Balas Dendam Putri Bulan

Balas Dendam Putri Bulan
Bab 13. Janji yang diingkari


__ADS_3

Lucas ,pria itu pergi meninggalkan kerajaannya dari hutan larangan untuk mencari Selena di dunia manusia. Gadis yang dia berikan gelang suci dan bisa mengabulkan satu permintaan. Dia memberikan gelang itu lewat Liliana dan Maximilian 15 tahun yang lalu.


"Ternyata kau sudah menggunakan permohonanmu Selena. Syukurlah," gumam Lucas sambil melihat Rubiana yang sudah pergi meninggalkan istana itu. Ia membuat semua pengawal di istana tidak melihat kepergiannya, karena kabut yang ia buat. Jalan pun mudah untuk Rubiana pergi dari sana.


#Flashback


11 tahun yang lalu...


Lucas dengan penyamaran Blackwolf datang kembali ke kerajaan Istvan. Saat itu Lucas bertemu dengan Maximilian dan Liliana yang kebetulan sedang berada di istana.


"Tuan Blackwolf! Selamat datang," sambut Maximilian para pria yang sudah menyelamatkan nyawa istrinya saat berada dalam persalinan dulu. Bahkan tanpa Lucas, mungkin Liliana dan ketiga bintang kerajaan Istvan tidak akan pernah terlahir ke dunia ini lagi.


"Ayo kita duduk dulu, tuan Blackwolf." sambut Liliana yang juga ramah para pria yang berambut hitam itu. Parasnya terlihat tampan, namun saat itu ia menyamarkan mata dan rambutnya menjadi warna hitam agar dia tidak menunjukkan dirinya yang asli di dunia manusia.


Lucas, Maximilian dan Liliana duduk di bangku taman. Ditemani secangkir teh diatas meja, ketiganya mengobrol dengan akrab. Lucas sudah seperti teman untuk Raja dan Ratu kerajaan Istvan itu.


"Yang Mulia, apa anda masih ingat dengan janji Yang Mulia dulu kepada saya?" tanya Lucas ditengah-tengah perbincangan mereka.


"Tentu saja tuan Blackwolf, apa anda punya keinginan?" tanya Maximilian langsung pada intinya. Dia menatap pria yang duduk tepat berhadapan dengannya itu.


"Ya, saya ada Yang Mulia." sahut Lucas menjawab.


"Katakan apa yang kau inginkan?" tanya Maximilian pada Lucas.


"Ketika putri Selena berusia 16 tahun, izinkan saya untuk menikahinya. Yang Mulia Raja, Yang Mulia Ratu." ucap Lucas meminta dengan sopan.


Sontak saja pasangan suami-istri itu tercengang bukan main mendengar permintaan Lucas. Apalagi Maximilian, dia tidak percaya bahwa Lucas yang sudah berumur ratusan atau mungkin ribuan tau, menginginkan pernikahan dengan putrinya.


"Apa kau bilang? Kau ingin menikahi putriku?!" seru Maximilian dengan perubahan raut wajah yang drastis. Tadi raut wajahnya ramah sekarang sangat marah.


"Suamiku, tenanglah!" ujar Liliana pada suaminya itu, agar tidak terbawa emosi.


"Kau bahkan bukan manusia, mana bisa aku menikahkan putriku denganmu? Apa kau tidak bisa meminta yang lain?" sentak Maximilian pada Lucas dan ini artinya adalah penolakan atas permintaannya itu.


"Percaya atau tidak, saya meminta semua ini bukan semata-mata karena es a ingin menikahi putri anda Yang mulia. Tapi ada hal lain yang tidak bisa saya jelaskan tentang masa depan dan akan terjadi pada putri anda Yang Mulia, dan mungkin juga akan terjadi pada kerajaan ini." jelas Lucas, dalam ucapannya dia seperti tahu akan masa depan.


"Kau ini bicara apa? Aku tidak akan membiarkanmu menikahi putriku!" tampaknya Maximilian tidak percaya ucapan Lucas begitu saja.

__ADS_1


"Yang Mulia, anda sudah berjanji akan mengabulkan satu keinginan saya karena saya telah menolong Baginda Ratu Liliana dan juga ketiga bintang Istvan!" Lucas yang notabenenya adalah seorang makhluk mitos dan memiliki kekuasaan tinggi. Dia tau kejadian yang akan menimpa kerajaan tersebut di masa depan, di kerajaan itu akan kedatangan para iblis dan akan dikuasai oleh iblis itu. Tapi Lucas menyimpannya dalam hati.


"Tapi kau tidak perlu memanfaatkan keinginanmu dengan menikahi putriku!"


"Suamiku tenanglah, aku percaya pada tuan Lucas. Dia sudah membantuku dan juga ketiga anak kita, jika tidak ada dirinya...mungkin saat itu di hutan terlarang aku sudah mati dan anak-anak itu tidak akan pernah terlahir ke dunia ini. Keinginan dari tuan Lucas patut untuk kita pertimbangkan,"


Kemarahan Maximilian agar mereda ketika mendengar ucapan dari istrinya. Memang Liliana bagaikan air di tengah gurun panas yang selalu menyejukkan perasaannya. Entah itu dengan kata-katanya maupun sikapnya. Maximilian tidak akan mampu untuk menolak permintaan dari wanita yang dia cintai. Setelah permintaan Lucas untuk menikahi Selena, Maximilian dan juga Liliana memikirkan tentang hal ini matang-matang. Hingga akhirnya dua hari kemudian raja dan ratu dari kerajaan itu pun memberikan jawaban kepada Lucas. Mereka mengizinkan Lucas untuk menikahi Selena.


"Kami setuju, kau bisa menikahi Selena...tapi ketika putri kami berusia 17 tahun setelah upacara kedewasaannya." jelas Maximilian dengan wajah datarnya.


"Terimakasih atas keputusan yang Baginda ratu dan Baginda Raja buat untuk saya. Saya mohon jangan pernah mengingkari janji kalian berdua." ucap Lucas seraya memberikan tatapan tajamnya pada Liliana dan Maximilian.


"Kami pasti menepati janji, kau harus datang tepat waktu." ujar Maximilian pada pria itu.


Kemudian Lucas mengeluarkan cahaya ditangannya dan terlihat sebuah benda keluar dari cahaya itu.


"Berikan ini kepada putri Selena ketika dia berusia 16 tahun, gelang ini akan mengabulkan satu permintaan yang paling penting dan paling dia inginkan dalam hidupnya. Saya titipkan ini terlebih dahulu kepada Yang Mulia Ratu." tutur Lucas pada Liliana dan Maximilian. Pria itu menyerahkan gelang merah tersebut para Liliana.


"Terima kasih, akan aku serahkan saat waktunya nanti." kata Liliana sambil tersenyum.


#End Flashback


Jujur, Lucas kecewa. Memang tujuannya ingin menikah dengan Selena adalah karena dia jatuh cinta pada pandangan pertama dengan gadis itu. Tapi selain daripada itu, ia ingin menyelamatkan Selena dari ramalan bahwa Selena akan mati ketika berusia 16 tahun dan itu benar terjadi. Lucas terlambat dan dia baru tau bahwa Selena mati tepat di ulang tahun ke 16 dan di hari pernikahannya dan Hyacinth. Namun energi dari gelang itu yang terhubung dengan jantungnya dan masih hidup. Lucas yakin bahwa Selena telah menggunakan keinginannya.


Di dalam kerajaannya, Hyacinth terbangun malam itu ketika dia merasakan energi aneh di istananya. Seekor burung gagak hitam datang ke kamarnya.


"Ron!" ujar Hyacinth saat melihat burung gagaknya itu.


"Yang Mulia saya mencium bau serigala putih di istana ini, apakah Yang mulia juga merasakannya?" tanya Ron, burung gagak itu.


"Jadi itu bukan halusinasiku. Aku mencium bau dari energi yang aneh. Ternyata--serigala putih?" tanya Hyacinth dengan nafas dan naik turun. Hyacinth agak meragukan kehadiran serigala putih, sebab setahunya serigala putih itu sudah punah.


"Ya Yang Mulia, saya yakin!"


"Ikuti kemana perginya aroma itu, jika benar dia adalah serigala putih...maka aku harus mendapatkan jantung dan berlian merah miliknya!" cetus Hyacinth dengan segala ambisi di dalam dirinya yang ingin menjadi penguasa dunia.


Dengan kekuatan serigala putih, aku bisa mengalahkan Raja Lostier dan Raja Gallahan, bahkan semua kerajaan yang ada di benua ini.

__ADS_1


"Baik Yang Mulia! Saya akan men--"


Tok, tok,tok!


Tiba-tiba saja terdengar suara ketukan pintu yang sangat kencang di depan kamar Hyacinth. Pria itu terlihat marah karena sudah ada yang berani mengetuk pintu kamarnya dengan begitu kencang malam-malam begini pula.


"Siapa yang berani mengetuk pintu kamarku seperti ini? Apa kau mau mati?!" hardik Hyacinth seraya berjalan menghampiri pintu kamarnya.


"Yang mulia maafkan hamba, ini saya Karina..." ucap wanita itu yang terdengar panik.


Ceklet!


Pintu itu pun terbuka lebar saat Hyacinth memerintahkan pengawalnya yang berjaga didepan untuk membukanya.


Terlihat Karina berlutut didepan rajanya. "Ada apa?"


"Yang mulia mohon ampuni saya, saya mohon." wanita itu menangis seraya mengatupkan kedua tangannya memohon pada sang raja untuk mengampuni nyawanya.


"Ada apa? Katakan yang jelas!" serka Hyacinth dengan suara meninggi.


"Nona...nona melarikan diri Yang Mulia."


Sontak saja jawaban dari Karina membuat wajah Hyacinth berubah jadi pucat, rahangnya mengeras. Dia tidak percaya bahwa wanita itu benar-benar melarikan diri darinya.


"Yang mulia...sa-saya..."


Kkkeuhhh!


Hyacinth mengangkat tubuh Karina dengan mencekik lehernya. Wanita itu terlihat kesakitan. "Jika dia tidak ditemukan malam ini, kau akan menjadi santapan para trol di penjara bawah tanah!" seru Hyacinth emosi.


Brugh!


Tanpa perasaan, Hyacinth melempar tubuh wanita itu hingga membentur tembok cukup keras.


"Ron, cari Rubiana!" ujar Hyacinth.


"Tapi Yang Mulia, bukankah anda meminta saya untuk mencari--"

__ADS_1


"Mencari wanitaku jauh lebih penting! CEPAT LAKUKAN PERINTAHKU!" ujar Hyacinth marah. Ron, si burung galak itu tidak dapat berbuat apa-apa ketika sang raja telah memerintahkannya untuk mencari Rubiana. Hyacinth juga memerintahkan para pengawal kerajaan untuk mencari Rubiana.


...****...


__ADS_2