Balas Dendam Putri Bulan

Balas Dendam Putri Bulan
Bab 51. Putri bulan


__ADS_3

Rubiana tidak menjawab pertanyaan dari Rosela, maupun tatapan dari Doris yang jelas menanyakan padanya apakah ia Selena atau bukan?


Gadis itu memilih pergi tanpa mengungkapkan identitasnya, ia rasa belum waktunya membahas masalah dirinya yang berpindah jiwa pada tubuh Rubiana. Jika keadaan mereda, barulah Rubiana akan menjelaskan semuanya.


"Pergilah ke tempat yang aman, jangan sampai terluka kak..." lirih Rubiana pada Rosela, dia memanggil kakak iparnya dengan panggilan kak.


Tanpa Rubiana menjawab ya atau tidak tentang dirinya Selena atau bukan, Rosela dan Doris bisa menangkap arti dari ucapan Rubiana. Tatapan gadis itu juga tidak asing dimara mereka.


"Selena..."


"Putri Selena..." gumam Doris sedih.


Rubiana pun pergi meninggalkan tempat itu, ia berusaha untuk menolong Aiden. Atau setidaknya menghentikan Hyacinth menyerang kakaknya. Dia tidak membiarkan Hyacinth sampai membunuh keluarganya lagi. Rubiana pergi bersama dengan Damon.


Baru saja setengah perjalanan menuju ke tempat Aiden dan Hyacinth berada. Rubiana dikagetkan dengan cahaya putih yang tiba-tiba muncul didepannya dan menampakkan sosok pria bertubuh besar disana.


"Kyaakkk!!" sontak saja Rubiana memukul pria itu. Ia kira pria itu iblis.


BUGH!


"Astaga!" pekik pria itu sambil memegang kepalanya yang dipukul Rubiana. "Pukulanmu sangat lemah!"


"Lucas?"

__ADS_1


"Ikut aku, kau harus mengambil pedang suci itu!" tangan Lucas memegang pergelangan tangan Rubiana.


"Hah? Aku? Kenapa aku?" tanya Rubiana terkejut dengan perkataan Lucas yang terkesan buru-buru.


"Hanya kau yang bisa."


Tanpa banyak basa-basi, Lucas membawa gadis itu melalui lingkaran teleportasi agar lebih cepat sampai ke hutan larangan. Dan tak lama kemudian, mereka sampai ditempat dimana pedang suci berada. Pedang berwarna hitam itu, menancap di atas batu. Disampingnya ada rawa-rawa dan juga lumut. Sepertinya sudah lama pedang itu menancap disana.


"Ini pedangnya? Lalu aku harus apa?" tanya Rubiana.


"Peganglah dan cabut pedang itu!"


"Kenapa bukan kau saja?"


Dengan langkah ragu, Rubiana mendekati pedang suci itu. Lucas, kembali mengingatkan pada Rubiana untuk tidak ragu-ragu. Tinggal sedikit lagi jarak antara Rubiana dan pedang itu, tiba-tiba saja pedang hitam itu bercahaya.


SLING!


"Lakukan Selena!" ujar Lucas.


Gadis itu menarik pedangnya dari ujung, hingga pedang yang semula berwarna hitam tersebut. Tiba-tiba berubah menjadi warna putih yang terang dan menyilaukan.


Wush~

__ADS_1


Angin besar tiba-tiba saja muncul manakala Rubiana menarik pedang tersebut dengan mudahnya. Lucas takjub melihat kekuatan dari pedang suci itu. Cahaya pedang itu juga sampai ke langit.


Pakaian Rubiana tiba-tiba berubah menjadi gaun putih perak yang bersinar sama seperti pedangnya. Di keningnya terlihat tanda bulan sabit. Dan dia mempunyai sayap putih bak bidadari.


"A-aku berubah? Aku punya sayap? gumam Rubiana bingung dengan penampilannya saat ini.


"Kau sangat cantik Selena. Tapi--sekarang kita harus cepat pergi dan menolong Raja Aiden kerajaan Gallahan!" Lucas mengulurkan tangannya pada gadis itu. Rubiana balas memegang tangannya.


Wush~ Mereka kembali menggunakan sihir teleportasi untuk pergi ke kerajaan Gallahan.


****


Di belahan istana Gallahan, Theo sedang beradu kekuatan dengan Barack. Barack, pria itu cukup tangguh. Tak heran pria itu menjadi ajudan setia Hyacinth dan dinobatkan sebagai pria terkuat di desanya dulu.


"Kenapa Yang Mulia Raja? Anda tidak bisa melawanku?!" Barack menganggap remeh pada Theo yang notabenenya sebagai Raja, tidak bisa mengalahkannya dengan mudah.


Namun tiba-tiba saja sebuah belati menancap di tubuh Barack. Hingga tubuh Barack roboh, mulutnya mengeluarkan darah.


"Lu...Lucas...kenapa kau..." Barack kaget karena Lucas yang menyerangnya. Setahu Barack, Lucas setia dengan Hyacinth.


"Dari dulu aku ingin melakukan ini, padamu. Kau sangat menyebalkan, selalu saja menganggu Selena ku!" tukas Lucas dengan tatapan sinisnya pada Barack.


Sementara Theo melihat Rubiana, dia terkejut dengan Lucas yang memanggil Rubiana dengan nama Selena.

__ADS_1


...***...


__ADS_2