Belenggu Cinta Kedua

Belenggu Cinta Kedua
Bab 06


__ADS_3

“Selamat ulang tahun, Mia sayang.”


Hartono mengalungkan sebuah kalung berlian ke leher Mia. kalung indah yang diyakini wanita itu memiliki harga bernilai fantastis. Mia tidak kuasa menahan rasa haru juga senangnya. Tidak menduga sama sekali kalau Hartono mengetahui tanggal kelahirannya.


Mia merasa spesial karena hal itu.


“Serius, bagaimana bisa kamu tahu hari ulang tahunku?” respon Mia masih belum bisa meyakini semua ini.


Pria itu kemudian duduk di depan Mia, melempar senyum tipisnya seraya menatap wanita itu dengan teduh.


“Aku harus tahu segala apapun tentangmu sejak hubungan ini terjalin.” jawab Hartono membuat Mia menatap pria itu dalam kebingungan.


“Kenapa seperti itu?” tanya Mia mengutarakan rasa bingungnya.


“Karena kau lebih dari sekedar teman tidur bagiku.”


Mia mengulum senyumnya saat mendengar itu. perkataan Hartono barusan membuat Mia menyimpan harapan. meski kecil, tapi ia benar-benar akan menggenggamnya.


Dirinya berharap jika suatu hari nanti statusnya berubah. dari yang hanya seorang wanita simpanan menjadi istri sah pria itu.


Cukup tidak tahu diri, namun itulah yang muncul dari palung hatinya yang terdalam saat ia menjalin hubungan dengan Hartono.


“Apa itu tandanya aku cukup spesial?” tanya Mia lagi.


Wajahnya memperlihatkan semburat merah muda nan merona. Menambah kesan manis yang memang menjadi ciri khas wanita itu. Mia yang nampak Innocent juga pure itulah yang membuat pria kaku seperti Hartono goyah akan pendiriannya.


Pria yang terkenal setia itu pada akhirnya terjatuh pada lubang dosa. Terjerat dalam lingkaran setan berupa perselingkuhan yang memabukkan.


“Kenapa harus bertanya akan sesuatu yang sudah kau ketahui jawabannya?” Hartono menimpali pertanyaan Mia.


“Akan terasa sangat luar biasa jika aku mendengarnya langsung darimu, Schatz.” balas Mia penuh harap.


Ia tidak ingin menduga-duga dan beranggapan sendiri. Mia ingin mendengarnya langsung dari Hartono. Karena pengakuan pria itu sangat penting untuk mengukuhkan angannya.


Hartono tersenyum lembut, diraihnya tangan Mia untuk ia genggam.

__ADS_1


“Ya, kau adalah kesayanganku. Kau spesial bagiku, sayang.” ucapnya membuat Mia semakin menggila dalam angannya.


..


Pertemuan Mia dan Hartono tidak selalu berakhir menjadi pergulatan panas penuh hasrat di atas ranjang. Ada kalanya mereka bertemu hanya untuk saling menguraikan kerinduan.


Seperti saat ini, di hari ulang tahun Mia. pria itu tidak membiarkan nafsu menguasai dirinya, dan memilih melepaskan segumpal kasih sayang dalam serangkaian kegiatan memanjakan wanita itu.


Hartono membawa Mia ke beberapa tempat yang memang sangat ingin wanita itu sambangi. Mulai dari bernyanyi secara gila-gilaan di tempat karaoke, atau menonton film romantis di ruang teater yang hanya akan dihuni oleh dirinya dan pria itu. hingga pada penghujung kegiatan mereka terhenti di sebuah restoran Prancis untuk memuaskan lidah dan perut keduanya.


“Hari ini aku benar-benar bahagia!” Mia berkata setelah dirinya dan Hartono kembali ke tempat peraduan mereka, yaitu apartemen Mia.


Hartono ikut senang melihat Mia yang riang seperti itu. senyum cerah wanita itu berhasil membuat perasaannya menghangat.


Kedua kakinya lantas bergerak dengan langkah yang pasti. mencoba mengikis jarak antara dirinya dan Mia.


Mia sudah menanti Hartono yang siap menggapainya dalam satu kali tarikan ringan. menanti pria itu merengkuh dalam dekap hangat yang membuatnya kerap kali nyaman. namun semua itu tidak lantas terlaksana ketika dering ponsel sang pria menghentikan setiap geraknya.


Dan ternyata itu adalah panggilan telepon dari sang istri tercinta.


“Ya, ada apa?” bibirnya boleh saja menyambut sang istri yang menyapanya lewat ponsel, namun matanya lebih fokus menatap wanita simpanannya yang memperlihatkan raut wajah minta disayang.


Ia memagut bibir wanita itu tanpa merasa bersalah karena melakukannya seraya menerima telepon dari Sharon. Bahkan ketika istrinya itu terus berbicara perihal putra mereka, Hartono tidak lagi peduli.


Karena yang sekarang menjadi fokus utamanya adalah menyesap rasa dari bibir manis milik Mia.


**


“Aku tidak mengerti saat seseorang memutuskan untuk berselingkuh.” Sharon berkata dengan nada kesal, perkataan wanita itu memancing Hartono untuk menoleh sang istri.


“Kenapa marah-marah begitu?” tanya Hartono sambil berusaha menarik tubuh Sharon agar tidur di sampingnya.


Sharon menurut dan kemudian mencoba menyamankan diri dalam rengkuhan hangat suaminya.


“Kau kenal Karina?” tanya Sharon yang kemudian diangguki oleh Hartono, “Teman arisanmu itu, kan?”

__ADS_1


“Suaminya ketahuan berselingkuh.” ungkap Sharon membuat Hartono seketika gugup saat mendengarnya.


“Demi Tuhan, aku benar-benar mengutuk orang yang berselingkuh!” ucap Sharon dalam amarah yang menggebu-gebu.


“Jika memang sudah bosan atau tidak cinta lagi, seharusnya mereka mengakhiri hubungannya terlebih dahulu sebelum memulai yang baru dengan orang lain.” tutur Sharon.


Penuturan Sharon itu bagaikan sebuah tamparan keras bagi Hartono. Perkataannya membuat pria itu kembali bertanya-tanya dalam hati kenapa dirinya berselingkuh namun enggan juga mengakhiri pernikahannya dengan sang istri.


Dalam kehidupan nyata kasus seperti itu memang kerap kali terjadi. saat seorang istri berselingkuh, biasanya mereka siap kehilangan rumah tangganya. itu artinya mereka tidak takut untuk melepaskan apa yang ada dalam genggaman mereka.


Namun berbeda dengan seorang suami yang berselingkuh. kebanyakan dari mereka tidak ingin perceraian sebagai akhir yang didapatkan. Mereka akan berusaha meyakinkan istrinya, meminta pengampunan atas kesalahan mereka dan berakhir kembali bersatu.


Namun satu hal yang perlu diingat, saat seseorang pernah berselingkuh, tidak menutup kemungkinan dia akan mengulangi hal yang serupa di kemudian hari.


“Sayang? Kenapa kau diam saja?” Sharon mengejutkan Hartono yang pikirannya sedang melanglang-buana gara-gara perkataan Sharon tadi.


Pria itu mengulas senyum tipisnya sebagai bentuk pengalihan. Ia kemudian mengeratkan pelukannya pada tubuh Sharon.


“Aku hanya tidak tahu harus berkata apa.” jawab Hartono.


“Apakah saat seseorang dikhianati rasanya begitu menyakitkan?” tiba-tiba pertanyaan itu meluncur begitu saja dari mulut Hartono.


Sharon yang mendengar itu langsung menghela nafas, “Aku tidak tahu. Tapi sepertinya memang akan sangat menyakitkan.”


“Aku tidak mau membayangkannya. Itu benar-benar akan terasa menyakitkan.” ucap Sharon lagi.


Wanita itu mengingat bagaimana Karina yang hancur saat mengetahui suaminya berselingkuh. Belum lagi ternyata pria itu sudah memiliki anak dari hasil perselingkuhannya.


Entah bagaimana rasa sakitnya, Sharon tidak ingin menerka-nerka dan hanya berharap jika dirinya tidak mengalami hal seperti itu.


Ia tidak bisa membayangkan kalau suaminya mengkhianati dirinya. Mungkin Sharon akan menjadi lebih gila dibandingkan Karina.


“Kita sudah bersama sejak masa kuliah. kau itu cinta pertamaku dan aku adalah cinta pertamamu.


Meski terkadang rasa bosan itu muncul, aku selalu berusaha untuk mengenyahkannya dan tetap berpegang teguh pada janji suci pernikahan kita. Semua kulakukan demi rasa cintaku, juga untuk menghargai waktu yang telah kita habiskan selama ini.” Sharon berujar dengan tenang namun sekali lagi perkataan wanita itu bagaikan sebuah belati yang menancap pada jantung hati milik suaminya.

__ADS_1


Sharon tersenyum tipis dan kemudian menatap wajah tegas milik Hartono, “Kuharap kau juga memiliki pemikiran yang sama sepertiku.”


“Bukan begitu, suamiku?”


__ADS_2