
Sharon menatap sebuah kartu undangan dari Mahendra. pria itu mengundangnya secara langsung agar dirinya sudi hadir di acara pengesahan Mahendra sebagai direktur utama rumah sakit yang baru.
Sharon tidak mengerti kenapa ia diundang, karena seingatnya dirinya bukan bagian dari rumah sakit tersebut. Ia hanya pernah dirawat di sana sebagai pasien biasa pada umumnya.
Dirinya juga tidak dekat dengan Mahendra, tapi pria itu mengundangnya seolah-olah mereka cukup akrab sebagai teman.
“Kalau tidak datang bagaimana?” Sharon meminta pendapat pada Fabian dan Laura, kebetulan sekali anak-menantunya ini sedang berada di rumah.
Fabian tersenyum tipis sementara Laura memilih menahan diri agar tidak tersenyum.
“Ibu harus datang, biar kesannya ibu mengharagai Dokter Mahendra.” ujar Fabian.
“Apalagi beliau yang mengundang Ibu secara langsung.” lanjut lelaki itu.
“Tapi Ibu malas pergi, apalagi di sana ada Ayahmu.” ungkap Sharon dengan raut muka yang terlihat tertekan.
“Lho— Ayah diundang juga?” tanya Fabian yang memang tidak tahu kalau ayahnya juga termasuk orang yang mendapatkan undangan.
“Ayahmu itu kan pernah bekerja sama dengan Rudi Sutanto, masa kau tidak tahu?” jelas Sharon merasa heran pada Fabian.
Fabian mengernyitkan keningnya saat mendengar nama salah satu orang terkaya di Indonesia itu dalam pembicaraan ini.
“Bu, kenapa Ibu jadi membahas Pak Rudi? Memang apa hubungannya dengan rumah sakit yang akan dipimpin oleh Mahendra itu?” Fabian mengungkapkan kebingungannya yang membuat Sharon seketika menghela nafas.
“Mahendra itu putranya Rudi Sutanto, dia memang sedikit berbeda jalur dengan kakaknya yang menggeluti dunia bisnis pertambangan seperti ayahnya.” jelas Sharon membuat Fabian dan Laura takjub.
Mereka pikir Mahendra itu hanya dokter biasa, ternyata pria itu masih ada hubungan erat dengan keluarga Sutanto yang terkenal itu.
“Ibu kenapa bisa tahu tentang dokter Mahendra?” tanya Laura penasaran.
Sharon memalingkan wajahnya saat Laura menatap penuh selidik padanya, “Ibu juga baru tahu setelah mencaritahu tentang dia di internet.” jawab Sharon datar.
“Ternyata Pak Dokter bukan berasal dari keluarga biasa ya—” gumam Fabian.
Kalau dibandingkan dengan Hartono, jelas kekayaan keluarga Sutanto jauh lebih besar. Mereka hampir menguasai beberapa industri penting di negara ini.
Apalagi setelah bercerai, kekayaan Hartono terbagi menjadi dua. Karena sebagian dari milik Hartono terdapat hak yang wajib pria itu berikan pada Sharon. Karena keduanya membangun kekayaan sejak awal pernikahan.
**
__ADS_1
Malam ini Mia akan menemani Hartono pergi ke acara besar. Ia dengar itu merupakan acara yang diadakan oleh keluarga Sutanto.
Mia tahu keluarga itu karena namanya sering dimuat dalam koran bisnis maupun diberitakan oleh beberapa media di televisi.
Yang jelas mereka benar-benar keluarga terpandang serta kaya raya.
Karena tidak ingin membuat malu kekasihnya, Mia memakai jasa penata rias dan seorang penata busana. Ia tidak ingin nampak berbeda dari wanita high class kebanyakan.
Meski dirinya bukan wanita yang berasal dari kalangan atas seperti Sharon, tapi ia harus pandai berbaur dengan mereka agar tidak terlihat mencolok perbedaan di antara mereka.
“Apa aku terlihat memukau?” Mia bertanya pada cermin tentang penampilannya.
Orang yang telah meriasnya hingga sedemikian rupa telah pulang, sehingga di kamarnya ini hanya tersisa dirinya.
Mia takut jika dirinya tampak biasa-biasa saja, ia ingin penampilannya ini dapat menarik perhatian semua orang termasuk Hartono.
Ketika Mia masih sibuk bercermin, Hartono masuk ke kamar wanita itu. Dan pria itu terkejut melihat penampilan Mia saat ini.
Wanita kesayangannya itu benar-benar cantik dan bersinar, ia malah takut sendiri kalau Mia dapat memikat hati pria lain di acara nanti.
“Sayang, kamu terlalu luar biasa.” Hartono menyentuh pinggang Mia dan memeluk longgar tubuh wanita itu.
“Bagaimana kalau ada yang menyukaimu selain aku?” tanya Hartono membuat Mia mengeluarkan tawa kecilnya.
“Meski ada lelaki lain yang menyukaiku, tapi tidak akan pernah ada yang bisa menandingimu dalam menawan hatiku.” Mia menjawab dengan seulas senyum tipisnya yang menambah kecantikan wanita itu menjadi lebih hidup.
Hartono tersenyum tipis mendengarnya, ia senang menjadi satu-satunya pria yang mendiami hati Mia.
Pria itu mengecup belakang telinga Mia, “Aku tidak akan melepaskanmu di acara nanti.” bisiknya seduktif.
“Pandangan matamu hanya boleh tertuju padaku.”
..
Seperti yang Hartono duga kalau Mia adalah yang paling cantik dan menawan di acara ini. entah dirinya harus merasa bangga atau justru kesal saat banyak pasang mata memandang ke arah Mia.
Bahkan tidak sedikit yang secara terang-terangan mengajak berkenalan pada Mia, yang tentu saja akan langsung ditolak mentah-mentah oleh Hartono.
Pria itu mengamit lengan Mia dengan posesif, ia seolah-olah sedang menegaskan pada setiap insan yang memandang wanitanya, kalau Mia adalah miliknya seorang.
__ADS_1
Semua orang harus tahu kalau Mia telah berpemilik, dan orang-orang itu harus mau menjaga pandangan mata mereka.
“Kita bertemu lagi.”
Hartono terkejut saat pria yang ia temui di toko bunga milik teman menantunya menyapa dirinya saat ini.
“Anda yang di toko bunga itu kan?” tanya Hartono memastikan dan Mahendra tanpa ragu mengiyakan.
“Perkenalkan, Saya Mahendra Sutanto.” Mahendra mengulurkan tangannya untuk mengajak Hartono berjabat tangan.
Hartono tidak bisa menyembunyikan raut muka terkejutnya saat mendengar nama pria itu.
“Jangan bilang anda yang punya acara ini?” tanya Hartono seraya menerima jabatan tangan pria itu.
Mahendra tersenyum tipis lalu melirik pada Mia sekilas sebelum menjawab pertanyaan Hartono dengan jawaban yang jujur.
Hartono benar-benar tidak menduga kalau pria yang ia temui beberapa hari yang lalu adalah anak kedua dari Rudi Sutanto.
“Ini istri anda?” tanya Mahendra merujuk pada keberadaan Mia.
Mahendra tahu kalau Hartono merupakan mantan suami Sharon, tapi ia tidak tahu kalau Hartono rupanya telah memiliki pengganti mantan istrinya.
“Ya, dia istri saya.” jawab Hartono membuat hati Mia semakin berbunga-bunga.
Padahal tadinya Mia berpikir kalau Hartono hanya akan memperkenalkan dirinya sebagai kekasih, tapi Hartono malah mengakui dirinya sebagai istri dari pria itu.
Mahendra mengangguk singkat, lalu kembali menatap pada Mia dengan pandangan yang tidak bisa wanita itu cerna.
“Cantik sekali,” ucap Mahendra namun matanya tidak tertuju pada Mia.
“Terima kasih.” Mia menjawab tanpa ragu. Mia mengira kalau pujian itu untuk dirinya.
Mendengar itu Mahendra langsung terkejut, “Maaf, maksud saya wanita itu cantik sekali.” ujarnya sambil menatap ke arah pintu masuk.
Mia dan Hartono lantas membalikkan tubuh mereka ke belakang, dan keduanya terkejut melihat kemunculan Sharon yang nampak bersinar dengan gaun silvernya.
Melihat kedatangan Sharon membuat Mahendra bergegas untuk menyambut wanita itu. Pria itu mendekati Sharon dan mengajaknya untuk ikut bergabung dengan Hartono dan juga Mia.
“Sharon,” Hartono berucap pelan tanpa memalingkan pandangan matanya dari sang mantan. Sementara Mia yang menyadari itu merasakan dadanya mulai panas karena cemburu.
__ADS_1
Kenapa Sharon harus muncul dan mengambil semua perhatian yang tertuju untuknya?