
Seperempat negeri Gallahan kacau karena ulah iblis-iblis yang dibawa oleh Hyacinth. Pria itu benar-benar totalitas untuk menolong Rubiana. Hal ini membuktikan begitu dalamnya cinta Hyacinth pada Rubiana.
Sementara itu di istana Gallahan, Doris, Rosela dan beberapa penghuni istana juga tengah berlari ke tempat aman,karena istana juga di kepung oleh iblis. Rubiana melihat semua itu dan dia tidak bisa tinggal diam.
"Kau mau kemana, permaisuri? Kita harus menghentikan Raja!" seru Lucas seraya memegang tangan Rubiana, karena keadaan saat ini. Lucas jadi lupa bahwa dia harus bersikap sopan pada Rubiana yang statusnya lebih tinggi darinya. Dan Rubiana juga tidak mempermasalahkan sikap Lucas yang tidak sopan padanya.Ya setidaknya untuk saat ini.
"Aku tidak bisa meninggalkan kakak--maksudku putri Rosela dan yang lainnya di istana ini. Setidaknya kita harus membantu mereka agar tidak berada di dalam bahaya lagi." ucap Rubiana merasa bersalah, karena dirinya semua ini terjadi. Rubiana tidak akan membiarkan orang-orang yang ia cintai pergi darinya lagi dan kali ini dia bertekad untuk melindungi mereka semua dari marabahaya.
"Baiklah, aku akan membantumu. Tapi pertama-tama aku minta izin sebentar untuk pergi ke kamar mandi." ucap Lucas pada Rubiana. Gadis itu sampai tersentak mendengar ucapan Lucas yang minta izin ke kamar mandi dalam keadaan genting begini?
__ADS_1
"Apa kau bercanda? Disaat seperti ini?"
"Justru disaat seperti ini aku tidak mungkin bercanda. Aku benar-benar kebelet, tunggu 1 menit saja...ah tidak, 30 detik saja! Jangan kemana-mana saja, tetap disini." pesan Lucas pada gadis itu. Rubiana sungguh terperangah, selain tidak sopan. Lucas juga suka melawak.
Namun tanpa sepengetahuan Rubiana, Lucas bukan pergi ke kamar mandi. Melainkan ke sebuah tembok besar, dia bersembunyi disana kemudian memejamkan matanya. "Damon...datanglah kemari sekarang dan perintahkan yang lainnya untuk menjaga dan membantu orang-orang di kerajaan Gallahan!" ucap Lucas memerintah para rekan serigalanya untuk membantunya menyelamatkan orang-orang di istana Gallahan.
"Baik yang mulia." balas Damon dari istana serigala.
"Ayo! Berubahlah!" seru Lucas yang berusaha mengubah dirinya kembali seperti semula. 3 detik kemudian, Lucas kembali dalam mode Lucas berambut hitam dan bermata hitam.
__ADS_1
Pria itu pun jalan dengan terburu-buru menghampiri Rubiana ditempat tadi dia meninggalkan gadis itu. Namun Rubiana tidak ada disana. "Kemana dia?" Lucas segera melacak keberadaan Rubiana dnegan gelang yang dipakai gadis itu. Gelang yang otomatis menghubungkan antara Lucas dan Rubiana.
Rubiana sendiri sedang menggiring orang-orang yang ada di istana itu untuk mengungsi ke tempat yang aman. Terutama Rosela, gadis itu sudah pasti menjadi sasaran pada iblis.
"Masuklah ke ruang bawah tanah ini! Semuanya aman." ucap Rubiana pada orang-orang di istana itu. Sementara Rosela dan Doris masih mematung, mereka menatap Rubiana dengan terheran-heran dan disertai rasa curiga. Rubiana bersikap layaknya seorang tuan rumah disana.
Kenapa dia bisa tau lokasi persembunyian yang aman sedangkan aku tidak tahu? Padahal dia hanyalah orang lain. Batin Rosela bertanya-tanya.
"Tuan putri, ayo masuk kesini...disini aman." Rosela memegang tangan Rubiana dengan erat, dia menatap gadis berambut perak itu dengan nyalang.
__ADS_1
"Siapa kau? Siapa kau sebenarnya?" tanya Rosela tegas dan membuat Rubiana menyadari kesalahannya. TIDAK seharusnya dia menunjukkan jalan rahasia itu secara terang-terangan. Jalan rahasia yang pernah ditunjukkan mendiang neneknya dulu.
..."****...