
Saat dirinya masih susah dulu, Mia terbiasa melakukan semua pekerjaan rumah. Mulai dari memasak hingga mencuci baju. Banyak orang yang kagum padanya, bahkan tidak sedikit pula yang menyebut dirinya sebagai gadis yang rajin kala itu.
Tapi setelah ia menjadi wanita simpanan Hartono, semua kebiasaan rajinnya itu lenyap entah kemana. Ia kini jadi hobi bermalas-malasan dan merasa rugi jika harus melakukan pekerjaan rumah seperti dulu.
“Aku terpaksa melakukan ini demi menyenangkan nyonya rumah.” ungkap Mia dalam keadaan sibuk memotong wortel untuk membuat sup daging.
Dan semenjak dirinya masuk ke mansion besar ini, perlahan kebiasaannya di masa lalu mulai sering ia lakukan lagi. Tapi Mia melakukannya bukan karena ingin, melainkan untuk mencuri perhatian Sharon.
Saat Mia memasak sop daging untuk Sharon, Nana muncul dari belakang dan kembali menatap Mia dengan sinis.
“Rubah betina bermuka dua.” Nana mencibir Mia secara terang-terangan dan membuat wanita itu menghentikan pergerakan tangannya.
Mia menatap Nana dengan santai, namun senyum culas wanita itu mengungkapkan segalanya.
“Kau berbicara padaku?” tanya Mia dengan raut muka yang datar.
Nana balas tersenyum sinis pada Mia, “Aku berbicara pada satu-satunya wanita perusak rumah tangga milik orang lain.” balas Nana membuat Mia sontak kehilangan senyumnya.
“Jangan bicara sembarangan, sialan! Kau mau aku mengadukanmu pada bosmu?!” Mia menegur Nana dengan tegas dan terkesan marah. Namun gadis itu sama sekali tidak memperlihatkan ekspresi takutnya akan teguran Mia.
“Silakan saja!” balas Nana berani.
“Lalu setelahnya aku akan bilang pada Nyonya kalau kau tidur dengan suaminya.” ungkap Nana jelas membuat Mia tercengang.
Wanita itu merasakan tubuhnya mulai gemetaran hingga perlahan bergerak mundur menjauh dari Nana.
Nana sangat puas melihat ekspresi wajah Mia yang ketakutan tersebut. Itu tandanya dugaan ia saat melihat Hartono masuk ke kamar wanita itu adalah benar.
Rupanya Mia dan Bos prianya melakukan hubungan perselingkuhan di mansion ini.
Nana tertawa senang melihat Mia yang nampak pucat pasi itu, “Kau punya nyali juga ya melakukan perselingkuhan di sini.” ujar gadis itu semakin berani memojokkan Mia.
“Jangan menuduhku sembarangan! Apa buktinya kalau aku tidur dengan Ayahnya Fabian?!” Mia berusaha membuat dirinya tidak terpojokkan oleh tuduhan Nana.
Namun semakin ia berusaha seperti itu, rasa takut yang menyerangnya semakin menjadi-jadi. Mia belum merasa siap kalau hubungannya diketahui oleh orang lain.
Nana hendak mengeluarkan perkataannya lagi yang bisa membuat Mia semakin terpojok seperti itu. Namun kedatangan Fabian membuat gadis itu mengurungkan niatnya.
Mia yang melihat Fabian datang menghampirinya kemudian menjatuhkan diri dan berpura-pura pingsan.
__ADS_1
..
“Apa yang terjadi padanya?” Hartono bertanya pada Sharon dan Fabian yang sedang berdiri di dekat ranjang dimana Mia berbaring.
Hartono sangat terkejut ketika Fabian menghubunginya yang masih berada di kantor dan mengatakan kalau Mia jatuh pingsan. Tanpa memperdulikan apapun yang sedang dikerjakannya di kantor, Hartono lekas saja meluncur untuk pulang ke mansion.
“Aku tidak tahu, tadi dia pingsan di dapur.” Fabian menjawab. Lelaki itu juga masih tidak mengerti kenapa Mia tiba-tiba pingsan saat memasak tadi.
Sharon memegang tangan Mia yang terasa dingin di telapak tangannya. Wajah wanita itu juga nampak pucat dan hal itu membuatnya khawatir.
Hartono ingin sekali menghampiri Mia, tapi ia tidak bisa karena anak dan istrinya sedang ada di sana.
“Apa sebaiknya kita bawa ke rumah sakit?” tanya Sharon resah.
Hartono menggeleng pelan, “Fabian, bisa tolong ambilkan minyak kayu putih?” tanya Pria itu pada putra semata wayangnya.
Fabian mengangguk singkat, dan kemudian pergi untuk mengambil minyak kayu putih sesuai permintaan sang ayah.
Saat mencari minyak kayu putih di kotak kesehatan, Fabian bertemu lagi dengan Nana yang tadi sempat terlihat mengobrol dengan Mia.
“Sebenarnya apa yang tadi kalian bicarakan?” tanya Fabian penasaran.
“Kami hanya mengobrol biasa, Tuan muda. Saya juga terkejut saat Non Mia tiba-tiba pingsan seperti tadi.” jawaban Nana membuat Fabian merasa tidak puas. Namun ia tidak ingin bertanya lebih karena dirinya harus segera kembali ke kamar Mia.
**
Hartono gelisah bukan main ketika mendengar cerita Mia tentang Nana yang mengetahui hubungan perselingkuhannya dengan Mia. Kini dirinya tidak bisa lagi santai seperti dulu. tinggal menunggu waktu saja, maka semuanya akan terungkap.
“Aku tidak akan membiarkannya begitu saja.” gumam Hartono.
Ia mencoba berpikir keras guna mencari jalan keluarnya untuk masalah ini. Jujur, dirinya belum siap jika Istri dan anaknya sampai tahu hubungan gelapnya dengan Mia. Dan Hartono juga belum siap kehilangan Mia.
Wanita itu adalah kesayangannya. Orang yang berhasil mengalihkan atensinya pada Sharon, istrinya sendiri.
Ia sangat mencintai Mia, dan tubuhnya juga tergila-gila pada wanita itu.
“Kau ini memikirkan apa?” tiba-tiba Sharon bertanya pada Hartono yang berdiri di balkon kamar mereka.
Sharon memeluk tubuh suaminya dari belakang, dan Hartono langsung menyentuh lengan wanita itu yang menempel di dadanya.
__ADS_1
“Kau masih memikirkan Mia?” tanya Sharon lagi.
“Aku tidak sedang memikirkan dia.” kilahnya dengan cepat hingga membuat Sharon tersenyum tipis.
“Lalu apa?” tanya Sharon lagi.
Hartono tidak menjawab, lebih tepatnya enggan menjawab. namun Sharon tidak akan pernah bisa puas kalau dirinya tidak menjawab pertanyaan wanita itu.
Kemudian Hartono teringat pada Fabian yang berniat mengenalkan kekasihnya pada dirinya dan juga Sharon. Sehingga ia pun mempunyai suatu pembahasan yang bisa jadi pengalihan atas pertanyaan Sharon.
“Aku sedang memikirkan Fabian.” ucap Hartono pelan.
Pria itu kemudian memutar tubuhnya untuk berhadapan dengan sang istri.
“Fabian sepertinya sudah memiliki tambatan hati.” ujar Hartono sontak membuat Sharon terkejut.
“Kau tahu dari mana?” tanya wanita itu.
“Fabian sendiri yang memberitahuku, sayang.” jawabnya.
Sharon tersenyum kecil, ia tentu senang mendengar kabar tersebut. Bagaimana pun putranya itu memang sudah sangat pantas memiliki seorang pendamping hidup.
Dan Sharon berharap kalau pilihan putranya benar-benar sesuai yang diharapkan oleh dirinya juga suaminya.
Hartono tersenyum tipis sambil menatap teduh wajah cantik istrinya, “Menurutmu bagaimana?” tanyanya meminta pendapat.
Sharon membalas senyum pria itu tidak kalah manis, “Aku harap wanita pilihan Fabian adalah seseorang yang seperti Mia.” jawaban Sharon tentu membuat Hartono dilanda keterkejutan.
“Cantik, sopan, dan pintar menyenangkan perut.” ungkap Sharon.
“Aku benar-benar ingin memiliki menantu yang baik dan cantik seperti Mia.” ujar wanita itu lagi membuat Hartono tidak karuan.
“Kurasa bagaimana pun pilihan Fabian, kita harus tetap mendukungnya.” tutur Hartono.
“Karena yang akan menjalani hubungannya juga putra kita sendiri.” lanjut pria itu mencoba memberi pengertian pada istrinya agar tidak terlalu menekan putranya nanti.
Sharon mendesah pelan, “Memang betul, tapi tetap saja sebagai seorang Ibu aku ingin anaknya mendapatkan wanita terbaik.” jelas Sharon.
“Dan sosok menantu idamanku ya kurang lebih seperti Mia.”
__ADS_1