
...🍀🍀🍀...
Kedua pria itu tenggelam dengan kesedihan dan luka mereka yang tak jauh beda. Sama-sama kehilangan orang-orang yang mereka cintai.
"Kau tau Aiden, seperti ada lubang di dalam dadaku saat ini. Lubang yang sangat besar, besar sekali!" kata Theodore yang sudah setengah sadarkan diri. Sementara Aiden sudah benar-benar tak sadarkan diri.
Theodore pun menyusulnya ke alam mimpi, berharap bahwa semua rasa sakit dan kehilangan ini memang mimpi, bukan nyata. Dia berharap bahwa Selena kembali hidup dan ada disampingnya saat ini. Membayangkan bagaimana Selena terbunuh saat itu, pasti menyakitkan dan dia tidak ada disana.
****
Di tempat lain, di waktu yang sama Hyacinth tengah mencari keberadaan Rubiana di setiap penginapan yang ada di kerajaan itu tanpa terlewatkan. Dia bahkan membunuh beberapa orang yang tidak bisa diajak kerja sama tanpa ampun. Tidak ada yang menghentikannya, dia seperti orang gila saat ini.
"Ini sudah penginapan ke 10, Yang Mulia." kata seorang pengawalnya melapor pada Hyacinth.
"Berapa penginapan lagi yang tersisa di negeri ini?" tanya Hyacinth pada pengawalnya, wajahnya masih penuh kemarahan karena belum berhasil menemukan Rubiana sampai saat ini.
"Ada sekitar 11 penginapan lagi, Yang Mulia." jawab si pengawal.
__ADS_1
"Jalan!" ujar Hyacinth yang masih berusaha untuk mencari keberadaan Rubiana. Hyacinth jadi menyesal, harusnya dia memakaikan Rubiana alat pelacak, atau tali yang bisa mengikatnya.
Para pengawal mulai lelah dan jengah, mereka menemani Hyacinth untuk mencari seorang wanita dan pria itu seperti orang gila. Tapi mereka bisa apa, mengeluh saja sepertinya tidak diperbolehkan. Yang ada kepala mereka akan terpisah dari badan.
Hyacinth dan para pengawalnya mulai memasuki sebuah penginapan yang letaknya di ujung negeri itu. "Apa di penginapan ini ada seorang gadis berambut perak dengan kulit putih dan cantik?" tanya Hyacinth tanpa basa-basi kepada si penjaga penginapan itu.
"Wanita rambut perak? Maaf--tapi tuan siapa?"
"SIAL! Tinggal jawab saja!" seru Hyacinth dengan rahang mengeras, dia mencekik leher si penjaga itu. Jelas saja pria itu tidak tahu tentang Hyacinth, sebab dia mengenakan pakaian rakyat biasa.
"An-anda sangat tidak sopan tuan!" seru si penjaga penginapan yang merasakan sesak di lehernya.
Si penjaga itu sangat ngeri saat melihat sorot mata Hyacinth yang menyeramkan dan membuatnya tidak bisa mengatakan TIDAK pada pria itu. Ia pun memberitahukan keberadaan wanita berambut perak itu padanya.
"Di-dia ada di kamar lantai paling atas...ruangan pa-paling ujung tu-tuan, dan dia bersama suaminya." kata si penjaga itu terbata. Setelah mendapatkan jawaban yang diinginkan, Hyacinth melepaskan si penjaga itu lalu dia pun pergi menuju ke kamar lantai atas yang ditujunya.
Namun mendengar kata suami, membuat Hyacinth geram. Apa mungkin Rubiana bersama seorang pria? Jika itu benar maka dia akan membunuh pria itu.
__ADS_1
Sementara itu di kamar tempat Rubiana dan Lucas berada. Rubiana terbaring tidur nyenyak setelah berjalan-jalan bersama dengan Lucas, dia mengeluarkan semua unek-unek yang ada didalam hatinya pada Lucas tanpa disadarinya.
Tangan Lucas mengusap-usap kening dan wajah cantik Rubiana dengan lembut. Meski dia tau wajah Selena telah berubah dan dia berada didalam tubuh ini, tetap saja perasaan Lucas padanya terikat. Lucas telah menandai Rubiana sebagai jodohnya, maka dari itu perasaannya juga kuat pada Rubiana. Setengah dari kristal merah yang dipakai oleh Rubiana ada didalam tubuh Lucas. Mulai sekarang jika gadis itu berada dalam bahaya, dia akan tau.
"Aku akan melindungimu, aku akan membantumu balas dendam Rubiana. Aku janji!" Lucas mengatakan itu dengan tulus dan penuh kesungguhan. Dia menatap dalam pada gadis yang tertidur pulas itu.
Raut wajahnya yang tenang tiba-tiba berubah panik, Lucas melihat ke arah pintu kamar yang masih tertutup. "Sial! Dia datang!" umpatnya kesal.
Kemudian tak lama setelah Lucas mengumpat, pintu kamar itu tiba-tiba terbuka lebar. Ya, Hyacinth sudah ada didepan sana dan dia berjalan masuk mendekati Rubiana yang pulas.
"Kau tidak akan bisa lari dariku Rubiana, kau tidak bisa." ucap Hyacinth geram, lalu dia menggendong tubuh mungil Rubiana ala bridal style. Sebelum pergi meninggalkan kamar itu dan membawa Rubiana, Hyacinth merasakan ada sesuatu di sana.
Sepertinya ada seseorang disini?
Di jendela kamar itu, Lucas terlihat bersembunyi. Dia bersembunyi bukan karena takut, melainkan ia harus menyusun rencana matang untuk membuat Hyacinth menderita.
"Yang Mulia, ayo kita pergi!" ajak seorang pengawal pada Hyacinth.
__ADS_1
"Ya." jawab Hyacinth. Kemudian pria itu pergi membawa Rubiana pergi dari sana.
...****...