Balas Dendam Putri Bulan

Balas Dendam Putri Bulan
Bab 31. Identitas Lucas terbongkar


__ADS_3

Rosela dan Doris menatap tajam ke arah Rubiana yang berdiri mematung disana saat Rosela bertanya padanya, darimana gadis itu tau tentang jalan rahasia yang bahkan tidak ia ketahui sebagai anggota keluarga kerajaan Gallahan.


"Siapa kau sebenarnya?"


"Sa-saya..." Rubiana kehilangan kata-kata, dia tidak tahu harus berkata apa. Sebab ia sendiri yang secara tidak langsung mengekspos jati dirinya. Rubiana merasa tegang, ia tidak mau identitasnya terbongkar lebih dulu sebelum balas dendamnya terlaksana pada Hyacinth.


Tanpa disangka-sangka, Rosela yang anggun itu mengarahkan belati ke leher Rubiana. Sekarang ia merasa gadis itu adalah ancaman dan Rubiana mencurigakan. Rosela jadi lebih berani sejak Aiden mengajarinya menggunakan belati untuk pertahanan diri.


"Yang Mulia, tenangkan diri anda." ucap Rubiana dengan raut wajah tenang. Dia tidak mau menunjukkan ketegangan dan kegelisahan di wajahnya.


"Tidak! Kau hanya perlu menjawab pertanyaanku. Siapa kau dan apa tujuanmu menolongku dan juga rakyat Gallahan?!" sentak Rosela dengan mata yang menatap dalam penuh rasa curiga pada Rubiana.


"Saya..."


Tak lama kemudian, seorang prajurit datang dengan kondisi berdarah-darah menghampiri Rosela, Rubiana dan Doris yang masih ada didepan pintu rahasia ruang bawah itu.


"Yang Mulia, anda harus cepat pergi dari sini! Para iblis itu, mereka sudah menembus pelindung yang dibuat oleh Baginda Raja." kata pengawal itu memberitahu pada Rosela untuk bersembunyi.


"Yang Mulia, ayo! Kita harus segera pergi dari sini, jangan sampai terjadi sesuatu pada Yang Mulia," ucap Doris seraya memohon pada Rosela untuk ikut dengannya dan bersembunyi.


Rubiana memanfaatkan kesempatan itu untuk menghindar dari pertanyaan Rosela. Ia mendorong tubuh Rosela dan Doris untuk masuk ke ruang bawah tanah itu.


"Kau! Beraninya kau berbuat seperti ini kepadaku!" teriak Rosela tidak terima karena Rubiana mendorongnya. Sungguh, Rosela jadi bingung sendiri karena sikap Rubiana yang pasalnya berada di pihak Hyacinth, tapi malah menolongnya. Dan anehnya Rosela merasa bahwa Rubiana tulus padanya.


"Cepat pergilah Yang Mulia! Saya berjanji pada anda, bahwa kak--maksud saya sang Raja akan baik-baik saja," ujar Rubiana pada Rosela yang saat ini sudah berada di ruang bawah tanah, sementara ia melihat Rosela dari celah pintu kayu di ruang bawah itu.

__ADS_1


'Kali ini aku yang akan melindungi kalian' batin gadis itu seraya menatap sendu ke arah Rosela. Tanpa sadar air matanya mengalir membasahi pipi.


'Kenapa dia menangis?' Rosela bertanya-tanya dalam hati, ia heran kenapa Rubiana menangis. Apa yang gadis itu tangis? Aneh sekali.


Tanpa berkata apapun lagi, Rubiana melangkah pergi dari sana. Ia akan keluar dari istana itu, tapi dia akan menghabisi para iblis terlebih dahulu jika memungkinkan. Dia juga ragu para iblis itu akan menyakitinya, karena mereka tahu bahwa Rubiana adalah calon Permaisuri dari raja mereka.


Rubiana dibuat tercengang manakala ia melihat sosok lain dari Lucas, pria itu baru saja berubah dari serigala menjadi manusia. Serigala berwarna putih yang langka dicari-cari oleh Hyacinth keberadaannya. Dan disisi lain, ada banyak serigala berdatangan menolong orang-orang istana dari iblis.


'Pantas saja aku merasa ada yang aneh dengannya, ternyata wujudmu seperti ini, ternyata kau adalah serigala putih yang pernah aku temui waktu kecil' batin Rubiana tidak percaya bahwa dia akan kembali bertemu dengan serigala putih yang dulu pernah dilihatnya waktu kecil.


#Flashback


11 tahun yang lalu, saat itu Selena masih berusia 5 tahun. Suatu hari Selena sakit parah, demamnya tak kunjung reda dan gadis kecil itu tak kunjung sadarkan diri selama 3 hari lamanya. Semua tabib kerajaan istana mencoba menyembuhkannya, atau setidaknya mendiagnosis penyakit yang di derita Selena. Tapi tak ada satupun satu mereka yang berhasil membuat Selena kembali siuman.


"Suamiku, bagaimana ini? Putri kita belum siuman juga." Liliana menangis, melihat nasib Selena yang sering sakit-sakitan sedari kecil. Biasanya sakit itu akan sembuh dengan sendirinya.


Tabib Almoore, tabib yang dikenal oleh Raja Maximilian dan sudah berumur itu akhirnya dipanggil ke istana. Tabib Almoore mengatakan bahwa Selena harus dibawa ke hutan larangan dan bertemu dengan raja Serigala putih, maka dia tidak akan sakit-sakitan lagi. Maximilian dan Liliana membawa putri mereka yang masih dalam keadaan tidak sadarkan diri ke hutan larangan. Mereka bertemu dengan Lucas disana dan meminta kepada Lucas untuk membantu Selena.


"Biarkan tuan putri bersamaku selama 2 hari. Aku pastikan tuan putri akan sembuh. Dia tidak akan sakit-sakitan lagi." kata Lucas pada Maximilian dan Liliana. Mereka percaya pada Lucas seperti pada saudara sendiri.


Selama dua hari di gua hutan larangan, tempat para serigala berkumpul. Selena sudah mulai sadarkan diri di hari ke dua, dia melihat serigala putih yang ada disampingnya.


"Kau sangat lucu...hehe." gadis kecil itu terkekeh melihat serigala putih yang menjadi bantalannya saat tidur. Itulah pertama kali Selena melihatnya. Selena bahkan tidak takut dengan serigala putih itu.


Selena dan serigala putih itu menjadi akrab, bahkan keadaan Selena sudah mulai membaik. Saat kedua orang tuanya menjemputnya, Selena sempat menolak untuk pulang. Kedua orang tuanya mengatakan bahwa serigala putih itu adalah penyelamat hidup Selena.

__ADS_1


#EndFlashback


Ada rasa tidak percaya didalam hatinya, tapi juga rasa lega bersamaan. Ia akhirnya tau wujud serigala putih itu. "Yang Mulia?" Lucas menoleh ke belakang, ia bersikap biasa dan tenang seperti tidak ada yang terjadi.


'Dia tidak melihatku berubah wujud kan?'


"Ayo pergi, kita harus menghentikan Raja Hyacinth." ucap Rubiana pada Lucas. Rubiana memilih pura-pura tidak tahu karena saat ini ia masih berada didalam identitas Rubiana, bukan Selena.


"O-oh iya." jawab Lucas.


Mereka berdua pun pergi dari istana setelah yakin orang-orang istana aman dari iblis. Mereka pergi menuju ke alun-alun negeri Gallahan dimana sedang terjadi pertarungan hebat antara Aiden dan Hyacinth.


"MATILAH KAU KETURUNAN MAXIMILIAN!" Hyacinth mengerahkan semua kekuatannya untuk menyerang Aiden. Ditengah-tengah mereka berdua ada cahaya merah dan hitam disana sedang beradu. Cahaya hitam lebih kuat dan dominan.


Sial! Kalau begini caranya, aku bisa mati. Tapi bukan kematianku yang ku takutkan. Melainkan rakyatku. Batin Aiden gelisah, ia mulai tersudut. Hingga seseorang berada di tengah-tengah mereka dan menghentikan pertarungan dengan cara yang bodoh. Hyacinth menghentikan serangannya, ia terbelalak melihat wanita yang ia cintai ambruk ditengah sana.


Tidak akan aku biarkan kau terluka kak. Batin gadis itu seraya menatap Aiden dengan sendu.


"RATUKU!" sentak Hyacinth, lalu ia menghampiri Rubiana disana. Rubiana memeluk Hyacinth dengan erat, melampiaskan rasa sakitnya. "Sayang, maafkan aku! Aku benar-benar tidak sengaja melukaimu." Sesal Hyacinth.


Kali ini aku mengalah, tapi aku akan membayar rasa sakit ini berlipat ganda Hyacinth. Kau tunggu saja.


Disisi lain, Lucas melihat pemandangan itu dengan perasaan tidak nyaman. Ia sendiri tak tahu perasaan tidak nyaman ini, apa namanya. Dan Lucas merasa Rubiana sangat bodoh, mengehentikan pertarungan dengan cara seperti ini.


...****...

__ADS_1


Jangan lupa komennya dong, author selalu merasa sepi nih di novel ini ☺️☺️🤭🤭


__ADS_2