Balas Dendam Putri Bulan

Balas Dendam Putri Bulan
Bab 48. Pesta pernikahan (1)


__ADS_3

Setelah mendengar ucapan Rubiana tentang pedang suci dan mutiara hitam yang berada di hutan larangan. Pada akhirnya Lucas mengerti, alasan dari disembunyikannya dua benda terlarang tersebut adalah karena fungsinya. Dia yang selama ini menjadi penguasa hutan larangan, bahkan tidak tahu menahu soal pedang suci dan mutiara hitam. Dia hanya tau bahwa kedua benda itu dijaga oleh sekelompok ular siluman di hutan larangan.


"Aku akan membawakannya untukmu," ujar Lucas.


"Benarkah? Apa kau bisa?" tanya Rubiana dengan kedua mata melebar, seolah tidak percaya dengan apa yang diucapkan oleh Lucas.


"Iya, aku akan membawakannya untukmu. Sebaliknya kau fokus pada pesta pernikahan raja Aiden dan Hyacinth. Sebab Hyacinth sudah merencanakan akan menghancurkan semua kerajaan di benua ini. Kau harus bisa menghentikannya, atau setidaknya kau tau apa yang akan dia lakukan!"


Deg!


Rubiana terkejut manakala ia mendengar apa yang dikatakan Lucas tentang rencana Hyacinth untuk menghancurkan semua kerajaan di benua ini. Sedangkan Hyacinth tidak mengatakan apapun kepadanya. Itu berarti, meskipun ia mendapatkan cinta Hyacinth, tapi tidak dengan kepercayaannya.


"Baiklah," jawab Rubiana singkat.


Setelah itu, Lucas meminta kepada anak buahnya Damon untuk menyamar sebagai dirinya. Sementara Lucas akan pergi ke hutan larangan untuk mengambil pedang suci dan mutiara hitam itu.


Kini Rubiana dan Hyacinth berada didalam perjalanan menuju ke Gallahan dengan menggunakan kapal pesiar sambil menikmati pemandangan indah dan udara sejuk di laut lepas itu. Cuaca juga tampak cerah, terdengar suara kicauan burung disana.


"Sayang, kau sangat cantik..." puji Hyacinth seraya memeluk Rubiana dari belakang, dagunya bersandar di bahu gadis itu sambil menciumi lehernya.


Rubiana jijik, tapi berusaha ia tahan karena masih dalam mode berakting. Rubiana memegang tangan Hyacinth walau benci. Wajah Hyacinth memang tampan, tapi Rubiana tidak menyukai wajah tampan yang menyakitinya ini. Sekarang Rubiana malah berpikir Lucas lebih tampan apalagi dengan mode rambut peraknya.

__ADS_1


'Kenapa aku jadi teringat dengannya? Dia baru saja pergi tapi aku sudah rindu' batin Rubiana.


"Sayang, kenapa kau diam saja? Aku sedang memujimu..."


"Ah iya...kau juga sangat tampan, Yang Mulia." Rubiana memuji balik ketampanan Hyacinth.


"Kalau begitu cium aku!" pinta Hyacinth genit, dia menatap Rubiana dengan tatapan menggoda. Sebenarnya Hyacinth ingin menguji Rubiana, jika benar Rubiana mencintainya. Pasti dia mau diajak berciuman.


Rubiana tersentak seketika, dia memicingkan matanya menatap Hyacinth. Dia menangkap ada raut wajah curiga disana. Kemudian dengan terpaksa dia mengecup bibir Hyacinth sekilas. Ini ciuman pertama di bibir bagi mereka.


"Sudah puas?"


"Lalu?"


"Ini baru ciuman," ucap Hyacinth yang lalu menyambar bibir Rubiana bahkan me-lu-matnya dalam. Rubiana terkejut dan tak mampu menghindar lagi. Hyacinth menarik tengkuknya semakin dalam. Rubiana memejamkan mata menikmati ciuman itu, dia membayangkan bahwa pria didepannya ini adalah Lucas.


Toh! Lucas adalah first kissnya, bukan Hyacinth. Namun dalam hati, Rubiana merasa bersalah pada Lucas karena sudah berciuman dengan pria lain.


"Bibirmu sangat manis," ucap Hyacinth lalu ia mengusap bibir Rubiana dengan ibu jarinya. Rubiana hanya memaksakan diri tersenyum.


Sial! Ini menjijikan. Batin Rubiana.

__ADS_1


****


Tanpa terasa waktu pun berlalu, sore itu mereka sampai di kerajaan Gallahan. Negeri itu sudah tertata rapi setelah sebelumnya diserang oleh iblis Hyacinth. Rubiana dan Hyacinth disambut oleh beberapa orang kepercayaan Aiden, mereka memasuki istana.


Terlihat pasangan yang berjalan menuju ke altar dengan bergandengan tangan bersama. Keduanya tampak bahagia. Si pengantin pria tampan dan wanitanya pun sangat cantik gaun putih yang dikenakannya.


Kakak...kak Rosela, semoga kalian bahagia. Batin Rubiana terharu saat melihat kakaknya dan kakak iparnya menikah.


Disisi lain, Hyacinth tersenyum menyeringai sambil melihat langit-langit. Matanya menyalang tajam, seolah menyiapkan sesuatu.


"Dengan ini kalian telah resmi menjadi pasangan suami-istri!" ujar si pendeta meresmikan hubungan Aiden dan Rosela. Keduanya mengulum senyum bahagia. Tak lama setelah itu, Rosela dinobatkan sebagai Ratu Gallahan. Mereka bertepuk tangan bahkan mengucapkan selamat kepada pasangan suami-istri itu.


Tepat setelah penobatan ratu, tiba-tiba saja terdengar suara dentuman keras dan sesuatu yang besar turun dari langit menembus istana itu bersamaan dengan datangnya petir.


DUAR!!!


"Let's start the game!" gumam Hyacinth.


Rubiana melihat raut wajah Hyacinth saat ini, dia seperti akan membunuh seseorang. Tidak! Rubiana tidak akan membiarkannya!


...****...

__ADS_1


__ADS_2