Balas Dendam Putri Bulan

Balas Dendam Putri Bulan
Bab 28. Pertolongan Lucas


__ADS_3

Mohon maaf Readers, bila alurnya lambat sengaja author buat begini...mulai dari sini Alurnya cepat ❤️🥰


...****...


Rubiana berjengit saat melihat sosok gadis yang sangat dikenalnya, ya dia adalah Rosela. Gadis itu membawakan makanan untuk Rubiana. Rosela memang selalu baik pada siapapun, meski ia tau bahwa Rubiana adalah calon istri Hyacinth. Dia datang ke penjara secara diam-diam untuk menolong Rubiana agar gadis itu bisa melarikan diri dari sana.


"Ayo makan lah, setelah ini aku akan membantumu keluar dari sini." kata Rosela pada Rubiana.


Gadis perak itu tidak banyak bicara, dia hanya tersenyum simpul di wajah pucatnya. Kemudian dia mengambil makanan yang telah disiapkan oleh Rosela untuknya. Rubiana memakan makanan itu sambil menangis.


Tak lama, Hyacinth pasti akan datang untuk menyelamatkanku dan setelah ini... aku harus melanjutkan rencanaku untuk membalas dendam.


Rosela tersenyum melihat bagaimana Rubiana makan, begitu lahap dan cara makannya mengingatkan dia pada Selena. Selena yang selalu makan dengan lahap, bahkan terkesan barbar walau notabennya gadis itu adalah seorang putri raja. Tak bisa Rosela pungkiri, bahwa gadis yang ada di depannya ini memiliki persamaan dengan sepupunya, Selena.


"Apa anda tidak apa-apa memberikan makanan untuk saya?" tanya Rubiana begitu dia selesai memakan makanannya.


"Tidak apa-apa. Aku akan menenangkan Baginda Raja. Lagipula tingkahnya itu sangat pengecut, tidak baik menjadikan seorang wanita sebagai titik kelemahan dari seseorang." jelas Rosela seraya tersenyum. Wanita itu sama sekali tidak menyimpan kebencian pada Rubiana.

__ADS_1


"Anda sangat baik yang mulia. Tapi--bolehkah saya menanyakan suatu hal?" Rubiana bertanya tanpa basa-basi.


"Kau ingin menanyakan apa?"


"Yang Mulia, saya dengar adik sepupu anda meninggal karena calon suami saya. Apakah anda sangat marah akan kematiannya? Maksud saya, apakah anda membencinya? Karena dari yang saya dengar, sepupu Anda...putri Selena, dia adalah penyebab dari semua kekacauan ini."


Rosela mendesah pelan, terlihat matanya mulai berkaca-kaca, matanya juga terasa panas. Hidungnya memerah, salah satu pertanda bahwa gadis itu akan menangis. Bicara tentang Selena, memang Rosela marah padanya, sebab semua ini terjadi karena perasaannya. Namun setelah Rosela sadari, bahwa Selena juga pasti sangat menderita karena perasaannya, entah itu perasaan bersalah ataupun sedih. Kematian saja sudah buruk untuknya, sangat butuh. Jika Rosela bisa memohon pada Tuhan, ia ingin semua keluarganya kembali utuh. Termasuk Selena, ia ingin meminta maaf juga karena sebelum kematian Selena, Rosela sempat membenci wanita itu.


Mendengar apa yang dikatakan Rosela tentang dirinya, membuat Rubiana terharu lantaran Rosela tidak membencinya lagi. "Terimakasih karena Anda tidak membenci sepupu anda, terimakasih."


"Kata-katamu terdengar aneh, tapi aku senang karena kau mendengarkan ceritaku tentangnya." ucap Rosela pada Rubiana. Aneh, dia merasa seperti dekat dengan gadis itu, padahal mereka baru bertemu.


"Beraninya kau menyakiti--" Rubiana hendak memukul pengawal yang sudah membuat Rosela pingsan. Namun pria itu mencekal tangannya, ia membuka topeng wajahnya juga.


"Ini saya, Yang Mulia." kata Lucas pada gadis itu.


"Tuan pengawal? Kenapa kau bisa ada disini?" Rubiana terperangah melihat Lucas berada disana.

__ADS_1


Pria itu menatap Rubiana dengan dalam, seolah menelisik keadaanya. "Menurut anda, kenapa saya ada disini? Dasar gadis bodoh."


"Apa? Kau bilang apa barusan? Gadis bodoh? Kau pikir siapa dirimu sehingga kau bisa memanggilku begitu?! Sepertinya kau sudah gila!" sentak Rubiana marah. Lucas hanya tersenyum saat mendengar kemarahan Rubiana. Melihatnya marah-marah begini, sepertinya gadis itu baik-baik saja meski ada luka luar.


"Ayo kita pergi dari sini, sebelum raja Istvan membumihanguskan kerajaan Gallahan dengan iblis. Hanya kau satu-satunya orang yang bisa menghentikannya." ucap Lucas sambil memegang tangan Rubiana.Gadis itu terdiam sejenak untuk mencerna apa yang dikatakan oleh Lucas, namun tak butuh lama baginya untuk memahami apa yang dikatakan oleh pria itu. Intinya, Hyacinth datang dan membawa iblis untuk mendapatkannya kembali dari Aiden.


"Ta-tapi dia..." Rubiana ragu meninggalkan Rosela seorang diri.


"Jangan khawatir, dia tidak mati." ucap Lucas dengan santai. Mereka berdua lalu keluar dari penjara dengan bergandengan tangan.


Saat Lucas, Rubiana berada dalam pelarian dan berhasil keluar dari penjara, mereka melihat langit berubah menjadi merah dan hitam. "Sial! Dia sudah membawa iblis itu kemari." gerutu Lucas kesal. Wajah Rubiana berubah jadi pucat, ia takut terjadi sesuatu pada kakaknya dan semua orang di kerajaan Gallahan.


"Tuan pengawal tidak sopan, ayo bawa aku pergi kepada Raja!" seru Rubiana pada Lucas meminta bantuannya. Lucas menganggukkan kepalanya, lalu dia membawa Rubiana pergi menemui Hyacinth.


...****...


Hai Readers, masih adakah yang baca novel ini? Maaf ya author gak fokus ngetik di N O V E L T O O N, soalnya author fokus ketik di H I N O V E L dan FI Z Z O, bagi yang punya apk H I N O V E L, mampir ke cerita romansa fantasiku ya

__ADS_1


..



__ADS_2