Balas Dendam Putri Bulan

Balas Dendam Putri Bulan
Bab 15. Bicara dengan Lucas


__ADS_3

...🍀🍀🍀...


Rubiana terkejut melihat kehadiran Lucas disana, pria yang ia tau sebagai pengawal istana itu berada di penginapan itu juga. Apa pria ini mengikutinya? Pikir Rubiana dalam hatinya.


"Hey--siapa kau huh? Beraninya menganggu kesenangan--" salah satu pria yang tadinya berwajah marah pada Lucas itu tiba-tiba saja berubah jadi panik.


Temannya juga terlihat panik melihat mata Lucas berubah menjadi menyeramkan. Sorot matanya seperti hewan buas yang siap menerkam mangsa kapan saja. Tanpa kata, kedua pria itu pun pergi dari restoran yang ada di penginapan tersebut. Mereka ketakutan saat melihat Lucas.


Lihat saja! Aku akan memberi mereka pelajaran nanti. Lucas mengepalkan tangannya dengan kuat, dia akan membalas kedua pria yang sudah menyentuh Rubiana.


"Eh--padahal aku belum menghajar mereka. Tapi mereka sudah pergi saja. Apa mereka takut padamu tuan pengawal?" tanya Rubiana pada pria itu dengan polosnya.


"Mana mungkin, pasti mereka takut padamu. Pada kecantikanmu, nona." ucap Lucas sambil tersenyum, dia berusaha untuk dekat dengan wanita yang sudah diklaimnya sebagai ratu serigala kelak. Dia bahkan berusaha tersenyum seperti manusia, tersenyum dengan normal.

__ADS_1


"Ckckck...tuan pengawal, ngomong-ngomong kenapa kau bisa ada disini? Apa kau mengikutiku?" tuduh gadis itu pada Lucas.


"Sebenarnya aku ingin menagih hutang."


"Huh?" Rubiana mengerutkan keningnya, ia terheran-heran dengan ucapan Lucas yang mau menagih hutang. Memangnya Rubiana punya hutang apa padanya?


"Apa kau lupa bahwa aku sudah membantumu keluar dari istana?" tanya Lucas yang cepat tanggap dalam berpikir kalau dalam berbohong. Dia bahkan bicara tanpa gugup sedikitpun. Pria itu santai dan tenang.


Tanpa mencurigai apapun, Rubiana mengajak Lucas untuk makan bersama, memesan makanan yang dia inginkan. Rubiana yang akan mentraktirnya. Lucas tertawa dalam hati karena Rubiana begitu bangga akan mentraktir dirinya dengan uang orang lain, yang sebenarnya adalah uang milik pria itu.


"Aku tidak lapar, aku lebih ingin minum." jawab Lucas pada gadis itu.


"Kau mau minum? Ya sudah, aku akan pesankan ya! Kebetulan aku juga sudah memesan minum!" seru Rubiana seraya tersenyum dengan ceria.

__ADS_1


"Hem." jawab Lucas singkat dengan wajah datarnya. Ia melihat Rubiana berjalan ke meja pemesanan makanan. Lucas terlihat kaku dan gelisah, sebab dia masih menyesuaikan diri dengan kehidupan manusia. Mulai sekarang dia akan tinggal di dunia manusia untuk sementara waktu. Dia bahkan menyamarkan bau serigalanya dengan kristal merah yang dimilikinya. Ya, kristal itu berada di dalam tubuh Lucas dan setengahnya lagi berada di gelang milik Rubiana.


Setelah menghabiskan mienya, Rubiana mulai minum-minum bersama dengan Lucas. Dia harus menghabiskan waktu sebelum Hyacinth mencarinya, itu pun jika pria itu mencarinya dan benar-benar jatuh cinta padanya. Kita lihat saja nanti, yang penting sekarang adalah bersenang-senang lebih dahulu.


"Ayo diminum! Jangan bilang kau tidak bisa minum, tuan pengawal?" Rubiana cengar-cengir tidak karuan, bahkan kepalanya menggeleng kesana-kemari.


Lucas hanya menatapnya datar, ia bingung kenapa gadis itu bertingkah aneh begini. Pikiran karena minuman haram itu. Lucas tidak pernah minum-minuman di dunia manusia.


"Sudah! Jangan minum racun ini lagi!" Lucas menyingkirkan botol minum yang kedua dari tangan Rubiana. Botol minum yang tinggal sisa setengah.


"Kembalikan padaku! Hanya dengan minuman...aku bisa mengurangi kesedihan hatiku! Kembalikan!" seru Rubiana sambil berdiri, dia berjalan sempoyongan lalu tubuhnya jatuh ke pelukan pria itu.


"SELENA!"

__ADS_1


"Hah? Kau--barusan memanggilku apa?" tanya Rubiana dengan kepala mendongak ke arah Lucas. Pria itu tidak sengaja memanggil nama Rubiana dengan Selena.


...****...


__ADS_2