinth akan membawa penyihir hitam kemari? Untuk apa?" tanya Rubiana pada pria itu. Kini mereka berdua berada di dalam kamar Rubiana, beruntung tidak ada siapapun saat itu dan Lucas juga pandai menyelinap.
"Untuk apa lagi, tentu untuk membongkar siapa kau sebenarnya. Dia bisa melihat jiwa didalam tubuh seseorang," ucap Lucas menjelaskan.
__ADS_1
Gadis itu menarik nafas saat mendengarkan penjelasan Lucas. Dia hanya tau sedikit tentang Abartia dari ibunya, Liliana. Dia pikir Abartia sudah mati, ternyata pria itu masih hidup.
"Benar apa dugaanmu, Hyacinth sudah curiga padaku. Lalu apa yang harus aku lakukan? Aku pasti akan ketahuan! Menghindar juga tidak mungkin!" ujar Rubiana bingung, dia mengerutkan keningnya.
"Aku bisa membantumu, dengan begitu kau tidak akan ketahuan. Tapi..."
"Kenapa ada tapinya?" tanya Rubiana tidak mengerti.
"Tapi kau jangan marah padaku, apapun yang aku lakukan sekarang adalah demi kebaikanmu juga. Demi rencana balas dendam mu," ucap Lucas, kemudian dia berjalan mendekati Rubiana.
Terpaksa aku harus melakukan imprint padanya. Agar semua orang tau bahwa dia adalah milikku, Raja serigala. Dengan begitu, tidak akan ada orang yang berani menyentuhnya.
"Baiklah aku tidak akan mar--"
Apa yang dia lakukan? Kenapa aku merasa panas dibagian jantungku?
Tanpa Rubiana sadari, jantungnya terasa panas dan berdebar lebih kencang dari biasanya. Tak lama kemudian, Lucas melepas ciumannya.
"Buka mulutmu," titah Lucas dengan kedua tangan yang membelai lembut pipi Rubiana.
"Kau mesum, apa yang kau laku--" mata gadis itu mendelik sinis pada Lucas
__ADS_1
"Percayalah padaku! Lakukan!" ujar Lucas tak sabar. Dia kembali meraup bibir gadis itu dan menyesapnya, kini Rubiana membiarkan pria itu menghabisi bibirnya. Ciuman itu semakin memanas, hingga membuat organ dalam Rubiana juga ikut memanas.
Tangan besar Lucas tidak tinggal diam, mengeluarkan cahaya putih dan dia balurkan cahaya itu pada bagian tubuh Rubiana, terutama bagian leher dan kepala.
Setelah itu dia melepas ciumannya, nafas Rubiana terengah-engah dan dia menatap Lucas dengan dalam. "Rasanya aneh, dadaku terasa panas."
"Aku sudah melakukan imprint padamu, jadi tidak akan ada orang berani padamu! Dan kau harus ingat, bahwa nyawamu adalah nyawaku juga," ucap Lucas memperjelas apa yang dia lakukan barusan.
"Imprint? Apa itu?" tanya Rubiana bingung.
"Kau tidak perlu tau,yang harus kau tau adalah kau akan selamat dari Abartia!" ujar Lucas.
#End Flashback
"Tuan Abartia, kenapa kau melamun? Apa kau terpesona dengan kecantikan istriku? Aku tau dia memang cantik, tapi kau tidak boleh mengaguminya begitu! Atau kau akan kehilangan lehermu," ucap Hyacinth dengan nada penuh ancaman. Namun, bibirnya masih bisa tersenyum.
"Saya tidak berani Yang Mulia, mohon maafkan saya." Abartia membukukan setengah badannya dan memohon maaf kepada raja dan ratu Istvan itu.
"Kalau begitu, ayo kita duduk dan makan malam bersama!" ajak Hyacinth pada istri dan juga tamunya. Kini mereka pun duduk bertiga, dengan sajian makan malam yang cukup mewah diatas meja panjang itu.
Sementara di dalam hati, Rubiana merasa gelisah dan bertanya-tanya. Apakah Hyacinth tau tentangnya atau tidak?
__ADS_1
***